2
Berita Utama
Edisi 243 TEdisi 243 TEdisi 243 TEdisi 243 TEdisi 243 Tahun XIahun XIahun XIahun XIahun XI2 - 9 Juli 20112 - 9 Juli 20112 - 9 Juli 20112 - 9 Juli 20112 - 9 Juli 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Redaksi :
Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri)Blok B No. 7 Kec. Pondok GedeKel. Jatiwaringin Bekasi 17411
Telp.
(021) 8461157
Contact Person :
0812 9936 977, 0878 66 999 09
E-mail :
mediarakyat_new@yahoo.com
Website :
WWW.mediarakyatonline.com
Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil,Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
Hisar MT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Kusmayanto, Ujang, Irwan Hamid,
Litbang :
Drs.Bendra Suryana,
Manager Iklan :
Heni Astuti,
Manager Distribusi:
Taharlin, SH,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi,Besti, Hanif Manaf.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif H, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu W,
Jakarta Barat :
Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor :
Suparman,
Depok :
Ali, Ruslan,
Kab. Bekasi :
S. Wahyudi, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Dede Irawansyah, Maulana Yusup,
Purwakarta:
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Biro Kota Bandung :
Dodi Sulaeman (Kepala), Marion,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka :
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini,Wawan Setiawan, Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Biro Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin,Suhada, NC Jawir,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
Rohmat,
Biro Cianjur :
Ruslan AG, Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
BiroCiamis :
Heri Herdiana (Kepala),
Biro Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kepala), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi (Kepala),
Kota Palembang,
Edi Rudianto (Kepala),
Kota Prabumulih :
Alex Effendi (Kepala),
Biro Batu Raja :
Sahmi (Kepala),
OKU Selatan :
Ani Kurniawati, Erlangga Sadam,
Tulang Bawang :
Sumarta(Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Biro Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
Perwakilan Jambi :
Leman Burhan, (Kepala), Hendar,
Muara Bungo :
Suyono,
Kab. Tebo :
Heri Zaldi,
Musirawas/ Lubuk Linggau:
Iman Koesnadi, Agus Saliem,
Biro Sarolangon :
Leni Hartati,
Biro Bangko :
Zainal Arifin,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjungpinang :
Zul Ali,
Biro Batam :
GandaS.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, English Simaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto (Kepala)
Kab. Bintan :
Defran, Edi Ishak,Amdiman,
Biro Natuna :
Roy S. (Kepala),
Biro Kab. Anambas :
S. Edwar. S (Kepala), Arthur Simatupang,
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah (Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Perwakilan Jawa Timur:
Gandung Cornelius (Kepala), Huala Simanjuntak (Wakil),Fika Laurina Hartono,
Mojokerto :
Moh. Lutfi,
Biro Lamongan :
Adi Sugiarto (Kepala), , Julian Tri, Prayitno,
Biro Banyuwangi :
M. Arif Afandi,
Biro Jombang
: Moh Sabit(Kepala), Rohimah,
Nganjuk :
Mujiono Fren, Joko Bambang,
Kupang :
Moses Mone Kaka (Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
KalimantanSelatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu &TTu:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Perwakilan Sumatera Utara :
Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik,
Deli Serdang :
Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi,
Serdang Gegadai :
Erikson Gultom
,
Biro Samosir :
Pardingotan Sitanggang (Kepala), Ekomario S. Malau, Gaya Malau,
Padang Sidempuan:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
NyomanAP, Putu Artha.
