Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Republika, Jumat, 1 Juli 2011

Republika, Jumat, 1 Juli 2011

Ratings: (0)|Views: 992 |Likes:
Published by ruhimat

More info:

Published by: ruhimat on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

 
Wulan Tunjung Palupi,Teguh Firmansyah
Menakertrans tidakkhawatir.
RIYADH — Perundinganantara Pemerintah Arab Saudidengan Pemerintah Indonesiadan Filipina mengenai nasibpekerja domestik atau pemban-tu rumah tangga (PRT) mene-mui jalan buntu. Akhirnya,Arab Saudi memutuskan untukmenghentikan pemberian visakerja bagi tenaga PRT asal ke-dua negara itu.Menurut Kementerian Tena-ga Kerja Saudi, kebijakan itudiambil akibat berbagai persya-ratan yang ditetapkan Indonesiadan Filipina dalam rekrutmentenaga kerja domestik dinilaiSaudi terla lu memberatkan dantidak adil. Kebijakan ini berla-ku mulai 2 Juli besok.Ini berarti sebulan lebih ce-pat dibanding moratorium(penghentian) pengiriman te-naga kerja Indonesia (TKI) olehPemerintah Indonesia mulai 1Agustus. “Keputusan ini ber-samaan dengan upaya kamimembuka kesempatan untukmembawa pekerja domestikdari negara lain,” kata JuruBicara Kementerian TenagaKerja Hattab bin Saleh al-Anzi,seperti dikutip kantor beritaSaudi,
SPA
, Kamis (30/6).Sebagai gantinya, Saudiakan mencari pasokan tenagaPRT dari Kenya, Ethiopia, In-dia, Nepal, Sri Lanka, danBangladesh. Dalam perun-dingan itu, Filipina memintaupah minimum untuk PRT 400dolar AS per bulan.Namun, Saudi hanya mena-warkan 210 dolar AS. Filipinajuga meminta agar para maji-kan di Saudi menjamin kondisikerja yang layak. Ketidakjelas-an UU pekerja di Saudi dinilaiFilipina menyebabkan sering-nya terjadi pelecehan PRT.Sementara itu, perekrut PRT diSaudi juga keberatan denganongkos rekrutmen yangdiminta agen penyalur PRTIndonesia sebesar 10 ribu riyalSaudi atau sekitar Rp 23 juta.Indonesia telah menetapkanmoratorium pengiriman TKI keSaudi menyusul eksekusi matiterhadap TKI Ruyati bintiSatubi di Makkah yang tanpapemberitahuan. Data Peme-rintah Saudi menyebutkan,jumlah TKI di negeri itu men-capai 1,5 juta orang yang seba-gian besar adalah PRT. Jumlahtenaga kerja asal Filipina se-kitar 1,2 juta orang dan hanya15 persennya PRT.Menteri Tenaga Kerja danTransmigrasi Muhaimin Iskan-dar tidak khawatir dengan ke-putusan Saudi ini. Dia bahkanmenilai keputusan Saudi justrusejalan dengan moratoriumpengiriman TKI Agustus nanti.Dia membantah kabar taktercapainya kata sepakat keduapihak karena pembicaraan ma-sih terus berjalan. “Kita belum
clear
, apakah itu pernyataanresmi pemerintah atau hanyapenyelenggara TKI swasta.”Berbeda dengan Indonesia,Atase Tenaga Kerja KedutaanFilipina di Riyadh Albert QValenciano kecewa dengankeputusan Saudi ini. Sepertidikutip
 Arabnews
, Valencianomengaku telah mengirim notaverbal ke Kementerian LuarNegeri Saudi pada 19 Juni laluberisi permintaan digelarnyapertemuan lanjutan. Namun,Saudi tak merespons.
muham-mad hafil
ed:
rahmad budi harto
www.republika.co.id
PENGHENTIAN VISA KERJA TKI
A
bu Hurairah ra mengatakanbahwa Rasulullah SAW ber-sabda, “Sesungguhnya adadosa-dosa yang tidak terhapuskandengan melakukan shalat, puasa,haji, dan umrah.” Para sahabatbertanya, “Lalu, apa yang dapatmenghapuskannya, wahai Rasulul- lah SAW?” Beliau menjawab, “Ber-semangat dalam mencari rezeki.”Semangat dalam bekerja meru-pakan keharusan untuk siapa punyang ingin mendapatkan kesukses-an dan kebahagiaan. Baik sukses didunia maupun akhirat. Begitu pun,dengan orang yang semangat dalambekerja, dia akan meraih kebaha-giaan. Bahagia karena akan menda-patkan impian dan harapannya.Islam sangat menghargai orangyang penuh dedikasi dan loyalitasdalam bekerja. Dalam kondisi apapun, kita harus tetap bersemangatuntuk selalu bergerak menangkappeluang-peluang dan membuka pin-tu-pintu rezeki yang telah disedia-kan-Nya. Allah Maharahman danRahim, Allah pula Mahakaya. Olehkarena itu, kita jangan takut keha-bisan dengan kekayaan di dunia ini.Untuk membuktikan dan meraihanugerah-Nya, Allah SWT menyerukita untuk bergerak dinamis me-nyambut rezeki-Nya. Bukan denganberdiam diri banyak zikir dan ber-doa, atau mengasingkan diri untuksemedi dan lain sebagainya, tetapibergerak terus menciptakan danmembuka peluang. Berdoa harus,tetapi rezeki tidak datang dengansendirinya kalau tidak ditopangdengan berusaha meraihnya. Be-kerja juga merupakan bentuk iba-dah yang kualitasnya sama denganibadah-ibadah lainnya.Dalam surah Al-Jumu’ah [62]:10, Allah SWT berfirman, “Apabilatelah ditunaikan shalat, bertebaran- lah kamu di muka bumi, carilahkarunia Allah dan ingatlah Allah ba-nyak-banyak supaya kamu berun-tung.” Rasulullah SAW bersabda,“Mencari rezeki yang halal adalahwajib sesudah menunaikan yangfardhu (seperti shalat dan puasa).”(HR Thabrani dan Baihaqi).Kalau tidak bergerak dan kerjakeras, hal itu melawan sunatullahdan apa yang pernah dicontohkanRasulullah SAW. Rasul bersabda,“Sebaik-baik manusia dalam mela-kukan pekerjaannya adalah mere-ka yang berusaha semaksimalmungkin dengan mengeluarkankemampuan yang ada dalamdirinya.” Tidak langsung memvonisdiri tidak mampu dan tidakditakdirkan untuk miskin ataugagal.Rasulullah SAW sangatmenyukai orang yang bekerja de-ngan penuh tantangan, ketimbangmudah putus asa atau pasrah ter-hadap usaha yang sedang diker- jakan. Rasulullah SAW pernahmencium tangan Sa’ad bin Mu’adzketika melihat tangan Sa’ad yangkasar karena bekerja keras. “Inilahdua tangan yang dicintai Allah,”kata Nabi Muhammad SAW.Di dalam hadis lain yang diri-wayatkan Imam Al-Bukhari, NabiMuhammad SAW bersabda, “DemiAllah, jika seseorang di antarakamu membawa tali dan pergi kebukit untuk mencari kayu bakar,kemudian dipikul ke pasar untukdijual, itu lebih baik daripada iameminta-minta kepada orang lain,terkadang ia dapat atau terkadangia ditolak.”Sangat disayangkan karenatidak sedikit mental yang tidaksiap bertarung dalam meraih re-zeki-Nya. Mereka ingin mudahdalam meraihnya, salah satunyadengan meminta. Kalau ingin suk-ses, keluarkanlah keringat daribadan sendiri dan berjuanglahuntuk menikmati kerja keras.
