P. 1
BAB 1-5 Komplit

BAB 1-5 Komplit

Ratings: (0)|Views: 8,337 |Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Jun 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Pembangunan dibidang kesehatan mempunyai arti yangpenting dalam kehidupan Nasional, khususnya didalam memeliharadan meningkatkan kesehatan. Untuk mencapai keberhasilan tersebuterat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan sumber dayamanusia sebagai modal dasarpembangunannasional.Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu upaya yangbesar, sehingga tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpaadanya keterlibatan masyarakat (Handayani, 2010). Menurut DepkesRI Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dibidangkesehatan adalah menumbuhkembangkan Posyandu.Program pelayanan kesehatan primer untuk upaya promotif dan preventif diawali dengan terbitnya Deklarasi Alma Ata (1978).Sebagai terjemahan dari Deklarasi Alma Ata, maka dilakukan upayakonkrit di Indonesia, yakni mengembangkan program Posyandudengan prinsip partisipasi masyarakat, yaitu dari, oleh dan untukmasyarakat. Selama lima tahun, usaha ini telah mencakup 50% desadiseluruh Indonesia, disamping usaha lain seperti : pos penimbangan,pos KB desa, pos kesehatan dan pos vaksinasi. Pos-pos inimempunyai kelompok sasaran yang sama, yaitu ibu hamil, anak balitadan bayi, sehingga diputuskan untuk mengintegrasikannya.Kegiatannya dilakukan secarasimultan pada tempat dan waktu yang
 
2
sama. Keterpaduan dari pada pos pelayanan ini dikenal sebagaiPosyandu (Depkes RI, 2008).Pos pelayanan terpadu ini merupakan wadah titik temu antarapelayanan profesional dari petugas kesehatan dan peran sertamasyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat,terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angkakelahiran (Handayani, 2010). Posyandu merupakan wadah untukmendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dankeluargaberencanayang dikelola olehmasyarakat,penyelenggaraanya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatihdibidang kesehatan dan KB, dimana anggotanya berasal dari PKK,tokoh masyarakat dan pemudi. (Handayani, 2010).Kegiatan di Posyandu merupakan kegiatan nyata yangmelibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatandari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, yangdilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapatkanpendidikan dan pelatihan dari Puskesmas mengenai pelayanankesehatan dasar (Wijono, 2005).Pelayanan petugas kesehatan memegang peranan pentingterhadap kunjungan ibu ke posyandu. Dengan pelayanan yangmenyenangkan, ramah, dan memberikan informasi serta penyuluhanyang jelas dan mudah dimengerti dari petugas kesehatan, sehinggaorang tua sadar untuk datang ke posyandu (Mardiati, 2001).
 
3
Upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia denganmengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakansecara merata, apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasismasyarakat seperti Posyandu dapat dilakukan secara efektif danefisien dan dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkanlayanan tumbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas.Sebagai salah satu sasaran terpenting balita dapat menjadi indikator untuk mengetahui tingkat pemanfaatan posyandu oleh masyarakat.Mengingat proporsi jumlah balita cukup besar maka hal inimenjadi salah satu perhatian utama pemerintah dengan memantaukegiatan posyandu balita dengan menganalisis hal-hal yangberhubungan dengan rendahnya kunjungan balita ke Posyandu untukmemantau pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga dapatmendeteksi dini jika ada kelainan atau penyakit yang diderita balita(Depkes RI, 1999).Tingkat pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yangmempengaruhi orang tua untuk melakukan kunjungan balita keposyandu, karena tingkat pengetahuan seseorang dapat dijadikantolok ukur dinamika berpikir dari seseorang, ibu yang memilikipengetahuan yang baik dengan sendirinya akan mempengaruhi ibuuntuk memanfaatkanposyandu (BKKBN, 2002)Sebuah penelitian oleh Tuti Pradianto tentang faktor-faktor yangmempengaruhi ketidakhadiran ibu balita Dalam PenggunaanPosyandu di Kecamatan Bogor Barat, Tahun 1989 membuktikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->