Makassar :
Darwis S
Semarang (MR)
Di Kota Semarang, jumlah becak motor lebih dari 100 unit, bahkan sebagian sudah adayang masuk hingga jalan raya.Mayoritas becak motor beradadi daerah pinggiran Kota Sema-rang dan pasar. Akan tetapi ada juga yang melintas di jalan raya.Pemerintah Kota Semarangsecara tegas melarang becak motor beroperasi di Ibu KotaJawa Tengah ini, karena tipekendaraan tersebut ilegal dantidak masuk jenis kendaraanyang ada di UU Nomor 22/2009Tentang Lalu Lintas AngkutanJalan."Becak motor disebut ilegalkarena tidak melalui wajib ujitipe di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi KendaraanBermotorDirjan Perhubungan,"kata Kepala Dinas PerhubunganKomunikasi dan InformatikaKota Semarang, Ednawan Har-yono, di Semarang, Senin.Ednawan menjelaskan ujitipe tersebut wajib dilakukanuntuk setiap 10 unit kendaraanyang diproduksi secara massal.Akan tetapi, becak motor tidak pernah diajukan uji tipe."Karena tidak dilakukan ujitipe, maka ilegal sehingga kebe-
Pemkot Semarang Larang Cator
radaannya di Kota Semarangdilarang. Kalau memang untuk becak ya harus dikembalikan kefungsi semula hanya becak tidak ada motornya," katanya.Pada Senin, becak motor melintas di Jalan ThamrinSemarang. Bagian depan ken-daraan berupa becak, tetapi bagian belakang ditempeli mo-tor seperti mesin diesel.Tidak hanya melalui wajibuji tipe, tambah Ednawan, becak motor juga tidak masuk dalam jenis kendaraan yangdisebutkan dalam UU Nomor 22/2009. Undang-undang ter-sebut hanya menyebutkankendaraan bermotor dikelom- pokkan dalam beberapa jenisyakni sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, dan kendaraan khusus.Menyikapi banyaknya becak motor yang beroperasi diKota Semarang, Ednawan ber-sama dengan dinas terkait akanmelakukan operasi sesuaidengan kewenangan masing-masing."Kalau Dishubkominfomisalnya terkait dengan teknislaik jalan, sedangkan Satpol PPdan Kepolisian dengan kewe-nangannya masing-masing.Jadi tidak bisa hanya dilakukanoleh Dishubkominfo," demikianEdnawan.
>>Warsoma
Jakarta (MR)
Pengamat pasar uang, Farial Anwar memperkirakaninvestasi asing ke pasar domestik akan meningkat, terutamadari investor Amerika Serikat (AS) dan Eropa, melihatpertumbuhan ekonomi nasional yang terus tumbuh.Pelaku asing lebih optimis menempatkan dananya dikawasan Asia, khususnya Indonesi,a yang ekonominyadiperkirakan akan dapat mencapai tujuh persen, katanyayang juga Direktur Currency Management Group di Jakarta,Senin.Menurut Farial Anwar, Indonesia memiliki berbagai dayatarik seperti tingkat suku bunga rupiah yang mencapai 6,75persen, stabilitas keamanan yang terjaga, serta kenyamananberinvestasi yang mendorong mereka lebih tertarik ke pasar domestik.Arus modal asing yang masuk ke pasar domestik selamahanya bermain di pasar finansial seperti pasar saham, pasar uang, dan masuk ke instrumen Bank Indonesia, karena parahedge fund yang memiliki dana itu melakukan investasidalam jangka pendek, ucapnya.Karena itu, lanjut dia, pemerintah harus dapat menarikinvestor asing melakukan investasi dalam jangka panjangseperti membuat pabrik baru sehingga membuka lapangankerja baru yang pada gilirannya memberikan pendapatankepada masyarakat. "Kami optimis pemerintah sedangberusaha ke arah agar pertumbuhan ekonomi nasionaldapat tumbuh lebih baik," ucapnya.Peluang makin besarnya arus modal asing ke Indone-sia, menurut dia, sangatlah besar karena pertumbuhanekonomi AS menurun, pengangguran meningkat bahkanpenjualan properti merosot sebesar 30 persen. Selain itu,krisis utang yang terjadi di Eropa seperti Yunani yangdiperkirakan akan mengalami gagal bayar, dan China yangekonominya mulai melambat.Karena itu, menurut dia pemerintah harus dapatmempersiapkan diri lebih baik lagi agar investor asingberminat untuk menginvestasikan dananya di dalam negeri.Apalagi sejumlah investor asing menyatakan, Indonesiamasih merupakan pasar potensial yang perlu digarap lebihbaik ketimbang di Amerika Serikat dan Eropa yang masihmenerapkan tingkat suku bunga rendah, katanya.