hikmah
Oleh
Encep Dulwahab
Semangat Kerja
rehat
Apa sikap pemerin-tah atas penghentianvisa kerja TKI?
Kita sangat berteri-ma kasih kepadaPemerintah Arab Saudi.Ini sebuah bentukrespons langsung dariArab Saudi yang sangatpositif bagi PemerintahIndonesia, terutamabagi moratorium pengiriman TKI yang akanmulai diberlakukan pada 1 Agustus 2011mendatang.
Arab Saudi meng-hentikan pemberianvisa kerja bagi TKI,khususnya sektordomestik atau pekerjarumah tangga. Sikapini menunjukkan apa?
Ini hanya sikap reak-tif dari PemerintahArab Saudi. Sikap inisudah sering dilakukanoleh Pemerintah ArabSaudi, seperti saat 2005 ada penutupan TKIke Saudi selama enam bulan. Yang terjadi,Pemerintah Arab Saudi kembali lagi mencaritenaga kerja asal Indonesia.
:: pro kontra ::
Baca selengkapnya di hlm 10
BONUS
12 HALAMAN
JUMHUR HIDAYAT
KEPALA BNP2TKI
Ini Sangat Positif
RUSDI BASALAMAH
SEKJEN APJATI
Saudi Hanya Reaktif
JUMAT, 1 JULI 2011
29 RAJAB 1432 H
NOMOR 170/TAHUN KE-19
Rp 2.900 / 28 Halaman
LUAR P JAWA Rp 4.000 DITAMBAH ONGKOS KIRIM
MAHAKA MEDIA
IKLAN:
Telp: 021 791 84744, Faks: 021 798 1169,e-mail: iklan@republika co.id
SIRKULASI:
Telp 021 791 84746 Faks: 021 79198442 e-mail: sirkulasi@republika co.id
Sakit lupa ingatan Nunun diragukan
Yang jelas
sih 
lupa pulang
Mahasiswa baru UGM wajib naik Transjogja
Berarti haram naik kendaraan pribadi
ya 
?
Anda bisa memberi komentar pro kontra inidi www.republika.co.id
Erdy Nasrul
P
erhelatan Hari Anti-narkoba Internasional(HANI), Ahad (26/6) la-lu, di Monumen Nasional, Jakar-ta, berlangsung semarak. Ribuanorang menyemut di sana.Mereka berasal dari beragamkalangan, mulai dari siswa se-kolah dasar hingga Presiden Su-silo Bambang Yudhoyono. Be-lasan penari ikut memeriahkanacara. Mereka pun meneriakkanseruan antinarkoba.Hampir setiap tahun acaraseperti itu digelar untuk menye-barluaskan ancaman bahayanarkoba. Ancaman yang sejati-nya tak bisa dianggap remeh.Lihat saja data yang ber-sumber dari Badan NarkotikaNasional (BNN). Setiap tahun,prevalensi penyalah guna nar-koba terus meningkat. Jumlah-nya mencapai jutaan orang. Ta-hun ini prevalensi penyalah gu-na narkoba diperkirakan ber- tambah menjadi 2,21 persenatau sekitar 4,02 juta orang.Jika narkoba dibiarkan me-nyebar, BNN khawatir pemakainarkoba akan terus meningkat
Dua Pemakai Narkoba Tewas Setiap Jam
Bersambung ke hlm 11 kol 6-7Bersambung ke hlm 11 kol 1-7
RI, Prancis, dan G20 (Bagian 1)
Indonesia Penting  Bagi Prancis
Atas undangan Kementerian Luar Negeri Prancis,wartawan
Republika 
,
Wachidah Handasah
, pada18-26 Juni 2011 bertemu dengan sejumlah pejabatPrancis. Banyak hal dibahas, mulai dari kepemim-pinan Prancis di G-20, gejolak politik di dunia Arab,hubungan bilateral Prancis-Indonesia, sampai kon-sep
laicite 
(sekularisme Prancis). Berikut laporanpertama kunjungan tersebut.
