Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Ratings: (0)|Views: 338|Likes:
Published by endangcux

More info:

Published by: endangcux on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2011

pdf

text

original

 
Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Posted by Admin KeuLSM  on January 28, 2010 in Akuntansi, Artikel|20 Comments
Penyusutan (depresiasi) merupakan salah satu konsekwensi atas penggunaan aktiva tetap, dimana aktiva tetap akanmengalami ke-aus-an atau penurunan fungsi.
Apa Itu Penyusutan (depresiasi) aktiva tetap ?
 Logika umum : Penyusutan merupakan cadangan yang nantinya digunakan untuk membeli aktiva baru untukmenggantikan aktiva lama yang sudah tidak produktif lagi .Bandingkan dengan yang dibawah ini :Logika Akuntansi : Penyusutan (Depreciation) adalah Harga Perolehan Aktiva Tetap yang di alokasikan ke dalamHarga Pokok Produksi atau Biaya Operasional akibat penggunaan aktiva tetap tersebut.atau ; Cost/Exepenses yang diperhitungkan (dibebankan) dalam Harga Pokok produksi atau biaya operasional akibatpengunaan aktiva di dalam proses produksi dan operasional perusahaan secara umum.
Pencatatan (Jurnal) Atas Penyusutan :
 Bentuk Jurnalnya :[-Debit-]. Depreciation = xxxx[-Credit-]. Accumulated Depreciation = xxxxSaat pencatatan :Biasanya dicatat (dibukukan) pada saat penutupan buku (entah : akhir bulan, akhir kwartal, akhir tahun buku).Besar-nya :Dicatat sebesar nilai penyusutannya, tergantung berbagai faktor (lebih rincinya, lanjutkan ke sub pokok bahasanberikut ini«).
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan
 1.
Harga Perolehan (Acquisition Cost)
Harga Perolehan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan. Mengenai ³HargaPerolehan´ telah kita bahas secara rinci pada artikel sebelumnya, yang belum membaca, silahkan [-baca-]2.
Nilai Residu (Salvage Value)
 Merupakan taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual pada saatpenarikan/penghentian (retirement) aktiva. Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya suatu aktiva tidak memilikinilai residu karena aktiva tersebut tidak dijual pada masa penarikannya alias di jadikan besi tua, hingga habisterkorosi. Tentu saja ini tidak dianjurkan, alangkah bagusnya jika di daur ulang.3.
Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)
Sebagian besar, aktiva tetap memiliki 2 jenis umur, yaitu :
 
- Umur fisik : Umur yang dikaitkan dengan kondisi fisik suatu aktiva. Suatu aktiva dikatakan masih memilikiumur fisik apabila secara fisik aktiva tersebut masih dalam kondisi baik (walaupun mungkin sudah menurunfungsinya).- Umur Fungsional : Umur yang dikaitkan dengan kontribusi aktiva tersebut dalam penggunaanya. Suatu aktivadikatakan masih memiliki umur fungsional apabila aktiva tersebut masih memberikan kontribusi bagiperusahaan. Walaupun secara fisik suatu aktiva masih dalam kondisi sangat baik, akan tetapi belum tentumasih memiliki umur fungsional. Bisa saja aktiva tersebut tidak difungsikan lagi akibat perubahan model atasproduk yang dihasilkan, kondisi ini biasanya terjadi pada aktiva mesin atau peralatan yang dipergunakan untukmembuat suatu produk. Atau aktiva tersebut sudah tidak sesuai dengan jaman (not fashionable), kondisi inibiasanya terjadi pada jenis aktiva yang bersifat dekoratif (misalnya : furniture/mebeler, hiasan dinding, dsb).Dalam penentuan beban penyusutan, yang dijadikan bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasadikenal dengan umur ekonomis.4.
Pola Penggunaan Aktiva
Pola penggunaan aktiva berpengaruh terhadap tingkat ke-aus-an aktiva, yang mana untuk mengakomodasisituasi ini biasanya dipergunakan metode penyusutan yang paling sesuai.
Metode-metode Penyusutan (Depreciation Method)
  Ada berbagai metode penyusutan, hanya beberapa metode saja yang biasa dipergunakan.Berikut adalah 2 metode penyusutan yang paling banyak dipergunakan, karena paling mudah dan paling relevandengan perlakuan akuntansi.
1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
 Konsep dasarnya :Metode ini menganggap aktiva tetap akan memberikan kontribusi yang merata (tanpa fluktuasi) disepanjang masapenggunaannya, sehingga aktiva tetap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama dari periode ke periodehingga aktiva diarik dari penggunaannya.Metode ini termasuk yang paling luas dipakai. Untuk penerapan ³Matching Cost Principle´, metode garis lurusdipergunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volumeproduk/jasa yang dihasilkan. Misalnya : bangunan, peralatan kantor.Formula :
 
  Atau dengan menggunakan rate prosentase, dengan formula :Contoh Kasus :Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 1 Januari 2007 dengan harga Rp 8,000,000 ditaksir memiliki umur ekonomis 8tahun, dan apabila nanti ditarik diperkirakan besi tuanya dapat dijual seharga Rp 150,000. Tambahan informasi :Perusahaan menggunakan metode garis lurus.Beban penyusutan untuk tahun 2007, dihitungan dengan cara :Depreciation Cost = 12/12 x [(Rp 8,000,000-150,000) : 8] = Rp 981,250,-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->