>>Nokipa
Investor Asing ke IndonesiaAkan Meningkat
Jakarta (MR)
Wakil Ketua DewanPerwakilan Daerah (DPD) RI LaOde Ida meminta Ketua DPR RIMarzuki Alie membuktikandugaannya terkait pemba-ngunan gedung perwakilanDPD di setiap provinsi. "Harustunjukan buktinya dong. Kalauitu berdasarkan dugaan, tidak terlalu pas diungkapkanMarzuki Alie. Dia (Marzuki)harus tunjukkan bukti- buktinya," kata La Ode Ida diGedung DPR RI, Jakarta, Senin.Ia juga membantah adanyatudingan penggelembungan
La Ode Ida Minta Marzuki AliBuktikan Tudingannya
anggaran dalam pembangunangedung perwakilan DPD RI itu."Yang lebih penting haruskoordinasi tanya saja SekjenDPD RI, yang menangani pro-yek pembangunan gedung itusehingga jelas. Kalau dibilangmark up anggaran yangdisetujui DPR, berarti merekayang menyetujui mark up. 'Kan belum ditender, masih dalam proses perencanaan," kata dia.Menurutnya, di internalDPD sendiri masih ada perde- batan bagaimana pembangu-nan gedung tersebut seperti bagaimana luasannnya. "Kalauada yang menganggap adamark up, mark up dalam apa?Mark up yang disetujui DPR?Ini makin membingungkanrakyat," katanya.La Ode menambahkandirinya juga membantah adanya perpecahan antara dirinyadengan Marzuki. "Kalau ada perseteruan, saya pribadi kenalMarzuki dari Sekjen PartaiDemokrat. Tapi ada perpecahanseperti apa? Saya tidak pernahmengerti seperti itu. Kita jugasebetulnya sudah minta jadwalkonsultasi pimpinan DPD danDPR supaya tidak terjdi antara
Marzuki Ali
apa-apa dalam mekanisme kerjaantar lembaga," kata La Ode. Iamengatakan, pembangunangedung perwakilan merupakanamanat Undang-undang (UU)dan itu sangat perlu.
>>NokipaJakarta (MR)
Khofifah Indar Parawansa,Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama mendukungrencana Majelis Ulama Indone-sia (MUI) yang akan memfat-wakan haram pengirimantenaga kerja wanita ke luar negeri. Namun demikian,Khofifah yang ditemui di selaacara pendidikan dan pelatihankoperasi Muslimat NU digedung PBNU, Jakarta, Selasa,menilai tidak semua pengirimanTKW harus dihukumi haramatau dilarang.Menurut mantan MenteriPemberdayaan Perempuan itu,yang harus dihentikan totaladalah pengiriman perempuanyang sudah berkeluarga ke luar negeri sebagai pembanturumah tangga (TKW PRT).
Pengiriman TKW Bakal Difatwa Haram
"Pengiriman TKW PRT yangsudah menikah, menurut sayadihentikan total saja, ke semuanegara. Kalau bahasa MUI, ya,mungkin haram," katanya.Menurut Khofifah, bebandan masalah yang timbul dariTKW PRT yang sudah meni-kah cukup besar, baik bagidirinya sendiri maupun bagikeluarga yang ditinggalkan.Sementara untuk TKW PRTyang belum berkeluarga, menu-rut Khofifah, tidak masalahdikirim ke luar negeri, hanyasaja penempatannya di negaratertentu yang dipastikanmemberikan hak dan perlindu-ngan yang layak bagi mereka,misalnya Hongkong. MenurutKhofifah, Hongkong layak bagiTKW PRT karena di sana PRTmasuk dalam pekerja formal."Perlindungan terhadap merekacukup baik. Ada waktu liburnyadan lain-lain. Hongkong inicukup baik bagi TKW PRT In-donesia. Jadi nggak masalahkalau tujuannya adalah Hong-kong," kata Khofifah.Terkait moratorium penem- patan TKI di Arab Saudi yangakan diberlakukan mulai Agus-tus mendatang, Khofifahmenyatakan, kesempatan ter-sebut hendaknya dimanfaatkanuntuk membenahi sistemsekaligus perlindungan dan pemenuhan hak TKI di negaratujuan. Menurutnya, upayamemperbaiki perlindungan dan pemenuhan hak TKI hendaknyatidak hanya fokus di Arab Saudi,karena di sejumlah negara yangmenjadi tujuan TKI pun terjadimasalah. "Misalnya terkait bagaimana TKW ini bisa men- jalankan ibadah sesuai keyaki-nan mereka. Ketika saya bertemu mereka di Taiwan, banyak di antara mereka yangtidak bisa menjalankan shalatdan lain-lainnya," katanya.>