T
idak seperti sebelumnya, perhatian Pran-cis ke Asia tak lagi hanya tertuju padaJepang, Cina, atau India. Kini, Indonesiapun sudah masuk dalam ‘radar’ Prancis.Di mata Prancis, Indonesia memiliki perandan posisi yang kian penting di panggunginternasional. Secara ekonomi pun Indonesiatak bisa dipandang sebelah mata. FabienFieschi, penasihat teknis urusan strategispada Kantor Perdana Menteri Prancis, secaragamblang mengungkapkan hal itu.’’Indonesia adalah negara berkembangyang sudah mencapai kesuksesan di berbagaibidang,’’ kata Fieschi. Indonesia negara de-ngan kekuatan ekonomi yang besar dan jum-lah penduduk yang juga banyak.Menurut Fieschi, dua hal itu menjadi pasaryang penting. Indonesia, katanya, juga berada
Narkoba Mengebiri Anak Negeri (Bagian 1)
Muhammad Hafil,Teguh Firmansyah
YOGYAKARTA — Mantanbendahara umum Partai Demo-krat Muhammad Nazaruddinakhirnya ditetapkan sebagaitersangka dalam kasus suapSekretaris Menteri Pemuda danOlahraga (Sesmenpora) olehKomisi Pemberantasan Ko-rupsi (KPK) sejak Kamis (30/6).Namun, KPK kesulitan menda-tangkan Nazaruddin yang di-duga masih di Singapura.Sebelumnya, Nazaruddintak pernah menggubris tigakali panggilan sebagai saksiyang dilayangkan KPK dalamkasus tersebut. “Setelah cukupargumen-argumen hukum danalat buktinya, kita tetapkanstatusnya sebagai tersangka,”ujar Ketua KPK Busyro Mu-qoddas di Yogyakarta.Busyro mengimbau Naza-ruddin agar pulang ke Indone-sia secara sukarela. Nazarud-din, katanya, masih muda,mempunyai bisnis dan anakyang masih kecil sehingga lebihindah bila kembali ke TanahAir tanpa paksaan. Dia berha-rap, anggota DPR dari FraksiDemokrat itu tersentuh rasakebapakannya.Mantan ketua Komisi Yu-disial ini mengakui, KPK sulitmenghadirkan Nazaruddin yangkini berada di luar negeri. Ka-rena itu, dia berharap pula, Pre-siden Susilo Bambang Yudho-yono mau turun tangan untukmembuka diplomasi dengan Pe-merintah Singapura. Namun, iabelum berkomunikasi denganPresiden mengenai usulan itu di-sebabkan status tersangka barusaja dikeluarkan.Nazaruddin pergi ke Singa-pura pada 23 Mei 2011 atau se-hari sebelum KPK mengeluar-kan cekal. Dia diduga masih
Rahmat Santosa Basarah,Citra Listya Rini
JAKARTA – Rencana MajelisUlama Indonesia (MUI) mengka-ji fatwa pengharaman bahan ba-kar minyak (BBM) bersubsidi di-konsumsi orang kaya bisa di-maklumi. Ketua DPR MarzukiAlie sepandangan dengan KetuaMUI KH Ma’ruf Amin bahwaBBM bersubsidi hanya untukrakyat miskin, bukan kalanganmampu.“Urusan agama, sebaiknyayang bukan ahlinya tidak usahberkomentar,” kata Marzuki diGedung DPR, Kamis (30/6). Poli-tikus Partai Demokrat ini meng-ingatkan bahwa usulan Ma’rufAmin belum dibahas di MUI.Dia juga menyatakan tak sa-lah pendapat itu disampaikan ji-ka melihat fakta orang kayamenggunakan hak orang miskin.Menurutnya, orang yang meng-ambil hak orang lain itu samadengan orang korupsi. “Orangyang korupsi artinya memakanuang negara. Subsidi ini uangnegara untuk orang tidak mam-pu, tapi dimakan orang mampu.”Karenanya, dia menyerahkankajian fatwa itu kepada MUI danmeminta pihak tak terkait tidakmencampurinya. “Serahkan pa-da MUI, jangan ikut-ikutan,” ka-ta Marzuki.Anggota Badan AnggaranDPR Ecky Awal Mucharammengatakan, urusan pembatasanpenggunaan BBM bersubsidisepenuhnya tanggung jawab
Nazaruddin Tersangka, KPK tak Jemput Paksa
Tak Salah MUI Kaji BBM
REPUBLIKA
 
LA P S U S
COPA
AM E R I CA
Hal 23-26
TRANSPORTASI MASSAL
Ratusan penumpang nekat naik ke atap gerbong kereta rel listrikekonomi di Stasiun Depok Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis(30/6). Sistem transportasi massal berbasis rel dinilai sudahmendesak untuk diterapkan karena mampu mengangkut ribuanorang dalam sekali angkut dan dapat mengurangi emisi karbon.
 Saudi Setop Terima TKI
Bersambung ke hlm 11 kol 1-7Bersambung ke hlm 11 kol 1-5
ADITYA PRADANA PUTRA
 
opini
REPUBLIKA
JUMAT, 1 JULI 2011
2
Iklan “Tidak Terbukti Ada Contekan Massal” (1)
Tidak Jelas dan Mengaburkan Arti Kejujuran
Iklan di
Republika 
Jumat 24 Juni 2011 halaman 8 berjudul “Tidak Terbukti AdaContekan Massal” sungguh sangat mengecewakan. Iklan itu membantah ter- jadinya sontek massal. Bantahan tersebut dibuktikan dengan statistik yang tidak jelas siapa yang membuatnya. Kapan dilakukannya?Bagaimana keabsahan data yang diolah. Tidak jelas pula apakah 60 siswayang direkap jawabannya adalah siswa yang terlibat. Tidak jelas pula siapa yangmemasang iklan tersebut. Iklan ini merendahkan makna sebuah kejujuran danmelecehkannya.
