Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bultek 10 Akt Belanja Bansos

Bultek 10 Akt Belanja Bansos

Ratings: (0)|Views: 658|Likes:
Published by Putroe2
Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Belanja Bantuan Sosial KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (KSAP) Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa:

1. Pernyataan

Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat dilengkapi dengan IPSAP dan/atau Buletin Teknis SAP; disusun dan diterbitkan oleh KSAP dan diberitahukan kepada Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan;

2. IPSAP
Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Belanja Bantuan Sosial KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (KSAP) Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa:

1. Pernyataan

Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat dilengkapi dengan IPSAP dan/atau Buletin Teknis SAP; disusun dan diterbitkan oleh KSAP dan diberitahukan kepada Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan;

2. IPSAP

More info:

Published by: Putroe2 on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/13/2012

pdf

text

original

 
Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Belanja Bantuan Sosial
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN(KSAP)
Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentangStandar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa:
1.
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) sebagaimanadimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat dilengkapi dengan IPSAP dan/atauBuletin Teknis SAP;
2.
IPSAP dan Buletin Teknis SAP sebagaimana dimaksud pada ayat (1)disusun dan diterbitkan oleh KSAP dan diberitahukan kepada Pemerintahdan Badan Pemeriksa Keuangan;dengan ini KSAP menetapkan Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi BelanjaBantuan Sosial.Jakarta, 9 Maret 2011Komite Standar Akuntansi PemerintahanBinsar H. SimanjuntakKetuaA.B. TrihartaWakil KetuaSonny LohoSekretarisJan HoesadaAnggotaDwi MartaniAnggotaYuniar Yanuar RasyidAnggotaBambang PamungkasAnggotaSoegijantoAnggotaHekinus ManaoAnggotaKomite Standar Akuntansi Pemerintahan i
 
Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Belanja Bantuan Sosial
DAFTAR ISI
HalBAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang ....................................................11.2. Permasalahan dalam Belanja Bantuan Sosial....2BAB IIREGULASI TERKAIT BELANJA BANTUAN SOSIAL
2.1.
Peraturan Perundang-undangan Terkait BelanjaiBantuan Sosial......................................................
2.2.
Buletin Teknis Nomor 04 tentang Penyajian daniPengungkapan Belanja Pemerintah…………......611BAB IIIKETENTUAN BELANJA BANTUAN SOSIAL
3.1.
Pengertian Belanja BantuanSosial.......................
3.2.
Kriteria Belanja BantuanSosial.............................
3.3.
Bentuk Pemberian Belanja BantuanSosial..........
3.4.
PenyusunanAnggaran..........................................
3.5.
PelaksanaanAnggaran.........................................1213151717Bab IVAKUNTANSI BELANJA BANTUAN SOSIAL
4.1.
Pengakuan.............................................................
4.2.
Pengukuran............................................................
4.3.
Penyajian danPengungkapan...............................212323CONTOH KASUS........................................................................................25ILUSTRASI..................................................................................................31DAFTAR PUSTAKA....................................................................................32Komite Standar Akuntansi Pemerintahan i
 
Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Belanja Bantuan Sosial
BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia danmemajukan kesejahteraan umum dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagiseluruh rakyat Indonesia.Untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam PembukaanUndang-Undang Dasar 1945, setiap tahun disusun APBN/APBD untukmerencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Di dalamanggaran dijelaskan program dan kegiatan yang akan diselenggarakan setiap tahunyang dirinci berdasarkankan jenis dan fungsi belanja. Klasifikasi jenis belanja disebutkan antara lainadalahBelanja Pegawai, BelanjaBarang, Belanja Modal, Belanja Subsidi dan Belanja Bantuan Sosial. Belanjabantuan sosial dalam penganggaran merupakan salah satu jenis belanja. Dalampraktiknya selama ini, belanja bantuan sosial menimbulkan berbagai masalahkarena belum ada pedoman sehingga setiap institusi mempunyai persepsi yangberbeda-beda tentang jenis belanja apa yang tergolong ke dalam belanja bantuansosial.Permasalahan klasifikasi belanja sering timbul pada saat penganggaran(penyusunan anggaran), dan sebagai konsekuensinya akan timbul masalah padasaat pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Permasalahan juga timbul mengenaiinstitusi pemberi bantuan sosial, apakah setiap organisasi pemerintahan dapatmenganggarkan belanja bantuan sosial atau terbatas sesuai fungsi yang melekatpada organisasi tersebut.Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) Nomor 02 pada PeraturanPemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Lampiran II tentang Laporan Realisasi Anggaranmenyebutkan bahwa belanja dapat dikelompokkan berdasarkan klasifikasi ekonomi.Salah satu jenis klasifikasi ekonomi adalah belanja bantuan sosial. Belanja bantuansosial dalam PSAP Nomor 02 termasuk dalam belanja operasi karena terkaitdengan kegiatan sehari-hari pemerintah pusat dan/atau daerah.Dalam Buletin Teknis Nomor 04 yang mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 71Tahun 2010 Lampiran II tentang Penyajian dan Pengungkapan Belanja Pemerintah,Belanja Bantuan Sosial adalah transfer uang atau barang yang diberikan olehPemerintah Pusat/Daerah kepada masyarakat guna melindungi masyarakat darikemungkinan terjadinya risiko sosial. Belanja bantuan sosial dapat langsungdiberikan kepada anggota masyarakat dan/atau lembaga kemasyarakatan termasukdi dalamnya bantuan untuk lembaga non pemerintah bidang pendidikan dankeagamaan. Belanja bantuan sosial merupakan pengeluaran dalam bentukbarang/jasa kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat yang sifatnya tidak terus menerus dan selektif. Dalam Buletin TeknisNomor 04 diberikan contoh ilustrasi belanja bantuan sosial dan kegiatan sosial yangdiklasifikasikan sebagai pembiayaan.Permasalahan yang timbul terkait dengan penganggaran dan pelaksanaan belanjabantuan sosial, menimbulkan potensi penyalahgunaan anggaran untuk kegiatanyang tidak seharusnya. Dewan Perwakilan Rakyat meminta Pemerintah untukKomite Standar Akuntansi Pemerintahan 1

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->