Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Larangan Transaksi Haram Sistem Dan Prosedur

Larangan Transaksi Haram Sistem Dan Prosedur

Ratings: (0)|Views: 710|Likes:
Published by susi_marmono

More info:

Published by: susi_marmono on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2011

pdf

text

original

 
LARANGAN TE3RHADAP TRANSAKSI YANG DIHARAMKAN SISTEM DANPROSEDUR PEROLEHAN KEUNTUNGANNYA
Selain melarang transaksi yang haram zatnya, agama Islam juga melarangtransaksi yang diharamkan sistem dan prosedur perolehan keuntungannya.Beberapa hal yang masuk kategori transaksi yang diharamkan karena sistem danprosedur perolehan keuntungan tersebut adalah :1. Tadlis ( ketidaktahuan satu pihak )2. Gharar ( ketidaktahuan kedua pihak )3. Ikhtikar ( rekayasa pasar dalam pasokan )4. Ba'i najasy ( rekayasa pasar dalam permintaan )5. Maysir ( judi )6. RibaKETERANGAN :1. TADLISAdalah transaksi yang mengandung suatu hal pokok yang tidak diketahui oleh salahsatu pihak. Tadlis dapat terjadi pada salah satu dari 4 ( empat ) hal poko dalam jualbeli berikut ini :A, KUANTITASSalah satu pihak ( penjual ) misalnya mengurangi taksiran barang yang telahdisepakati antara penjual dn pembeli. Pengurangan takaran, dalam hal ini, hanyadiketahui oleh si penjual. Sekiranya pembeli mengetahui adanya pengurangatersebut, dapat dipastikan pembeli tidak akan rela dalam jual beli yang telahdilakukan.B, KUALITASDalam hal kualitas, misalnya salah satupihak ( penjual ) mengetahui bahwa barangyang dijual memiliki cacat yang sekiranya diketahui oleh pembeli, maka harga jualbarang akan berkurang sesuai dengan nilai barang yang sebenarnya. Dalam hal ini,
 
penjual sengaja tidak memberitahu cacat barang tersebut agar dapat menjualdengan harga tinggi atau lebih tinggi dari sebenarnya. Transaksi ini diharamkankarena sekiranya pembeli tahu, maka ia tidak akan rela terhadap transaksitersebut.C. HARGAPraktik tadlis pada harga dilakukan penjual dengan memanfaatkan ketiaktahuanpembeli tentang harga pasar, sehingga dapat menjual produknya dengan harghat5inggi. Sekiranya pembeli mengetahui bahwa harga tinggi tersebut hanya berlakupada dirinya sedangkan orang lain tidak, , hal ini dapat mengakibatkan rusaknyakerelaan pembeli atas transaski yang sudah dilakukan.D. WAKTU PENYERAHANPraktik tadlis pada waktu penyerahan dilakukan penjual dengan menutupikemampuan ia dalam menyerahkan barang yang sebenarnya lebih lambat dariyang ia janjikan. Contoh praktik tadlis dalam hal waktu penyerahan adalah janjipenjual bisa menyelesaikan proyek dalam jangka waktu i bulan, padahal penjualtersebut memahami bahwa pada waktu yang disepakati tersebut apa yangdijanjikan tidak akan dapat dipenuhi. Kondisi ini juga bertentangan dengan prinsipkerelaan dalam muamalah.Oleh karena sekiranya pembeli mengetahui haldemikian, maka ia tidak akan mau bertransaksi dengan penjual tersebut.Ketiadaan informasi juga bisa terjadi pada penyedia jasa dalam transaksi sewa.Sebagai contoh, pemberi kerja yang menyewa tenaga pekerja sengaja tidakmenyebutkan bayaran yang akan diterima pekerja dengan pertimbangan si pekerjaakan keberatan bekerja karena tidak sesuaidengan harga pasar. Setelah pekerjamenyelesikan pekerjaannya, barulah bayaran disampaikan dan pekerja tidakmemiliki pilihan selain menerima bayaran yang ditetapkan pemberi kerja.Untuk menghindari praktik tadlis dalam perbankan syariah, semua transaksiyang dilakukan oleh bank syqariah, terutama yang terkait dengan jual beli barangmaupun sewa jasa antara bank syariah dengan nasabah dan pihak lain maupunantara bank syariah dengan para pegawainya, harus dilakukan secara transparan.Segala hal yang pokok dalam jual beli barang atau sewa jasa harus terinformasikankepada kedua belah pihak dan dijelaskan pada akad yang disepakati kedua belahpihak .2.GHARAR Transaksi Gharar memiliki kemiripan dengan tadlis. Dalam tadlis, ketiadaaninformasi terjadi pada salah satu pihak, sedangkan dalam gharar ketiadaan
 
informasi terjadi pada kedua belah pihak yang bertransaksi jual beli .Gharar dapat terjadi pada salah satu dari empat ( 4 ) hal pokok dalam jual beliberikut ini :A.KUANTITASGharar dalam kuantitas, misalnya adalah pembelian seluruh hasil panen ketikapohon atau tanaman belum menunjukkan hasilnya. Dalam hal ini , pada saat jualbeli, baik penjual atau pembeli tidak tahu berapa kuantitas hasil panen yangdiperjualbelikan. Nilai jual beli panen bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendahdibandin g nilai yang diserahterimakan. Sekiranya hasil panen lebih tinggi dari nilaiuang yang diberikan pembeli, maka pembeli akan menjadi pihak yangdiuntungkan, sedangkan penjual tidak dapat menikmati keberhasilan panennya.Sebaliknya, jika hasil panen lebih rendah dibanding nilai transaksi saat pembelian,pembeli akan menjadi pihak yang dirugikan.B. KUALITASGharar dalam kualitas , mislnya adalah penjualan sapi yang masih dalam perutinduknya. Kedua belah pihak, baik pembeli maupun penjual , tidak mengetahuibagaimana kualitas sapi itu nantinya ketika lahir. Dalam hal ini, sekiranya sapi yangdilahirkan berkualitas baik , maka pembeli akan diuntungkan, dan sebaliknya akanmenjadi pihak yang dirugikan apabila sapi yang dilahirkan nantinya aadalah sapidengan kualitas buruk.C.HARGAGharar dalam harga dapat terjadi jika kedua belah pihak tidak pasti mengenaiharga yang dipakai dalam jual beli yang disepakati. Sebagai contoh adalah jual belidengan kesepakatan harga berikut,”Sekiranya barang ini lunas dalam jangka waktudi bawah satu tahun, maka marginnya adalah 20 %, tapi seandainya lunas antarasatu hingga dua tahun, maka marginnya otomatis menjadi 40 % “. Oleh karenakedua belah pihak tidak tahu apakah pembayaran akan dilunasi dalam satu tahunatau lebih, dalam hal ini harga barang barang mengalami ketidakpastian, apakahharga dengan margin 20 % maupun harga dengan margin 40 %.D.WAKTU PENYERAHANGharar dalam hal waktu penyerahan dapat terjadi jika kedua belah pihak tidak tahukapan barang akan diserahterimakan. Sebagai contoh penjualan mobil yangsedang hilang dicuri dengan akad pembeli membayar seharga tertentu dan berhakatas mobil yang sedang hilang dilarikan pencuri.3. BA’I IKHTIKARMerupakan bentuk lain dari transaksi jual beli yang dilarang oleh syariah Islam.Ikhtikar adalah mengupayakan adanya kelangkaan barang dengan cara menimbun .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->