Musphyanto C
Jl Puspa Bangsa Blok W9/3, Taman Cimanggu, Bogor, Jawa Barat
Pencopet Berkedok Pijat Refleksi
Beraksi di Angkutan Kota Ciputat
Modus pencopetan ini saya ketahui setelah HP saya dicopet di angkot D01arah Ciputat. Sasaran pencopet tersebut adalah pengguna angkot kecil yang tidakbanyak penumpang. Ia berpura-pura sebagai pemijit refleksi ala Cina dengan caramenyebarkan brosur tentang pijat refleksi ala Cina. Di dalam brosur tersebut,tidak dicantumkan alamat praktiknya.Setelah brosur disebarkan kepada penumpang, ia melakukan aksinya dengancara memijit kaki dan paha hingga tanpa disadari isi saku dikeluarkan, baikberbentuk HP, uang, dompet, maupun berbagai barang milik yang ada di dalamsaku.Setelah ia berhasil melakukan aksinya, ia buru-buru turun dari angkot terse-but. Maka dari itu, lewat kejadian ini, saya informasikan kepada pengguna jasaangkot agar tetap berhati-hati terhadap modus pencopetan ini.
Ambo Illang
Jl Nurul Huda No 83H, RT/RW 01/04Kampung Utan, Ciputat, Tangerang, Banten
Ada Apa dengan Wahabi? (1)
Mohon Penjelasan KH Imam Ghazali
Membaca berita
Republika 
Senin 6 Juni 2011 mengenai kunjungan pejabatAustralia ke Pondok Pesantren An-Nur pimpinan KH Imam Ghazali Said yangmengungkapkan kepada pejabat tersebut bahwa pondok pesantren yang berafilia-si kepada pesantren Ngruki atau berafiliasi kepada Wahabi di Arab Saudi telahmencetak kader yang “radikal”. Dan beliau juga menyebutkan bahwa tidakdemikian dengan pesantrennya.Saya ingin bertanya apakah pantas seorang Muslim menuduh saudaranya dinon-Muslim demi membela pesantrennya? Bagaimana bila tuduhan tersebutternyata tidak benar? Apakah tidak lebih baik Pak Kiai menjelaskan saja tentangIslam secara benar ketimbang menuduh sesama saudaranya seiman?Kami mohon penjelasan apakah yang dimaksud dengan “radikal” dan apakahyang dimaksud dengan “Wahabi” menurut pandangan Pak Kiai.
Hari Tanjung
Tanjung Barat, Jakarta Selatan
Rencana fatwa haram oleh Majelis Ulama Islam (MUI) tentangbahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menuai banyak tanggapan.Bagaimanapun fatwa selama ini dipercaya sebagai alat manjur yangdigunakan para ulama untuk menjustifikasi suatu perkara tertentu:halal, haram, mubah, dan lain-lain.Alasan MUI akan mengeluarkan fatwa haram cukup masuk akal.Dilihat dari segi hak, subsidi untuk orang miskin tidak etis jikadiambil oleh orang mampu. Sehingga ketika ada orang yangmengambil jatah orang miskin bisa mengarah ke pelanggaran hakasasi manusia (HAM).Rencana fatwa ini memang masih berupa wacana. Apalagi, rencanadikeluarkannya fatwa ini berkaitan dengan langkanya pasokan BBMPremium di beberapa daerah. Salah satu pemicunya adalah tingginyaharga minyak dunia. Bank Dunia sudah memperingatkan adanyaancaman dalam perekonomian Indonesia, yaitu bahaya tingginyasubsidi akibat meroketnya harga minyak dunia.Pemerintah meyakini keberadaan subsidi BBM membuat anggarannegara menjadi boros. Dengan penghematan subsidi, pemerintah bisamengalihkan anggarannya ke bidang lain. Pemerintah juga meyakinisubsidi BBM lebih banyak dinikmati orang kaya.Karena itu, kesalahan sasaran ini bisa diatasi. Pemerintah sebe-narnya sudah membatasi subsidi BBM; BBM bersubsidi hanya diberi-kan kendaraan roda empat (mobil) angkutan umum, kendaraan rodadua (motor), dan kalangan nelayan. Menyikapi masalah ini, sangattidak elok rasanya jika mengaitkan kebijakan pemerintah tentangpolitik dan ekonomi dengan pendekatan agama. Ini akan membuatmasyarakat resah. Persoalan BBM bersubsidi adalah persoalanekonomi, yang cenderung dipolitisasi sehingga jika dikaitkan dengankebijakan agama, penyelesaiannya malah semakin rumit.Masalah subsidi BBM terus bergulir tanpa bisa diselesaikan denganbaik. Sehingga yang dibutuhkan adalah kebijakan dan solusi konkretdari pemerintah, bukan memperlebar persoalan ke mana-manaSaat ini yang dibutuhkan ialah keberanian dan keseriusanpemerintah. Dibandingkan dengan membatasi konsumsi ataupembelian BBM bersubsidi, pemerintah seharusnya menaikkan hargaBBM bersubsidi karena kenaikan harga itu akan mengurangi jumlahsubsidi BBM dan memperkecil perbedaan harga nonsubsidi.Pemerintah juga harus segera merealisasikan program pengalihan(konversi) pemakaian minyak ke gas. Sayangnya, pemerintah tidakserius dalam mengupayakan pengalihan pemakaian BBM ke bahanbakar gas (BBG). Hingga kini, penyiapan dan pembangunaninfrastruktur untuk BBG tidak terlihat.Kita berharap rencana fatwa haram BBM bersubsidi untukkalangan masyarakat mampu harus melalui pendapat dan keinginandari masyarakat. Meskipun fatwa MUI berdasarkan hukum Islam,penjajakan tetap harus dilakukan sehingga fatwa pun tidakkontraproduktif.
