Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Republika_05_07_2011

Republika_05_07_2011

Ratings: (0)|Views: 2,143 |Likes:
Published by ruhimat
REPUBLIKA
www.republika.co.id
SELASA, 5 JULI 2011 3 SYABAN 1432 H
NOMOR 174/TAHUN KE-19

Rp 2.900 / 28 Halaman
LUAR P JAWA Rp 4.000 DITAMBAH ONGKOS KIRIM

Belanja PNS tak Terkontrol
pegawai di 124 daerah itu di atas 60 persen sehingga belanja modalnya hanya 1-15 persen. Untuk mencegah kebangkrutan pemda, Fitra meminta Kementerian Keuangan tidak hanya melakukan pensiun dini, tetapi juga perubahan kebijakan. Perubahan yang dimaksud seperti menciptakan formula dana perimbangan baru yang memberikan
REPUBLIKA
www.republika.co.id
SELASA, 5 JULI 2011 3 SYABAN 1432 H
NOMOR 174/TAHUN KE-19

Rp 2.900 / 28 Halaman
LUAR P JAWA Rp 4.000 DITAMBAH ONGKOS KIRIM

Belanja PNS tak Terkontrol
pegawai di 124 daerah itu di atas 60 persen sehingga belanja modalnya hanya 1-15 persen. Untuk mencegah kebangkrutan pemda, Fitra meminta Kementerian Keuangan tidak hanya melakukan pensiun dini, tetapi juga perubahan kebijakan. Perubahan yang dimaksud seperti menciptakan formula dana perimbangan baru yang memberikan

More info:

