KAJIAN KUALITAS UDARA DAN KEMAMPUAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
DALAM MENYERAP EMISI KARBON
AKIBAT LALU LINTASDI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Agus Afandi NPM. 2010831001Trisna Hidayat NPM. 2010831013
Karyasiswa MTS-TPJJ 2010 Kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Universitas Katolik Parahyangan
ABSTRAK
Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar.Bahan bakar dan jenis kendaraan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pencemaran udara, termasuk juga kondisi topografi daerah, faktor meteorologi danreaktifitas kimia setiap parameter.
Karbon (CO
dan HC
) merupakan salah satu gasrumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global. Kemampuan penyerapan pada tanaman merupakan salah satu cara untuk mengurangi emisi Karbon. Kajian ini dilakukan untuk menentukan kemampuan penyerapan taman dan jalur hijau dalam pengurangan emisi Karbon dari kegiatan transportasi.
Monitoring tingkat pencemaran udara di 3 ibukota kabupaten di Provinsi KepulauanBangka Belitung yaitu Pangkalpinang, Sungailiat, dan Tanjungpandan mengambil parameter NOx, SOx, CO, HC, TSP dan Timbal. Bila dilakukan evaluasi berdasarkanIndek Standar Pencemaran Udara (ISPU) sesuai Kepmen Lingkungan Hidup No. 45 tahun1997, kondisi masih termasuk dalam kategori ”Baik”, sedangkan Parameter udara yang menunjukan nilai mengkhawatirkan adalah suhu udara yang semakin tinggi dankelembaban udara yang semakin rendah dibandingkan dengan hasil pengamatan pada tahun tahun sebelumnya.
Dari hasil perhitungan kemampuan serapan taman/jalur hijau berdasarkan luas Ruang Terbuka Hijau di masing-masing lokasi, dengan daya serap sebesar
5011085,582
ton/th,dan nilai laju serapan pada luas Ruang Terbuka Hijau lebih besar daripada jumlah emisi yang dihasilkan pada masing-masing lokasi, sehingga luas RTH yang ada masih mencukupi terhadap jumlah emisi karbon yang dihasilkan.
Kata kunci : Pencemaran Udara, Pengendalian, Peran Stakeholder dan Masyarakat
1