I
Tajuk
:: suarapublika ::
Fatwa BBM Bersubsidi
Rifki Ismal PhD
Pemerhati Bank Syariah
B
eberapa pengamatperbankan syariahdomestik dan inter -nasional ada yangmemandang sebe -lah mata industri perbankansyariah Indonesia. Setidaknyaada tiga sebab yang melahirkanpandangan tersebut. Pertama,
market share
-nya yang masih
single digit
(kisaran tiga persen)padahal bank syariah telah me -warnai industri perbankan na -sional selama dua dekade ter-akhir. Apabila dibandingkandengan Malaysia,
market share
industri perbankan syariah disana telah mencapai kuranglebih 20 persen sejak berdirinyalembaga keuangan syariah per -tama (tabung haji) pada 1983lalu.Kedua, produk-produk per-bankan syariah dan instru-men-instrumen pasar keuang-an syariah Indonesia tidak se-beragam dan sekomplet Ma-laysia atau negara-negara Ti-mur Tengah. Ketiga, jumlahbank syariah dan unit usahasyariah yang masih terbatas(11 bank syariah dan 23 unitusaha syariah) jika dibanding-kan jumlah bank konvensionalsehingga aktivitas penarikandana nasabah dan penyalurandana kepada pengusaha belumbegitu optimal. Kondisi inipunberdampak kepada aktivitas
trading
di pasar keuangan sya-riah dan pasar modal syariahyang tidak begitu aktif.Apakah pandangan sebelahmata tersebut cukup berdasar?Apakah memang industri per-bankan syariah Indonesia be-gitu tertinggal dan tidak ber-kembang selama dua dekadeterakhir? Tulisan ini mencobamenganalisis dan menjelaskannilai lebih industri perbankansyariah Indonesia dibanding- kan industri perbankan sya-riah Malaysia dan negara-ne-gara Timur Tengah. Paling ti-dak, analisis terhadap tiga pe-nyebab pandangan miring se-bagian pengamat perbankansyariah di atas.
Market share
perbankansyariah Indonesia memang ma-sih
singledigit
, namun hal ini,antara lain, dilatarbelakangioleh beberapa hal. Pertama,masyarakat Indonesia belumsepenuhnya merealisasikandukungannya kepada per-bankan syariah. Survei-surveikepada nasabah perbankanyang dilakukan Bank Indone-sia sejak 2000 hingga 2009,sur vei nasabah perbankanyang dilakukan oleh Mars,Markplus, universitas, dll jugamengabarkan bahwa hampirsemua masyarakat Indonesiamendukung sepenuhnya ideperbankan syariah.Namun demikian, merekaternyata nasabah yang cukuprealistis. Interaksi yang tinggibaru akan mereka lakukan apa-bila bank syariah setidaknyatelah mencapai dua kondisi,yaitu fasilitas dan layanan per-bankan yang komplet serta bagihasil yang kompetitif dengansuku bunga. Pada kenyataan-nya, bank syariah Indonesia ba- ru berkembang dan butuh wak-tu untuk mempunyai fasilitasdan layanan yang sama kom-pletnya dengan perbankan kon-vensional. Selain itu, ketika su-ku bunga simpanan naik, bagihasil (
revenuesharing
) tidak da-pat serta-merta naik apalagi ke-tika sektor riil mendapatkan te-kanan ekonomi.Namun demikian, patutdicatat bahwa pertumbuhanindustri perbankan syariahIndonesia adalah yang terting-gi di dunia. Rata-rata pertum-buhan industri perbankansyariah Indonesia dalam limatahun terakhir mencapai 38persen dan tahun 2010 lalupertumbuhannya mencapai 47persen. Angka ini jauh melam-paui rata-rata pertumbuhanindustri perbankan syariahdunia yang hanya berkisar 10-20 persen per tahun.Kedua, industri perbankansyariah Indonesia baru me-manfaatkan dana-dana publikdan belum sepenuhnya menge-lola dana-dana pemerintah.Apabila Pemerintah Indonesiasetidaknya melakukan tigakebijakan strategis untuk men-dukung perbankan syariah, in-dustri perbankan syariah Indo-nesia berpotensi mempunyai
market share
yang lebih besardaripada Malaysia atau nega-ra-negara Timur Tengah.Kebijakan pertama, menye-rahkan sepenuhnya pengelo-laan dana haji yang jumlahnyatidak kurang dari Rp 34 triliunper tahun (Rp 26 triliun dari ja- maah yang siap berangkat dansisanya dana jamaah yang ma-sih
waiting list
) kepada bank-bank syariah. Ini juga termasukdana-dana Ziswaf (zakat, infak,sedekah, dan wakaf) yang seba-gian masih dikelola oleh bank-bank konvensional.Kebijakan kedua, memper-cayakan pengelolaan sebagianbesar dana-dana perusahaanBUMN kepada bank syariah.Aset pemerintah di perusahaanBUMN bernilai kurang lebih Rp2.476 triliun dan hanya seba-gian kecil yang dikelola olehbank-bank syariah. Apabila se-mua dana haji, dana Ziswaf,dan minimal 10 persen dari to-tal aset BUMN dikelola olehbank syariah, total aset industriperbankan syariah akan me-lompat empat kali lipat dalamwaktu singkat dari posisi Rp100,2 triliun pada akhir 2010.Kebijakan ketiga adalahmengonversi minimal satu dariempat bank BUMN menjadibank syariah. Total aset empatbank BUMN pada akhir 2010mencapai Rp 1.114 triliun ataumenguasai 37 persen dari totalaset perbankan nasional. Kon-versi dari minimal satu bankBUMN menjadi bank syariahkembali akan mendorong
mar-ket share
bank syariah secarasignifikan.Di Malaysia maupun di Ti-mur Tengah, dukungan peme-rintah terhadap bank syariahsangat besar, antara lain, ditan-dai oleh dikelolanya dana hajidan sejumlah dana pemerintahlain oleh bank-bank syariah.Bahkan di Malaysia, semua da-na pemerintah ditempatkan dandikelola oleh bank syariah.Produk-produk perbankandan instrumen keuangan sya-riah di Malaysia dan negara-negara Timur Tengah didomi-nasi oleh akad
bay al innah,bay al dayn, bay al arbun, bayal wafa
dan
tawaruq
yang kon-troversial. Bahkan, Islamicscholar kontemporer yang me-rupakan
 founding fathersIslamic finance
seperti DrUmer Chapra dan Dr Nejatul-lah Siddiqui mengharamkanakad-akad tersebut.Artinya, industri perbankansyariah di Malaysia dan nega-ra-negara Timur Tengah tum-buh dan berkembang dari pe-nerapan akad-akad syariahyang tidak 100 persen
shariacompliance
