keseluruhan proses konseling. Menyadari bahwa konseling adalah suatulayanan yang bersifat profesional dan bertujuan, yaitu terjadinya perubahan, maka kondisi fasilitatif yang merujuk pada dimensikepribadian dari seorang konselor sangat dituntut
.
Konseling merupakan suatu proses komunikasi antara konselor danklien. Sebagai suatu proses komunikasi, konseling melibatkanketerampilan konselor dalam menangkap atau merespon pernyataan kliendan mengkomunikasikanya kembali kepada klien tersebut. Agar proseskomunikasi tersebut efektif dan efisien, maka konselor hendaknyamemiliki kemampuan dalam memberikan bantuan terhadap klien. Salahsatu kemampuan tersebut ialah keterampilan berkomunikasi dengan klien.Dalam berkomunikasi dengan klien, konselor seharusnyamenggunakan respon-respon yang fasilitatif bagi pencapaian tujuankonseling. Secara umum, respon-respon tersebut dapat dikelompokkan kedalam berbagai teknik dasar komunikasi konseling, yaitu attending,opening, acceptance, paraprashing, restatement, reflection of feeling,clarification, strucuring, lead, silence, reassurance, rejection, advice,confrontation, interpretasion, summary dan termination.Di dalam makalah ini akan dibahas salah satu teknik dalamkonseling yaitu teknik interpretasi, yang meliputi pengertian, tujuan, penggunaan, jenis-jenis dan contohnya.B.Rumusan Masalah1.Bagaimana hakikat teknik interpretasi dalam proses konseling?2.Bagaimana penggunaan teknik interpretasi dalam konseling individual?3.Mengapa teknik interpretasi penting dalam suatu proses konseling?