Published by: ruhimat on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

 
Citra Listya Rini
Perlu ada pembatasanbelanja pegawai.
JAKARTA — Kementerian DalamNegeri (Kemendagri) menyalahkan pe-merintah daerah (pemda) yang takmampu mengontrol pengangkatan pega-wai negeri sipil (PNS) daerah. Akibat-nya, belanja pegawai di 124 kabupa-ten/kota membengkak sampai 60 persendari belanja daerah. Jatah belanja modaluntuk pembangunan pun menjadi kecil.Juru bicara Kementerian DalamNegeri Reydonnizar Moenek mengata-kan, besarnya belanja pegawai itu aki-bat banyak pemda melanggar PeraturanPemerintah Nomor 48 Tahun 2005 ten-tang Pengangkatan Tenaga HonorerMenjadi PNS. Dalam aturan itu, penam-bahan belanja pegawai maksimal hanya2,5 persen.Selain itu, banyak pemda mengang-kat tenaga honorer daerah menjadi PNStanpa perhitungan matang. “Sebetulnyakalau kita konsisten dengan aturan itu,maka belanja pegawai bisa diseimbang-kan,” kata Reydonnizar, Senin (4/7).Membengkaknya kenaikan belanjapegawai, lanjut Reydonnizar, juga di-sumbang penambahan gaji pokok pega-wai meski naiknya tidak signifikan. Ke-mudian, peningkatan gaji pejabat seba-gai dampak remunerasi. Ada lagi pe-nambahan jumlah hak pensiun pejabatakibat penyesuaian penerimaan sehing-ga ikut membebani anggaran negara.Reydonnizar mengakui, penambahanPNS yang tak terkontrol membebani ke-uangan negara. Namun, dia kurangsependapat dengan rencana pensiun diniyang diusulkan Kementerian Keuangan.Dia juga tak membantah sepenuhnyatemuan Forum Indonesia untuk Trans-paransi Anggaran (Fitra) yang menya-takan 124 dari total 526 kabupaten/kotaterancam bangkrut. Alasannya, belanjapegawai di 124 daerah itu di atas 60 per-sen sehingga belanja modalnya hanya1-15 persen.Untuk mencegah kebangkrutan pem-da, Fitra meminta Kementerian Ke-uangan tidak hanya melakukan pensiundini, tetapi juga perubahan kebijakan.Perubahan yang dimaksud seperti men-ciptakan formula dana perimbangan ba-ru yang memberikan insentif bagi dae-rah yang berhasil meningkatkan pen-dapatan dan mengurangi belanja pega-wai. Termasuk, mengeluarkan kompo-nen belanja pegawai dari dana alokasiumum (DAU).Dirjen Perimbangan Keuangan Ke-menterian Keuangan Marwanto Harjo-wirjono mengatakan, dalam konsepdesentralisasi fiskal, pemanfaatan danaAPBD yang berasal dari DAU, dana ba-gi hasil (DBH), dan
blockgrant
dari pe-merintah pusat menjadi tanggung jawabdaerah otonom. Marwanto menekankan,pemerintah pusat tetap memonitor pe-rencanaan dan pelaksanaan dari danaalokasi khusus (DAK).Dewan Pembina Masyarakat IlmuPemerintahan Indonesia Mas’ud Saidmengatakan, akuntabilitas belanja pem-da sangat minim. Menurutnya, otonomidaerah tanpa diimbangi aturan ketatterbukti membuat pemda seenaknyasendiri menghabiskan anggaran.Dampaknya, dana APBD tidak ditu-jukan untuk kesejahteraan masyarakat,tapi untuk kepentingan golongan. Ter-bukti, kata Mas’ud, sebagian besar be-lanja pegawai terserap untuk gaji PNSdan pejabat pemda. “Mereka memen-tingkan diri sendiri. Duit daerah untukbeli mobil dinas yang sangat mahal,”tuding Mas’ud.Karena itu, Mas’ud mendesak peme-rintah membuat aturan pembatasanbelanja pegawai dengan merevisi UUNomor 32/2004 tentang PemerintahDaerah. Termasuk melengkapinya de-ngan sanksi berat bagi pemda yang me-langgar. “Jika ada sanksi, pemda tidakbisa seenaknya menambah belanja pe-gawai,” kata guru besar Ilmu Peme-rintahan Universitas MuhammadiyahMalang itu.
c13
ed:
rahmad budi harto
www.republika.co.id
PEMBOROSAN BELANJA PEGAWAI
S
halat secara etimologisberarti doa. Dan, doa bukansekadar harapan, melainkan juga menjadi cita-cita yang harusditempuh dan diwujudkan. Shalatbukan hanya kumpulan gerakanyang kosong dari makna,melainkan ibadah ini disyariatkandengan kaifiat (aturan) yang jelasserta memiliki tujuan yang terangdan pesan yang mulia.Orang yang melakukan sha-lat (
mushallin
) dituntut untukmengerti setiap kalimat yang di-ucapkannya sehingga menghadir-kan kesadaran sebagai hamba danmemotivasi diri untuk selalu tun-duk dan taat kepada Allah SWT.Jangan sampai shalat yang dilak-sanakan menjadi sia-sia dan tidakpula bernilai ibadah sebagai ben-tuk kepasrahan dan pengabdianyang benar kepada Allah SWT.“Betapa banyak orang yang mene-gakkan shalat hanya memperolehletih dan payah.” (HR an-Nasa’i).
Mushallin
tak hanya diharapkansebagai saleh ritual, tapi juga di-tuntut menjadi saleh sosial.
Mushallin
diharuskan mengap-likasikan nilai-nilai kebaikan yangterkandung di dalam shalatnya.Sehingga,
mushallin
mampumencegah perbuatan keji danmungkar serta menjadi
prob lem solving 