. Bahkan, SyeikhTaqi Usmani (AAOIFI) pernahmenyatakan bahwa 80 persensukuk yang beredar di duniatidak
sharia compliance
.Walaupun
marketshare
danvariasi produk dan instrumenkeuangan syariah Indonesiatidak sebesar dan sekompletMalaysia dan negara-negaraTimur Tengah, industri per-bankan syariah Indonesia tum-buh dan berkembang dari pe-nerapan akad-akad yang insyaAllah 100 persen
sharia com- pliant
bahkan
sharia based
.Dewan Syariah Nasional(DSN) cukup ketat dan disiplindalam mengawal perkembang-an industri perbankan syariah,termasuk penggunaan akad-akad syariah.Terakhir, jumlah bank sya-riah di Indonesia memang be-lum sebanyak di Malaysia dannegara-negara Timur Tengah,namun hampir semua banksyariah di Indonesia adalahbank syariah ritel yang menya-lurkan pembiayaan langsungke sektor riil khususnya kepa-da usaha kecil dan menengah(UKM). Sementara itu di Ma-laysia, bank syariah yang me-rupakan
investment banking
jumlahnya cukup banyak danmempunyai aset yang cukupbesar sebut saja HSBC ama-nah, Kuwait Financial House,CIMB Islamic, dll.Sebagai kesimpulan, industriperbankan syariah Indonesiamemang masih belum bisa me-nyamai Malaysia atau negara-negara Timur Tengah. Namundemikian, industri perbankansyariah Indonesia memiliki ni-lai-nilai lebih yang ti dak dimi-liki Malaysia dan negara-nega- ra Timur Tengah. Bahkan, nilai-nilai lebih tersebut menunjuk -kan bahwa Indonesia adalahtolok ukur ideal perkembanganperbankan syariah yang sesuaidengan syariah.
I
Kelebihan Perbankan Syariah RI
(surat pembaca:
suarapublika@rol.republika.co.id
dan
sekretariat@republika.co.id
)
A
khirnya kabar itu mendunia. Ru-yati, tenaga kerja Indonesia (TKI)di Saudi, dihukum pancung. Duapuluh tujuh nama lain sudah danakan menerima nasib sama. Negara takdapat berbuat apa-apa untuk Ruyat. Jikahanya membuat langkah baru, sepertimelakukan moratorium, penghentian se-mentara pengiriman TKI ke Saudi mulaiAgustus nanti tak akan menyelamatkannyawanyaLebih dari sepekan terakhir, kabar ituberputar-putar di Indonesia. Akhirnya,berita tersebut menjadi perhatian mediapenting. Setidaknya oleh
al-Jazirah
. Sta-siun televisi itu membuat liputan panjangtentang para pekerja domestik Indonesiadi Saudi. Sebuah liputan yang bernada pri-hatin. Sejumlah orang diwawancarai olehstasiun TV itu.“Pemerintah Saudi harus bertanggung jawab”, begitu pandangan yang bermun-culan, termasuk dari seorang pakar hakasasi manusia (HAM) Barat. “Tapi, negarapengirim juga harus bertanggung jawab.”Siapa lagi negara itu, kalau bukan kita: In-donesia. Negara yang kalau disorot dariposisi berjarak sungguh sangat paradoks.Ke Saudi, Indonesia menjadi negarapengirim jamaah haji terbanyak. Begitupula jamaah umrahnya. Puluhan bahkanratusan ribu jamaah Indonesia telah mem-beri devisa tak sedikit pada Saudi. Tam-pilan para jamaah itu tak kurangmeyakinkan. Kacamata hitam merek ter-nama dan tas tangan terkenal model mu-takhir juga menjadi atributnya. Merekapun pembelanja paling royal di antarapara jamaah lain dari seluruh dunia.Gaya seperti itu adalah gaya biasabagi banyak istri pejabat tinggi dan go-longan elite lain dari negeri ini. Penampil-an bak selebriti telah menjadi bagianhidupnya. Kalau ke luar negeri harusmengunjungi pusat belanja yang palingbergengsi, bukan ke museum atau pusatperadaban lain. Memborong berlian, tas,sepatu, dan minyak wangi menjadi kege-marannya. Hal-hal tersebut adalah halyang tak dilakukan oleh para istri pejabatSingapura, negara yang jelas-jelas kayaitu.Sementara itu, di rumahnya cenderungbergaya juragan. Hampir semua pekerjaanrumah diserahkan kepada pembantu. Halyang tak terjadi di Barat maupun negaramaju lain. Padahal, kita biasa membayarpembantu sangat rendah. Upah Rp 500ribu di Jakarta buat pembantu masihsangat biasa. Tak pula ada libur buatpembantu. Seolah, kita telah menjadi ma- jikan yang baik untuk mereka.Menjadi pembantu di negeri ini amattidak menjanjikan. Oleh karena itu, paracalon pembantu mulai membidik tujuanlain, yakni ke luar negeri. Mereka belummampu mengejar pekerjaan yang lebihmenjanjikan. Kemiskinan yang beranak-pinak, ledakan penduduk yang tak kun- jung terkendali, membuat mereka pergi kenegara macam Saudi. Negara kaya yangberperadaban rendah hingga sebagianwarganya masih memperlakukan pem-bantu sebagai budak.Bangsa ini belum sungguh-sungguhberusaha mengatasi kemiskinan. Bangsaini tak peduli dengan beranak-pinaknyakemiskinan. Meskipun Alquran surah 4:9 jelas mengingatkan agar tidak “mening-galkan generasi lemah”. Bangsa inibelum tertarik untuk mengangkat marta-bat saudara sebangsanya sendiri. Pem-bangunan ekonomi belum berpusat pada‘pembangunan martabat’ warga. Politiklebih mengarah pada kepentingan untukmemperkaya diri. Maka, jutaan Ruyati punharus rela merendahkan diri untuk im-balan tak berarti di tanah asing.Potret muram seperti itu harus di-akhiri. Sentral pembangunan harusmengangkat bangsa sendiri. Ekonomi danpolitik perlu diarahkan dan didedikasikanuntuk membangun martabat. Bukansekadar buat menuruti logika ekonomidan politik sendiri.Mengangkat martabat bangsa perludimulai dari diri sendiri dan dari lingkung-an sendiri. Sudahkah kita memperlakukanpembantu di rumah dengan baik? Su-dahkah kita membayarnya mendekatiupah minimum regional (UMR) dan mem-berikan hak libur kepada mereka? Su-dahkah kita mencermati penghasilanbawahan kita di kantor?Langkah-langkah kecil demikian akanmembantu kita dan bangsa ini untukmengangkat martabat diri. Bila kita takmengharagi martabat diri dan saudara se-bangsa sendiri, siapa yang akan menghar-gainya? Apakah orang-orang sepertimajikan Ruyati?
