Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
32Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal

Proposal

Ratings: (0)|Views: 12,969|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Jun 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangMenurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diare adalahpenyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Sementara itu,UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak)memperkirakan bahwa, setiap 30 detik ada satu anak yang meninggaldunia karena Diare. (Murtaqi, 2009)Menurut WHO, sanitasi lingkungan adalah sebagai usahapengendalian dari semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkinmenimbulkan hal-hal yang dapat merugikan bagi perkembangan fisik,kesehatan dan sosial. Penyakit yang berbasis lingkungan ditimbulkandari keadaan sanitasi yang buruk diantaranya penyakit saluranpencernaan (diare).Permasalahan diare di negara-negara yang sedang berkembangadalah penyediaan air minum, tempat pembuangan kotoran (tinja),pembuangan sampah, perumahan dan pembuangan air limbah sertapengetahuan tentang kesehatan, perilaku, pendidikan dan keadaan sosialekonomi (Notoatmodjo,2007).Di daerah Sukabumi sepanjang tahun 2009 sebanyak lima orangmeninggal dunia akibat penyakit diare. Staf pengendalian penyakit bidangP2M Dinkes kota Sukabumi menegaskan kasus diare tahun 2009 lebihtinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2007 total kasus diare
 
2
mencapai 14.033 penderita dan tahun 2008 total kasus diare mencapai14.490 penderita dan pada tahun 2009 total mulai januari-agustus jumlahkasusu diare mencapai 14.329 orang dan jumlah tersebut kata stapengendalian penyakit bidang P2M kota Sukabumi akan segeraterlampaui untuk kasus diare pada tahun 2009.Di Indonesia, persoalan lingkungan merupakan suatu kendalayang banyak menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi lingkungankhususnya sanitasi dasar yang buruk banyak ditemui hampir diseluruhdaerah di Indonesia terutama pada pemukiman penduduk yangkumuh,serta beberapa pemukiman penduduk yang berada disepanjangpesisir pantai (Rusdi, 2007).Di Indonesia,penyakit diare masih merupakan salah satumasalah kesehatan masyarakat yang utama. Hal ini masih tingginyaangka kasakitan karena diare serta menimbulkan banyak kematianterutama pada bayi dan balita.Penyakit yang masih perlu diwaspadai menyerang balita adalahdiare (Widjaja,2003). Hasil-hasil survey menunjukkan bahwa kesakitandiare untuk seluruh golongan umur adalah berkisar antara 120-360 per 1000 penduduk dan untuk balita menderita satu atau dua kali episodediare setiap tahunya atau 60% dari semua kesakitan diare. Sebagianbesar (76%) kematian karena diare terjadi pada balita, sebasar 15,5%kematian pada bayi dan 26,4% kematian pada anak balita disebabkan
 
3
karena penyakit diare murni. .(Proyek peningkatan upaya kesehatanpropinsi Kaltim 2002).Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi KalimantanTimur tahun 2007 yaitu 21.973 penderita, tahun 2008 31.228 dan tahun2009 angka kejadian diare sebanyak 60.427 penderita dari usia 0-5tahun, dan kasus diare kutai kartanegara menempati urutan ketiga daripenyakit Ispa dan Batuk. Dari data ini terlihat sekali terjadi peningkatankejadian diare.Sedangkan data dari Dinas Kesehatan wilayah kabupaten/kotaKutai Kartanegara, jumlah penderita diare sebanyak 6.941 penderita danpuskesmas Batuah menempati urutan kedelapan dari 30 puskesmasyang ada di kutai kartanegara. Dan dari data diwilayah penelitian yaituPuskesmas Batuah penyakit diare tahun 2009 sebanyak 396 penderitadari jumlah kunjungan 2.272 pasien.Kondisi sanitasi lingkungan yang ada diwilayah kerja puskesmasBatuah kabupaten Kutai Kartanegara yang memenuhi syarat diantaranyasarana jamban keluarga 5,75% target 80%, sarana pembuangan air limbah 0,05% target 80%, sarana air bersih 21,9% target 75% dan wadahpenampungan sampah 0% target 80%. (Sumber: PKM Batuah 2009). Halini disebabkan sarana jamban yang digunakan oleh masyarakat Batuahsebagian masih ada yang belum mempunyai jamban dan merekamembuang tinjannya disungai maupun diladang. Dan pembuangan air limbah mereka membuangnya langsung kebadan tanah, disebabkan

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rbhaterek liked this
Fajar Farhan liked this
Rizqi Fajril liked this
GReenzt Bae liked this
Erdi Yansah liked this
rajaf0822 liked this
Doni Arisandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->