>Ediatmo
Prabumulih, (MR)
Keberadaan even akbar Sea-Games yang akanberlangsung November mendatang,tentunya akan menjadisuatu yang sangat berarti bagi provinsi sumateraselatan,karena dengan di berlangsungkannya eventersebut,menjadikan wilayah sumatera selatan ditinjausecara langsung oleh Negara-negara se Asiatenggara,namun kadang keberadaan even yang sangatbernilai tersebut condong sering dikotori oleh oknum-oknumtertentu,yang tentunya memanfaat kan hal tersebut gunamengelabui public.Seperti hal nya,yang baru-baru ini terjadi, yang dikatakanlangsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas)Prabumulih H.M.Rasyid,S.Ag,MM ,yang mengatakanbanyaknya dana anggaran Diknas tercurahkan untukkepentingan Sea Games diantaranya pembelian benderadan papan nama Sea-Games,yang terpasang di depandiknas,kantor Walikota,dan tempat-tempat lainnya,yangmenghabiskan dana hingga hampir 20 juta rupiah,belum yanglainnya,terang rasyid.Lebih jelas di ungkapkan Rasyid “kita misalkan danaanggaran untuk diknas jumlahnya 25 juta,dan terkucurkanuntuk sea-games 80 persen bahkan lebih,coba bayangkanberapa lagi dana yang sisa,dan dana tersebutlah yangdipergunakan untuk Media dan lainnya,yang sudah di jalankanselama kurun waktu enam bulan ini,jelas Rasyid.Lebih lanjut mantan kabid SLTP/SLTA ini mengatakan“belum lagi ditambah dengan adanya kegiatan jamborenasional,yang tentunya menguras dana anggaran kita karenakita termasuk salah satu leading sector,tutur Kadiknas”.Selain itu sempat keluar dari mulut kadin diknasini,bahwasannya ia akan mengurangi jatah media dan akanada pemangkasan anggaran lainnya,karenamenurutnya,anggaran tidak mencukupi untuk hal itu.Terpisah,pendapat yang diutarakan Diknas tersebutberbeda dengan dinas-dinas lain yang ada diprabumulih,diantaranya yang disampaikan Aris Priono KabagUmum Sektariat Prabumulih yang mengatakan “sebenarnyadalam menyambut sea-games ini,kita Cuma mendapatkanhimbawan dari bapak gubernur,yang menyarankan kita untukturut berpartisipasi dalam menyambut Sea-games dantentunya dengan turut menyukseskan,kata Aris.Senada juga disampaikan Kepala DinasPariwisata,Kebudayaan,Pemuda dan Olah Raga (Dispora)Prabumulih Tafta zani,S.pd,”sebenarnya even sea-gamesyang akan dilaksanakan November nanti,tentunya harusmenjadi even yang sangat menggembirakan bagi kita,bukanhanya satu kabupaten dan kota,tapi bagi kita provinsi sumateraSelatan secara umum ’dengan diiringi rasa nasionalis yangtertanam dalam diri kita,namun Tafta Zani membantah kalauada dinas lain yang mengatakan 80 persen dananya tersedoteven sea-games,karena menurutnya “untuk pemerintahanKota Prabumulih dispora telah menganggarkan untukpemasangan bendera,dan lainnya guna keperluan sebagaipemberitahuan kepada masyarakat,yang hal tersebutdilakukan berdasarkan himbawan dari Gubernur dan Walikotayang juga tentunya karena dispora adalah salah satu leadingsector kegiatan sea-games ini.Lebih terang mantan Kabid TK/SD Diknas ini membantah“kalo memang ada dinas yang mengatakan dana tersedotsea-games,tentunya itu adalah hal yang sangat keliru,karenamenurut himbauwan kita hanya dianjurkan untuk turutberpartisipasi,bukan tekanan secara mutlak”bebernya.
>>Alex Effendi
Kepala Diknas Prabumulih:
80 Persen Dana AnggaranTersedot Sea-Games
Anggaran Media Akan di Kurangi Kadispora : Hal yang keliru jika ada yang beranggapan Sea-Games menyedot dana anggaran Dinas