I
>>
resonansi
<<
Oleh
Zaim Uchrowi
Memartabatkan Diri
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
nasional
REPUBLIKA
JUMAT, 1 JULI 2011
3
Oleh
Teguh Firmansyah
D
emi Allah, saya bersumpahuntuk diangkat pada jabatan ini .... Bahwa sayaakan senantiasa menjun- jung tinggi sumpah prajurit.”Demikian petikan sumpah LetnanJenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo saatdilantik menjadi Kepala Staf AngkatanDarat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta,Kamis (30/6). Pramono dilantik olehPresiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) yang juga adalah kakak iparnya.Sebagai adik kandung dari istri SBY, AniYudhoyono, wajar jika isu nepotismeterkait pengangkatannya menggantikanGeorge Toisutta merebak. Soal nepotismeini, Pramono menanggapi dengan dingin.“Tapi, kalau nepotisme, saya serahkanpenilaian saya kepada atasan saya,Panglima TNI (Laksamana AgusSuhartono), KSAD (Jenderal GeorgeToisutta). Jadi, itu ada mekanismenyasendiri,” ujar Pramono, seusai pelantikan.Setelah terpilih menjadi KSAD, Pramonoberjanji akan melanjutkan program yangsudah berjalan selama ini. Program itu,antara lain, meningkatkan alat utama sis-tem persenjataan (alutsista). Selain itu,peningkatan kualitas sumber daya manu-sia untuk mengimbangi teknologi yangdigunakan, juga menjadi program andalanPramono. “Bagaimana membangun tentaraIndonesia itu yang profesional dan dicintairakyat,” ujar lulusan Akabri 1980 ini.Disinggung soal kemungkinan diadicalonkan sebagai calon presiden 2014,Pramono tidak menjawabnya secara tegas.Baginya, yang terpenting adalah fokus mem-bangun TNI AD secara profesional. “Sayabelum menjalankan tugas
nih
. Dukung ya.”Pramono Edhie Wibowo merupakanputra mantan komandan Resimen PasukanKhusus Angkatan Darat (RPKAD, kiniKopassus), almarhum Sarwo EdhieWibowo. Lahir di Magelang pada 5 Mei1955, Pramono pernah menjadi ajudanmantan presiden Megawati Soekarnoputri.Pramono juga pernah menjabat sebagaiKomandan Jenderal Komando PasukanKhusus (Danjen Kopassus) pada 2008-2009. Lulusan terbaik Akademi Militerangkatan 1980 itu juga sempat mendu-duki posisi Pangdam Siliwangi di JawaBarat pada 2009, sebelum menjabatsebagai Pangkostrad pada 2010.Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasa-nuddin menilai, Pramono memiliki rekam jejak karier militer yang cemerlang. Hasanud-din menilai, Pramono layak menjabat KSAD.Menurut dia, tak sembarang tentara bisameraih jabatan penting di matra AD. “Di luardia saudara Pak SBY, Pak Pramono layakmenjabat KSAD,” ujar Hasanuddin.Wakil Ketua DPR Pramono Anungmenganggap, wajar jika banyak pihakmengaitkan keterpilihan Pramono sebagaiKSAD lantaran ipar SBY. Pramono men-yarankan, KSAD yang baru dapat men- jawab kecurigaan publik itu dengan kinerjayang baik.“Kalau dibanding yang lain, yangbersangkutan kariernya jauh lebih lancar,tapi harus diakui karakternya yang seder-hana.”
c13/c41
ed:
andri saubani
Saatnya Pramono Menjawab Kecurigaan
Esthi Maharani
Andi Nurpatimembantah meneri-ma langsung suratdari MK.
JAKARTA — Panitia Kerja(Panja) Mafia Pemilu DPR,Kamis (30/6), mengungkap ke-janggalan surat MahkamahKonstitusi (MK) untuk KomisiPemilihan Umum (KPU) terkaitsengketa pemilu. Surat MK yangbelakangan dipalsukan itu ada-lah surat bernomor 112 tentangdaerah pemilihan Sulawesi Se-latan (dapil Sulsel) I dan surat113 tentang kesalahan namacaleg dapil Sumatra Selatan.“Aneh, karena surat 113 barudibuat pada 17 Agustus 2009,”kata Wakil Ketua Komisi II,Taufik Effendi, Kamis (30/6).Kejanggalan dua surat MKterungkap saat staf Ketua KPKKhairul Aman memberikan ke-terangan. Di hadapan panja,Khairul menerangkan, suratbernomor 112 dan 113 sudahada di meja ketua KPU sejak 15Agustus 2009. Dua surat MK itutertanggal 14 Agustus 2009.Khairul menambahkan, keduasurat yang dikirimkan lewatfaksimile itu telah distempel danditandatangani oleh paniteraMK. “Sampai sekarang saya ti-dak tahu siapa yang meletakkansurat itu di meja (Ketua KPU).Yang jelas, langsung saya arsip-kan karena penting,” kata Khai-rul.Kejanggalan semakin men-jadi ketika muncul dua suratserupa tertanggal 17 Agustus2009. Dua surat itu juga berno-mor 112 dan 113 dengan perihalyang sama seperti surat yangdikirimkan sebelumnya lewatfaksimile. Bedanya, surat terse-but tidak distempel.Saat Panja Mafia Pemilumengonfirmasi kepada paniteraMK, salah satu panitera NallomKurniawan menegaskan, MKhanya mengirimkan surat kepa-da KPU tertanggal 17 Agustus2009. Surat itu dikirim kepadaKPU setelah melalui konsultasidengan Ketua MK. Hal senadadiungkapkan mantan paniteraMK Zaenal Arifin. Menurutnya,dia tidak pernah mengirim suratlewat faksimile seperti yang di-terangkan Khairul.Dia menjelaskan, pada 14Agustus 2009, hanya membuatdraf nota dinas. Isinya kuranglebih mengenai jawaban ataspertanyaan KPU, yakni penje-lasan sesuai amar putusan MK.Saat itu, ia meyakini tidak per-nah membuat surat jawabanresmi untuk KPU, apalagi me-nandatanganinya. “Seingat sa-ya, tanda tangan itu baru dila-kukan pada17 Agustus 2009.Kalau surat pada14 Agustus sa-ya tidak tahu,” kata Zaenal saatdikonfrontasi pimpinan panja.
