Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Desentralisasi Dalam Pengelolaan Jaringan Jalan

Desentralisasi Dalam Pengelolaan Jaringan Jalan

Ratings: (0)|Views: 161 |Likes:
Published by Trisna Hidayat

More info:

Published by: Trisna Hidayat on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
DESENTRALISASI DALAM PENGELOLAAN JARINGAN JALANDI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BELITUNG
ABSTRAKSI
Seiring dengan dilaksanakannya kebijakan otonomi daerah di Indonesia, tanggung jawabpenyelenggaraan dalam pemeliharaan dan pengembangan jaringan jalan regional beralih kepemerintah daerah. Peralihan tanggung jawab tersebut sudah sewajarnya harus dapat diimbangidengan kemampuan pemerintah daerah dalam kemampuan teknik, manajerial dan pembiayaan dalampenyelenggaraan jalan. Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, pada era otonomi daerah hal iniberkaitan dengan pengelolaan jalan. Jalan merupakan salah satu bidang yang didesentralisasi padaera otonomi daerah, hal tersebut mengakibatkan jalan dikelola oleh pemerintah daerah dan diberikankebebasan menggunakan dana yang tersedia, baik yang berasal dari potensi daerah maupun berupabantuan dan perimbangan pemerintah pusat. Fenomena tersebut mengharuskan pemerintah daerahmenjalankan fungsi politik, perencanaan pembangunan, pelibatan masyarakat dalam pembangunan,menghadapi pelimpahan kewenangan dari pusat secara cepat, serta tuntutan profesionalitas danmanajemen pelayanan umum.Kata-kata kunci : otonomi daerah, perimbangan keuangan
1.PENDAHULUAN
Sebagai sebuah provinsi yang termasuk baru terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2000, tentu saja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masihdalam masa melakukan pembenahan dan perbaikan pada berbagai aspek kehidupanberbangsa dan bernegara dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakatmelalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu melalui otonomi luas sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No. 32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, diharapkan Provinsi Kepulauan BangkaBelitung Belitung yang dikenal dengan “Bumi Serumpun Sebalai” ini mampumeningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan,keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman yangdimiliki dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.1
 
Gambar 1. Peta Jaringan Jalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Konsekuensi dari desentralisasi terhadap aspek globalisasi secara nyata perluadanya pembuktian dari penyusun dan pengatur kebijakan di daerah untukmeningkatkan kinerja dalam persaingan terhadap kemampuan daerah masingmasingdalam berinovasi dan membenahi kelembagaannya agar lebih efektif dan efisiendalam pelayanan umum kepada masyarakat untuk bisa menyesuaikan tuntutan peranpemerintah. Pelayanan umum kepada masyarakat tersebut salah satunya adalahpengupayaan terhadap pemeliharaan jalan yang terkoordinasi dan ter 
manage
dengan baik dan efisien, hal ini didasari oleh peran jalan itu sendiri yang notabenemerupakan salah satu objek utama dalam menunjang setiap aktifitasmasyarakat/penduduk. Dalam mengemban tugas/peran tersebut makapengembangan kapasitas instansi yang berkompeten dalam pemeliharaan jalan tidakhanya cukup diberi dengan kewenangan saja (otonomi), tetapi perlu adanyaantisipasi faktor lingkungan organisasi dan anggaran pembiayaan yang terusmengalami perubahan walaupun ditujukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan.Lembaga pemerintah daerah (dalam hal ini lembaga yang terkait denganpembiayaan pemeliharaan jalan) diharapkan mampu menjadi instansi yang mampu2
 
membaca/mengetahui keinginan dari masyarakat dalam kaitannya dengan
 
tingkatpelayanan dan kinerja jalan dan instansi yang mampu mengantisipasi apa yangmasyarakat inginkan dimasa depan dibandingkan hanya “puas” mencukupi apa yangdibutuhkan masyarakat beberapa masa yang terdahulu. Lembaga terkait harus selalumenjalankan visi dan misi yang telah dicanangkan.Untuk itu pengaturan kebijakan yang tepat dengan kompetensi lembagapemerintah daerah yang kuat dalam mengelola kelembagaan dan sumberdayasecara efektif dan efisien dengan sendirinya akan membentuk suatu organisasipelaksana pembiayaan pemeliharaan jalan yang kuat.
2.SISTEM DAN SUBSISTEM MANAJEMEN PRASARANA UMUMGambar 2. Sistem dan Subsistem Manajemen Prasarana Umum (Grigg, 1998)a.Rencana dan Program
Dalam perumusan kebijakan dalam usulan rencana pembiayaan pemeliharaan jalan, tidak sepenuhnya usulan program didasarkan pada hasil survei teknis daripihak/instansi yang berwenang. Penjaringan aspirasi dari masyarakat jugamerupakan pedoman dalam penetapan usulan pemeliharaan jalan. Penjaringan3
Sistem PrasaranaUmumPengelolaPrasarana UmumSistemManajemenPemeliharaanSistemManajemenProyekSistemManajemenKeuanganAnggaranSistemPendukungKeputusanSistemManajemenOperasi
Organisasi danSistemManajemenPekerjaan
Rencana danProgram

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->