Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
masalah pkn

masalah pkn

Ratings: (0)|Views: 1,534|Likes:
Published by Zahrotul Muna

More info:

Published by: Zahrotul Muna on Jul 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn 
Posted on 2 November 2009 by Pakde sofaPengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn
 
Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang sangat esensial dalam prosespembelajaran. Ada 4 bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategipembelajaran, dan evaluasi. Ke-4 bagian/komponen penting kurikulum ini salingberkaitan dan berinteraksi untuk mencapai perilaku yang diinginkan/dicita-citakan olehtujuan pendidikan nasional.
 
Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula dalam memilih isi/materi yangharus dikuasai, strategi yang akan digunakan serta bentuk dan alat evaluasi yang tepatuntuk mengukur ketercapaian kurikulum.
 
Hierarki perumusan tujuan kurikulum dimulai dari tujuan umum pendidikan, kemudiantujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional.
 
Materi/isi kurikulum menurut Saylor dan Alexander adalah fakta-fakta, observasi, data,persepsi, penginderaan, pemecahan masalah yang berasal dari pikiran manusia danpengalamannya yang diatur dan diorganisasikan dalam bentuk konsep, generalisasi,prinsip, dan pemecahan masalah.
 
Strategi pembelajaran berkaitan dengan bagaimana menyampaikan isi/materi kurikulumagar tujuan tercapai dan komponen evaluasi kurikulum adalah untuk menilai apakahtujuan kurikulum telah tercapai. Hasil dari evaluasi kurikulum adalah berupa umpanbalik apakah kurikulum ini akan direvisi atau tidak.
 
Kurikulum adalah apa yang akan diajarkan sedangkan pembelajaran adalah bagaimanamenyampaikan apa yang diajarkan. Menurut McDonald & Leeper kegiatan kurikulumadalah memproduksi rencana kegiatan, sedangkan pembelajaran adalah kegiatanmelaksanakan rencana tersebut. Kurikulum dan pembelajaran pada dasarnya merupakansubsistem dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu sistem persekolahan. Kurikulum danpembelajaran adalah dua sistem yang saling terkait satu sama lain secara terus-menerusdalam suatu siklus.
 
Menurut Gagne dan Briggs pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang untuk mempengaruhi proses belajar dalam diri siswa. Menurut Gredler proses perubahan sikapdan tingkah laku siswa pada dasarnya terjadi dalam satu lingkungan buatan dan sangatsedikit bergantung pada situasi alami, ini artinya agar proses belajar siswa berlangsungoptimal guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Proses menciptakanlingkungan belajar yang kondusif ini disebut pembelajaran.
 
 
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola kegiatan pembelajaran adalah:harus berpusat pada siswa yang belajarbelajar dengan melakukan,mengembangkan kemampuan sosial,mengembangkan keingintahuan,imajinasi dan fitrah anak mengembangkan keterampilan memecahkan masalahmengembangkan kreativitas siswa,mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologimenumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik, danbelajar sepanjang hayat.
 
Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi kurikulum, yaitusebagai alat untuk membantu guru melakukan tugasnya menyampaikan pembelajaranyang menarik minat siswa. Kegiatan pengembangan kurikulum ini perlu dilakukan untuk menghadapi dan mengantisipasi keadaan berikut, yaitu merespons perkembangan ilmudan teknologi, perubahan sosial di luar sistem pendidikan, memenuhi kebutuhan siswa danmerespons kemajuan-kemajuan dalam pendidikan.
 
Masalah yang ada dalam proses pengembangan kurikulum biasanya berkaitan denganpertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana memilih materi yang diajarkan, apa yangharus dilakukan bila ada pandangan yang bertolak belakang dengan pengembang danbagaimana menerapkan kurikulum secara meyakinkan.
 
Landasan Pengembangan Kurikulum
 
Landasan pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan faktor yang harusdiperhatikan dan dipertimbangkan pada waktu mengembangkan suatu kurikulumlembaga pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Secara umumterdapat tiga aspek pokok yang mendasari pengembangan kurikulum tersebut, yaitu:landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan sosiologis.
 
Landasan filosofis berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina danmengembangkan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Filsafat ini menjadilandasan utama bagi landasan lainnya. Perumusan tujuan dan isi kurikulum padadasarnya bergantung pada pertimbangan-pertimbangan filosofis. Pandangan filosofis yangberbeda akan mempengaruhi dan mendorong aplikasi pengembangan kurikulum yangberbeda pula. Berdasarkan landasan filosofis ini ditentukan tujuan pendidikan nasional,tujuan institusional, tujuan bidang studi, dan tujuan instruksional.
 
Landasan psikologis terutama berkaitan dengan psikologi/teori belajar (psychology/theoryof learning) dan psikologi perkembangan (developmental psychology). Psikologi belajarmemberikan kontribusi dalam hal bagaimana kurikulum itu disampaikan kepada siswadan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Dengan kata lain, psikologi belajarberkenaan dengan penentuan strategi kurikulum. Sedangkan psikologi perkembangan
 
diperlukan terutama dalam menentukan isi kurikulum yang diberikan kepada siswa agartingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan taraf perkembangan siswa tersebut.
 
Landasan sosiologis dijadikan sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkandalam pengembangan kurikulum karena pendidikan selalu mengandung nilai atau normayang berlaku dalam masyarakat. Di samping itu, keberhasilan suatu pendidikandipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dankekayaan budayanya yang menjadi dasar dan acuan bagi pendidikan/kurikulum. Ilmupengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai produk kebudayaan diperlukan dalampengembangan kurikulum sebagai upaya menyelaraskan isi kurikulum denganperkembangan dan kemajuan yang terjadi dalam dunia iptek.
 
Kegiatan Belajar 2:Prinsip, Pendekatan, dan Langkah-langkah dalam PengembanganKurikulumRangkumanSetiap pengembangan kurikulum, selain harus berpijak pada sejumlah landasan, jugaharus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Dengan adanya prinsiptersebut, setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehinggadalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telahdisepakati.
 
Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi,fleksibilitas, kontinuitas, serta efisiensi dan efektivitas.
 
Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan, isi, strategi, danevaluasi. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki gurudalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan programpendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Prinsip kontinuitas berkenaandengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolahserta antartingkatan kelas. Prinsip efisiensi dan efektivitas berkenaan denganpendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal.
 
Sementara itu, prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkankurikulum berbasis kompetensi, antara lain: prinsip keimanan, nilai dan budi pekertiluhur, penguasaan integrasi nasional, keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinetika,kesamaan memperoleh kesempatan, abad pengetahuan dan teknologi informasi,pengembangan keterampilan hidup, berpusat pada anak, serta pendekatan menyeluruhdan kemitraan.
 
Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalampengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pada dasarnya merupakan penjabarandari empat prinsip umum pengembangan kurikulum.
 
Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum, yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalampengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Thika Cutee liked this
Sarif Hidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->