Sebagaimana termaktub dalam Undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang Pokok-pokok Kesehatan, bahwa setiap warga berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan yang berupa pencegahan dan pemberantasan penyakit, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihankesehatan, penerangan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat (Siregar, 2001).Upaya perbaikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, yaitu pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, penyediaanair bersih, penyuluhan kesehatan serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, perlindunganterhadap bahaya pencemaran lingkungan juga perlu diberi perhatian khusus (Said dan Ineza, 2002).Rumah sakit merupakan sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatandan dapat dimanfaatkan pula sebagai lembaga pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Pelayanankesehatan yang dilakukan rumah sakit berupa kegiatan penyembuhan penderita dan pemulihankeadaan cacat badan serta jiwa (Said dan Ineza, 2002).Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair, padat dan gas.Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakityang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit. Unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumahsakit (termasuk pengelolaan limbahnya), yaitu (Giyatmi. 2003) :
y
Pemrakarsa atau penanggung jawab rumah sakit.
y
Pengguna jasa pelayanan rumah sakit.
y
Para ahli, pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran.
y
Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana dan fasilitas yang diperlukan.Upaya pengelolaan limbah rumah sakit telah dilaksanakan dengan menyiapkan perangkat lunaknyayang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-kebijakan yang mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan di lingkungan rumah sakit. Di samping itu secara bertahapdan berkesinambungan Departemen Kesehatan mengupayakan instalasi pengelolaan limbah rumahsakit. Sehingga sampai saat ini sebagian rumah sakit pemerintah telah dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan limbah, meskipun perlu untuk disempurnakan. Namun harus disadari bahwa pengelolaanlimbah rumah sakit masih perlu ditingkatkan lagi (Barlin, 1995).
1.2.
Peranan Rumah Sakit Dalam Pengelolaan Limbah
Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yangmeliputi pelayanan rawat jalan, rawat nginap, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik dan nonmedik yang dalam melakukan proses kegiatan hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial, budaya dan dalam menyelenggarakan upaya dimaksud dapat mempergunakan teknologi yangdiperkirakan mempunyai potensi besar terhadap lingkungan (Agustiani dkk, 1998).Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat membahayakan kesehatan masyarakat, yaitu limbah berupa virus dan kuman yang berasal dan Laboratorium Virologi dan Mikrobiologi yang sampai saatini belum ada alat penangkalnya sehingga sulit untuk dideteksi. Limbah cair dan Iimbah padat yang berasal dan rumah sakit dapat berfungsi sebagai media penyebaran gangguan atau penyakit bagi para petugas, penderita maupun masyarakat. Gangguan tersebut dapat berupa pencemaran udara, pencemaran air, tanah, pencemaran makanan dan minunian. Pencemaran tersebut merupakan agenagen kesehatan lingkungan yang dapat mempunyai dampak besar terhadap manusia (Agustiani dkk,1998).