Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aliran Idealisme Dalam Filsafat Pendidikan

Aliran Idealisme Dalam Filsafat Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 515 |Likes:
Published by vie_hard

More info:

Published by: vie_hard on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
 
³Aliran Idealisme dalam Filsafat Pendidikan´
 
Tugas makalah Kajian Paradigma Filsafat Pendidikan
Kelompok I : 1. Delvi Simbolon Dosen: Y2. Anatasya3. Riatur 4. Sofia5. KasihFilsafat pendidikan merupakan terapan dari ilmu filsafat secara umum. Dalammempelajari filsafat terdapat beberapa aliran pemikiran: Idealisme, Realisme, Perennialisme,Essensialisme, Pragmatisme, Progressivisme dll. Aliran Idealisme dan Realisme adalah duaaliran klasik dari barat yang masih bertahan hinga kini. Karena filsafat pendidikan merupakanterapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran. Brubacher (1950) mengelompokkanfilsafat pendidikan pada dua kelompok besar, yaitu:a. Filsafat pendidikan ³ Konservatif´.Didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dansupernaturalisme atau realisme religius. b. Filsafat pendidikan ³Progresif´Di antaranya didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseau, Progressivisme dan sebagainya.Dalam keseharian saat mengajar maka praktisi pendidikan akan menemui berbagai permasalahan. Bagaimana kita memandang dan menyelesaikan permasalahan tersebutseringkali mencerminkan pandangan filosofi kita. Peraturan dan prosedur yang digunakansekolah untuk menyelesaikan masalah dalam pendidikan seringkali juga mencerminkanfilsafat yang mendasarinya. Dengan mempelajari berbagai aliran filosofi ini kita dapatmengembangkan pandangan kita dalam memandang permasalahan bidang pendidikan.
 
Plato adalah generasi awal yang telah membangun prinsip-prinsip filosofi aliranidealis. George WE Hegel kemudian merumuskan aliran idealisme ini secara komprehensif ditinjau secara filosofi maupun sejarah. Tokoh-tokoh lain yang juga mendukung aliranidealisme antara lain Plotinus, George Berkeley, Leinbiz, Fichte, dan Schelling serta Kant.Ilmuan Islam yang sejalan dengan idealisme adalah Imam Al Ghozali.Konsep dasar Aliran IdealismeMenurut paham Idealisme bahwa yang sesungguhnya nyata adalah roh, mental atau jiwa. Alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada manusia yang punyakecerdasan dan kesadaran atas keberadaannya. Materi apapun ada karena diindra dandipersepsikan oleh otak manusia. Waktu dan sejarah baru ada karena adanya gambaranmental hasil pemikiran manusia. Dahulu, sekarang atau nanti adalah gambaran mentalmanusia. Ludwig Noiré berpendapat "The only space or place of the world is the soul," and"Time must not be assumed to exist outside the soul´.Keunikan manusia terletak dalam fakta bahwa manusia memberikan makna- maknasimbolik bagi tindakan-tindakan mereka. Manusia menciptakan rangkaian gagasan dan cita-cita yang rinci dan menggunakan konstruk mental ini dalam mengarahkan pola perilakumereka. Berbagai karakteristik pola perilaku yang berbeda- beda dalam masyarakat yang berbeda dilihat sebagai hasil serangkaian gagasan dan cita- cita yang berbeda pula. Pahamidealisme memandang bahwa cita-cita (yang bersifat luhur) adalah sasaran yang harus dikejar dalam tindakan manusia. Manusia menggunakan akalnya untuk bertindak dalam kehidupansehari-hari baik untuk dirinya dan masyarakat.Para idealis menganggap esensi jiwa adalah kekal sedangkan jasad adalah fana.Lebih lanjut penganut idealisme transendental menganggap bahwa alam semesta atau makrokosmos ini tidak ada. Karena sesungguhnya yang ada hanyalah Allah yang menciptakannya.Diri manusia atau mikro kosmos adalah makhluk spiritual yang merupakan bagian darisubstansi spiritual alam semesta.Epistimologi Idealisme dalam pendidikanApa yang harus diketahui sesungguhnya sudah ada dalam jiwa. Tugas pendidik adalahmembuat pengetahuan yang tersimpan dalam hati ini menjadi kesadaran. Para mendidik  berusaha agar murid mencapai keadaan kesempurnaannya. Untuk mencapai manusia
 
sempurna ini seperangkat kurikulum disusun secara terstruktur (bertingkat) dengan berdasarkan warisan pemikiran terbaik generasi demi generasi. Paling tinggi tingkatannyaadalah ilmu umum tentang filosofi dan theologi. Kedua hal ini bersifat abstrak. Matematikamenjadi alat yang sangat berguna untuk memahami ilmu atau logika yang bersifat abstrak.Sejarah dan literatur mempunyai posisi yang tinggi karena ia mewariskan nilai moral, model budaya dan kepahlawanan maupun contoh kehidupan. Ilmu alam dan sain menjadi prioritas berikutnya karena menyediakan penjelasan tentang hubungan sebab akibat.Di samping siswa memahami literatur, Idealisme menganggap perlu terbentuknyamanusia yang baik. Untuk itu siswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan skill danakal pikiran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan yg secara naluri sudah ada dalam jiwa manusia.Axiologi pandangan IdealistBagi Idealist maka nilai-nilai mencerminkan kebaikan yang terkandung pada alamsemesta. Nilai-nilai ini bersifat absolut, universal dan tidak berubah. Tindakan etis munculdari warisan budaya. Pendidik mengajarkan kepada murid-muridnya akan nilai- nilai ungguldari mahakarya manusia yang bertahan dari masa ke masa.Pertanyaan mendasar seperti Apa itu pengetahuan? Jawabnya: Pengetahuan adalahsesuatu yang menyangkut tentang prinsip-prinsip spiritual yang mendasari realitas.Pengetahuan tentang realitas ini membentuk ide-ide atau gagasan. Pendidikan adalah prosesintelektual membawa gagasan atau ide kepada kesadaran para pembelajar.Pertanyaan tentang: Apakah itu sekolah? Jawabnya: Sekolah adalah agen sosial dimana siswa berusaha mencari, mengungkap dan mendapatkan kebenaran. Sekolah adalahinstitusi dimana guru dan murid mencari jawab atas pertanyaan mendasar seperti: Apakahkebenaran itu? Apakah yang dinamakan keindahan itu? Apakah kehidupan yang baik itu?Semua orang berhak mendapatkan pegetahuan ini. Sehingga semua orang berhak sekolah.Meski demikian tidak setiap orang mempunyai kemampuan intelektual yang sama. Muridyang cerdas perlu mendapatkan tantangan yang lebih dari guru. Tujuan pembelajaran adalahmemupuk kreatifitas.Pengaruh Idealisme di Ruang KelasGuru menjadi agen penting dalam menolong siswa mengembangkan potensinya

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alvina Wahyuni liked this
Dedek Yohana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->