Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keunikan Diri Remaja

Keunikan Diri Remaja

Ratings: (0)|Views: 283 |Likes:
Published by Bustanoel

More info:

Published by: Bustanoel on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

 
GENERASI BANGSA DAN SEKS BEBAS
A.
Keunikan Diri Remaja
Berbicara tentang remaja memang selalu menarik perhatian semua kalangan. Tidak hanya karena remaja merupakan sosok unik ketika melewati fase perubahan fisik namun juga dari perubahan non fisik yang penuh gejolak, potensi dan kedinamisan.Remaja laki-laki dengan perubahan suara, adanya jakun, atau mulai tumbuhnya — maaf— payudara pada perempuan menunjukkan adanya perubahan fisik. Sedangkan perubahan non fisik meliputi kelabilan emosi, perkembangan jiwa, dan pembentukankarakter yang sering ditemui dari gejala yang ditunjukkan dalam perilakunya. Pakar  psikologi mengatakan fase ini dikenal dengan proses pencarian jati diri dan pemahaman diri, penjajakan peranan dan kedudukannya dalam lingkungan.Dalam proses pencarian jati diri ini, remaja membutuhkan kemandirian yang menurutSutari Imam Barnadib meliputi: “Perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasihambatan/masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiritanpa bantuan orang lain.” Ada suatu dorongan yang kuat untuk terlepas dariketergantungan dengan orang tua , keinginan dihargai sebagai orang dewasa danmempunyai hak terhadap dirinya dalam berkeputusan.serta bertanggung jawabterhadap setiap perbuatannya.Masa remaja adalah masa pembelajaran. Meskipun remaja mendapatkan kesempatanmengembangkan potensi diri namun tetap memerlukan bekal, bimbingan dan pengarahan orang tua, pendidik serta dukungan lingkungan yang kondusif.Membekali mereka dengan pemahaman sebuah konsep hidup yang benar sangatdiperlukan dalam proses pencarian jati diri. Dengan bimbingan, membentuk remajamerasa percaya diri karena secara kemampuan mereka belum teruji dalammenghadapi tantangan hidup. Keterlibatan orang tua, pendidik dan lingkungannyadalam memberikan pengarahan akan membentuk kesiapan mentalnya karena secarakejiwaan remaja masih labil, mudah kebingungan ketika mengalami kesulitan dankegagalan menjalani hidupnya.B.
Bahaya Sex Bebas Pada Remaja
Remaja atau kawula muda adalah harapan bangsa. Di pundak mereka, masadepan dan cita-cita bangsa ini dipertaruhkan. Mereka dididik agar mengenal bangku sekolah, tahu sopan santun, bermoral, beragama, peduli lingkungan, peduli masa depan, dan segudang nilai-nilai positif lain. Tapi sebagaimana remaja umumnya,mereka tak lepas dari keceriaan dunia remaja yang diakrabinya. Dalam batas wajar, masaremaja sering meninggalkan kesan manis. Sekadar mejeng di mal memang bukan barangharam. Tapi tak sedikit di antara mereka yang "berjalan" terlalu jauh. Mereka menjadi lepaskendali. Buntutnya adalah kebablasan. Misalnya terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau,ekstasi, dan pil-pil setan lain. Tak sedikit pula di antara mereka yang kemudian hamil di luar nikah akibat sex bebas (free sex). Jalan pintas lewat aborsi pun dilakukan, untuk melenyapkan jabang bayi yang belum mereka kehendaki. Jika sudah begitu, orangtua bakal mengurut dada.
1
 
Salah bunda mengandung? Kurang perhatian? Terlalu dimanjakan? Atau karena pengaruh budaya Barat yang menghalalkan berpacaran tanpa batas hingga budaya kumpul kebo?Disalah satu harian ibukota tertanggal 22 Desember 2006 ketua PerhimpunanKeluarga Berencana Indonesia (PKBI) dalam salah satu kesempatan mengatakan bahwa 15%remaja Indonesia yang berusia 10-24 tahun telah melakukan hubungan sexual diluar nikah.Sementara itu United Nation Population Fund (UNPF) dan Badan Koordinasi KeluargaBerencana Nasional (BKKBN) mensinyalir jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta pertahunnya, dengan 20% diantaranya dilakukan oleh para remaja. Catatan akhir tahun2002 Polda Metro Jaya melaporkan terjadinya peningkatan kasus perkosaan di DKI jaya dari89 kasus pada tahun 2001 menjadi 107 kasus (kenaikan 20%) pada tahun 2002. Data di atasmenunjukkan kian maraknya sex bebas (free sex) di masyarakat kita terutama kaum remaja.Para ustad, pendidik, orangtua, tenaga medis, pejabat, dan siapa saja yang merasa prihatin telah lama meneriakkan kecemasan mereka terhadap menggejalanya kebebasan seksdi kalangan remaja. Kecemasan mereka memang beralasan dan memperoleh pembenaran dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia. Di tahun 1987, misalnya, tim dariFakultas Psikologi Universitas Indonesia meneliti perilaku seks di kalangan siswa sekolahlanjutan tingkat atas (SLTA) di Jakarta dan Banjarmasin. Sebanyak 2% dari total respondenmenyatakan pernah bersanggama (koitus). Yang berciuman, meraba-raba, atau berpelukansambil meremas-remas bagian tubuh tertentu (petting) lebih banyak lagi. Kemudian, April1995, tim dari Universitas Diponegoro, Semarang, dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah jugameneliti perilaku seks di kalangan siswa SLTA. Tim menyimpulkan, sekitar 10% dari600.000 siswa SLTA di Jawa Tengah pernah melakukan hubungan intim atau sanggama.Ada beberapa sebab yang dapat dijadikan alasan merebaknya "wabah mengerikan"ini, di antaranya adalah1. Pengaruh Negatif Media MassaMedia masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangansemakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegenseks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai Islami. Hal ini diperparahlagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara danwaktu yang memungkinkan kawula muda mengakses hal-hal yang bisa meningkatkannafsu seks. Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnyaremaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).2. Lemahnya KeimananHampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu akan bebandosayang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' danmenjadikan
2
 
nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka.3. Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai agama.4. Lemahnya pengawasan orang tua.5. Salah dalam memilih temanDampak dari sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi1. Bahaya Fisik Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS) dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki.PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melaluihubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubunganseksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bilatidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi,seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.Penyakit klamin yang dapat terjadi adalah kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis),herpes genitalis, limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis,kutil kelamin dan sebagainya. Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada diluar tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:
 berupa bintil-bintil berisi cairan,
lecet atau borok pada penis/alat kelamin,
luka tidak sakit; keras dan berwarna merah pada alat kelamin,
adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin,
rasa sakit yang hebat pada saat kencing,
kencing nanah atau darah yang berbau busuk,
 bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari. Jika adagejala, biasanya berupa antara lain:
rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual,
rasa nyeri pada perut bagian bawah,
 pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dankemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya,
keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal,
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Etha Part II liked this
Nur Kholiq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->