Pengakuan Andi
Mantan anggota KPU AndiNurpati mengakui pernah diper-lihatkan surat MK tertanggal 17Agustus 2009 oleh mantan jurupanggil MK Masyhuri Hasan.“Ya, (ditunjukkan) dia ingin me-nitip. Tapi, saya belum lihat su-ratnya,” kata Andi kepada Pan-ja Mafia Pemilu DPR.Surat yang dimaksud, yaknisurat MK bernomor 112 dan 113tentang sengketa hasil pemiluyang belakangan dipalsukan.Namun, Andi membantah me-nerima dan membuka surat ter-sebut.“Sopir (Hary Almavintomo)saya yang menerima,” kata An-di. Andi menambahkan, ia me-merintahkan Hary untuk me-nyerahkan surat itu ke stafpimpinan KPU. Kepada panja,Andi enggan memberikan kro-nologis munculnya surat palsuMK itu.Soal penyerahan surat MKini, panitera MK Nallom Kur-niawan menyatakan, Andi sem-pat membuka surat dalam mapmerah putih itu. Nallom memas-tikan, surat diserahkan kepadaAndi di kantor JakTV. “Andisaat itu mengatakan, ‘Kalau di-kabulkan, mengapa tidak dime-nangkan’,” kata Nallom meni-rukan.
ed:
andri saubani
Panja Bongkar Kejanggalan Surat MK
PELANTIKAN KSAD
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (tengah) bersalam komando denganpejabat lama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta (kiri)dan KSAD Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo seusai acara pelantikan KSAD di IstanaNegara, Jakarta, Kamis (30/6).
PENUHI PANGGILAN
Mantan anggota KPU Andi Nurpati berjalan menuju ruang Komisi II DPRsaat akan memberi keterangan kepada Panja Mafia Pemilu di gedungDPR, Jakarta, Kamis (30/6). Andi membantah telah menerima surat dariMahkamah Konstitusi (MK) pada 17 Agustus 2009 lalu.
TAHTA AIDILLA
A Syalaby Ichsan,Bilal Ramadhan
JAKARTA — KejaksaanAgung (Kejakgung) akhirnyamengakui adanya nama ter-sangka dalam Surat Pemberi-tahuan Dimulainya Penyidikan(SPDP) dalam kasus pemalsuansurat Mahkamah Konstitusi(MK). SPDP dikirim Mabes Polrike Kejakgung pada Senin(27/6) lalu.“Tersangka atas namaMasyhuri Hasan dan kawan-kawan,” ungkap Kepala PusatPenerangan Hukum Kejakgung,Noor, di kantornya, Kamis(30/6).
Masyhuri merupakan man-tan juru panggil MahkamahKonstitusi yang sebelumnyamemang disebut-sebut terlibatdalam praktik pemalsuan suratMK tertanggal 14 Agustus2009. Surat palsu itu terkaitdengan putusan MK soal seng-keta hasil pemilu di daerahpemilihan Sulawesi Selatan(Dapil Sulsel) I. Masyhuri diber-hentikan dari jabatan jurupanggil MK pada awal 2010.Noor menjelaskan saat inipihaknya belum mengetahuisiapa orang-orang yang jugaditetapkan sebagai tersangkaselain Masyhuri Hasan. Menu-rutnya, hal tersebut sepenuh-nya bergantung pada keleng-kapan berkas yang disampai-kan oleh penyidik usai penyera-han SPDP bernomor B 63/VI/-2011 dit pidum tertanggal 27Juni 2011. “Itu bergantunglama penyidikannya,” jelasnya.
Wakil Jaksa Agung Darmonomenambahkan, tidak ada keje-lasan dalam SPDP mengenaiberapa jumlah tersangka yangsudah ditetapkan penyidik Polri.Dalam SPDP, tuturnya, Polrihanya mencantumkan namatersangka dengan inisial MHdan kawan-kawan. Pasal yangdituduhkan penyidik kepada MHadalah pasal 263 KUHP ten-tang pemalsuan dokumen.
Pekan lalu, SekretarisJenderal MK Djanedri Gafarmengungkapkan, peranMasyhuri dalam praktik pemal-suan surat MK. MenurutDjanedri, Masyhuri diketahuiterlibat dalam upaya pemal-suan surat MK dengan upayamembujuk Panitera MK ZainalArifin Husein untuk memasuk-kan redaksional “penambahansuara” dalam surat putusanMK. Permintaan Hasan ditolakZainal yang mengetahui putus-an Ketua MK menyatakan tidakada penambahan suara padaDapil Sulsel I.
ed:
andri saubani
Bekas Juru Panggil MK Jadi Tersangka
WIDODO S JUSUF/ANTARA

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Icha Momon liked this
Okky de la Vega liked this
Dessi Sidabutar liked this
Ibnu Junior liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->