Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Bab 1, 2, 3

Bab 1, 2, 3

Ratings: (0)|Views: 18,343|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Jun 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan aset yang paling berharga di dunia.Ungkapan tersebut terucap ketika orang sudah tidak sehat lagi ataudengan kata lain orang tersebut sudah jatuh sakit. Sehat tidaknyaseseorang sangat tergantung pada perilaku kehidupan sehari- hariorang tersebut. Oleh karena itu, setiap orang perlu diberikan informasitentang kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai denganprinsip kesehatan. (Lutan dkk, 2000:11- 12 dalam Basyar, 2005)Di sekolah dewasa ini banyak kita temukan/jumpai adanyaUsaha Kesehatan Sekolah, namun pelaksanaan UKS di sekolah rata-rata kurang maksimal dan kurang mendapatkan perhatian yang lebih.Padahal dengan adanya UKS di sekolah sangat membantu bagi siswauntuk mengerti dan belajar tentang bagaimana hidup yang sehatterutama dengan personal hygiene atau kesehatan pribadi. (Basyar,2005)Beberapa penelitian sebelumnya tentang personal hygiene,menunjukkan rendahnya personal hygiene pada siswa sekolah.Berdasarkan penelitian di SD Negeri Kecamatan Sibolga kota Sibolga juga menunjukkan rendahnya personal hygiene pada siswa. Inidibuktikan dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa angka infeksikecacingan adalah 55,8% (95% c.i 46,9% ± 64,7%). Angka infeksi
 
2
 
masing-masing jenis cacing adalah infeksi cacing gelang 54,2% daninfeksi cacing cambuk 22,5 % sedangkan infeksi cacing tambang 0%.(Dly, 2008)Penelitian lain yang dilakukan untuk mengetahui tingkatpengetahuan tentang hygiene
 
perorangan dengan kejadiaankecacingan di SD Banteran I Ngaglik Sleman dengan sasaranpenelitian adalah anak kelas III dan IV SD dengan jumlah 60 anak.Hasil penelitian menujukkan 11 sampel (18,33%) ditemukan telur cacing terdiri 3 sampel (27,3%) telur Ascaris lumbricoides, 3 sampel(27,3%) telur Enterobius vermicularis, 5 sampel (45,4%) telur Trichuristrichiura, 49 sampel (81,77%) tidak ditemukan telur cacing dan 23responden (38,33%) tingkat pengetahuan tidak baik, 37 responden(61,66%) tingkat pengetahuan baik. Setelah dilakukan uji statistikdiketahui nlai p 0,009, cc 0,009 yang artinya ada kaitannya yangbermakna dengan kekuatan hubungan sangat lemah antara tingkatpengetahuan dan tentang
hygiene
perorangan dan kecacingan dengankejadiaan kecacingan di SD Banteran I Ngaglik Sleman. (Astuningsih,2006 )
 
Perilaku sehat bagi siswa Sekolah Dasar merupakan modalmenuju kearah hidup sehat yang perlu terus dibina. Belum optimalnyakesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut siswa SD disebabkanoleh karena perilakunya belum menunjukkan perilaku sehat. Sampaisaat ini belum ditemukan ketuntasan kajian tentang perilaku sehat
 
3
 
siswa SD, dikaji dari mekanisme perubahannya akibat diberikanpenguatan (reinforcement).Upaya peningkatan derajat kesehatan menjadi tanggung jawabindividu, masyarakat dan pemerintah. Gangguan kesehatan gigi danmulut siswa SD masih memprihatinkan. Pada tahun 1999 triwulan III diKabupaten Jember ditemukan 759 kasus pada kareis gigi anak; DMF-t:3.6. Survey Nasional tahun 1998 menemukan prevalensi karies padaanak usia 12 tahun = 81.21 %. Salah satu faktor penyebab gangguankesehatan gigi dan mulut adalah karena kekurang tepatan ataukesalahan dalam perilaku
.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka perludilakukan suatu tindakan yang berupa kegiatan untuk UsahaKesehatan Masyarakat berupa pendidikan / penyuluhan kesehatan.Pendidikan kesehatan berupa penyuluhan diharapkan dapat diterimaoleh masyarakat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat lebih paham dan mengerti bagaimana cara memeliharakesehatan mereka terutama untuk anak-anak.Penanaman hidup sehat harus diawali dari individu anak untukdapat dimengerti pengetahuan tentang personal hygiene masing-masing. Kebiasaan hidup bersih di rumah dimulai dengan mencucikedua tangan sebelum makan, pakai alas kaki bila ke luar rumah, danpakai pakaian yang bersih. Kebiasaan hidup bersih di sekolah dimulaidengan datang di sekolah dengan tubuh yang bersih, pakaian dan alaskaki yang bersih dan pantas, dan buang sampah ketempat sampah.

Activity (59)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
echriztina liked this
Aflee Maniek liked this
Anna Syuriana liked this
fastnetcyber liked this
Mhimy Candy liked this
Mhimy Candy liked this
Arief Unitedarmy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->