(solusi persoalan)dalam kehidupan sehari-hari.“Sesungguhnya, shalat itumencegah dari (perbuatan-per-buatan) keji dan mungkar. Dan,sesungguhnya mengingat Allah(shalat) adalah lebih besar (keuta-maannya dari ibadah-ibadah yanglain). Dan, Allah mengetahui apayang kamu kerjakan.” (QS al-Ankabut [29]: 45).Di ayat lain, Allah SWT mene-gaskan, “Maka, kecelakaanlahbagi orang-orang yang shalat,(yaitu) orang-orang yang lalai darishalatnya, orang-orang yang ber-buat riya dan enggan (menolongdengan) barang berguna.” (QS al-Ma’un [107]: 4-7).Karena itu, orang yang mendiri-kan shalat dengan baik dan benarserta hanya mengharapkan keri-daan dari Allah SWT, niscaya akanmampu menghindari perbuatan ko-rupsi, manipulasi, dusta, dan per-buatan tak terpuji lainnya. Karena,shalat yang didirikan akan mendo-rong dan menjadi energi dahsyatuntuk memunculkan tanggung jawab serta menegakkan berbagaikebaikan dan keadilan, terutamapada dirinya sendiri. Jika dia su-dah mampu mendirikan shalat de-ngan benar, kemudian mampumencegah dia dari perbuatan takterpuji, niscaya hal itu akan berim-plikasi positif bagi lingkungannya.Itulah shalat yang aplikatif.Shalat aplikatif ini hanya akanbisa dilakukan oleh orang-orangyang memasrahkan dirinya kepadaAllah SWT dengan penuh ke-khusyukan dan ketawakalan kepa-da Sang Pencipta. Hatinya selaluberorientasi kepada Allah semata.Mereka menjadikan shalat ini se-bagai media untuk memohon per-tolongan Allah, serta segalaamalannya selalu ditujukan untukbekal akhirat dan hatinya senan-tiasa diliputi kekhawatiran ter-hadap hisab Tuhan yang merajaihari panjang yang tidak ada lagihari sesudahnya.“Dan mintalah pertolongan(kepada Allah) dengan sabar dan(mengerjakan) shalat. Dan sesung-guhnya yang demikian itu sungguhberat, kecuali bagi orang-orangyang khusyuk, (yaitu) orang-orangyang meyakini bahwa mereka akanmenemui Tuhannya dan merekaakan kembali kepada-Nya.” (QS al-Baqarah [2]: 45-46).
Wallahu a’lam
.
hikmah
Oleh
Ahmad Soleh
Shalat Aplikatif 
rehat
Benarkah besarnyabelanja pegawai bisamembangkrutkankeuangan beberapadaerah?
Memang, ada be-berapa daerah yangbelanja pegawainyalebih besar ketimbangbelanja modalnya. Tapi,kalau diistilahkan bisa bangkrut tidakmungkin sampai sebegitunya, selama bisamengatur keuangan secara efisien.
Mungkinkah bebe-rapa daerah bangkrutkarena keuangannyabanyak tersedot belan- ja pegawai?
Mungkin tidak mem-bangkrutkan sekali.Tetapi, mungkin mem-bangkrutkan pelan-pelan karena kegiatanproduktif tidak berkembang. Birokrasinyahanya konsumtif, tidak berfungsi melayanidan menumbuhkan iklim ekonomi. Jika mam-pu menstimulasi pelaku usaha agar berkem-bang, kemudian mendorong perkembanganSDM, malah akan menguatkan daerah itu.
:: pro kontra ::
Baca selengkapnya di hlm 10
SOEMARMO HS
KETUA APEKSI
Tak akan Sampai Bangkrut
ANDRINOF CHANIAGO
PAKAR KEBIJAKAN
Bangkrutnya Pelan-Pelan
SELASA, 5 JULI 2011
3 SYABAN 1432 H
NOMOR 174/TAHUN KE-19
Rp 2.900 / 28 Halaman
LUAR P JAWA Rp 4.000 DITAMBAH ONGKOS KIRIM
MAHAKA MEDIA
IKLAN:
Telp: 021 791 84744, Faks: 021 798 1169,e-mail: iklan@republika co.id
SIRKULASI:
Telp 021 791 84746 Faks: 021 79198442 e-mail: sirkulasi@republika co.id
Merpati niat beli 20 pesawat buatan PT DI
Pastikan manualnya berbahasa Indonesia ya
Diduga ada 18 kursi haram di DPR
Pantas RUU Produk Halal sulit disahkan
Anda bisa memberi komentar pro kontra inidi www.republika.co.id
Dyah Ratna Meta Novi
D
i benak Erlis Nur Mu-jiningsih semula terba-yang Commuter Line(CL) yang mulai diberlakukanPT Kereta Api Indonesia Sabtu(2/7) lalu akan memberikan la-yanan lebih baik. Kereta ituberpendingin ruangan denganpenumpang yang tak terlaluberdesakan meski pada jam-jam padat penumpang.Lebih nyaman karena keretadatang tak ada hentinya setiap15 menit. Namun, harapan itumesti dibuang jauh-jauh olehErlis. Senin (4/7) pagi, kali per-tama CL melayani penumpangpada hari kerja, dia mendapatiCL tak ubahnya kereta rel lis-trik (KRL) Ekonomi, penuh se-sak. ‘’Berdiri dan pengap pula!‘’ujarnya berkeluh kesah.Setiap hari Erlis mengguna-kan jasa kereta api untuk me-nuju kantornya di Jakarta. DariBogor, sebelumnya dia selalumenggunakan KRL Ekspres.Baginya, CL justru tidak senya-man KRL Ekspres.Hal ini karena CL berhentidi setiap stasiun yang me-mungkinkan penumpang terusbertambah meski gerbong su-dah penuh. Beda dengan KRLEkspres yang hanya berhenti distasiun tertentu.Berdiri di dekat Erlis se-orang pria yang enggan menye-but namanya ikut mengkritisiCL. Ia mengaku tak kaget de-ngan kondisi seperti itu. ‘’Be-danya CL dengan KRL Eko-nomi itu, CL pintunya ditutup,sementara Ekonomi dibiarkanterbuka,’’ ujarnya.Baginya, kereta yang penuhsesak sudah biasa. Bahkan, se-lama menggunakan KeretaEkspres, dia pun kerap menda-pati kereta yang berlabel ACitu tanpa ada pendingin ruang-an. AC mati dan diganti kipasangin. Akibatnya, kereta men-jadi pengap karena semua pin-tu dan jendela tertutup rapat.‘’Listriknya mahal kali, ya?‘’kata pria tersebut.Erlis pantas kecewa denganlayanan CL karena padatnyapenumpang akan mengundangkehadiran kawanan pencopet.Selama naik kereta dia bebe-rapa kali nyaris tercopet. Tasmiliknya kedapatan telah
Penumpang Berjejalan pada Hari Kerja
Bersambung ke hlm 11 kol 1-7
Pengoperasian KRL Commuter Line (Bagian 2)
REPUBLIKA
Oleh
Wulan Tunjung Palupi
Y
ingluck Shinawatra. Nama itu munculhanya beberapa jam sebelum batasakhir penyerahan nama kandidat nomorsatu yang mewakili Partai Puea Thai dalampemilu Thailand yang dihelat Ahad (3/7) lalu.Partai yang menjadi kendaraan politik man-tan perdana menteri Thailand Thaksin Shina-watra yang kini masih berada dalam penga-singannya di luar negeri. Majunya Yingluckdalam gelanggang politik semula menuai kritikkarena ia dinilai tak mempunyai pengalaman.Apalagi terkesan, ia baru muncul belakang-an sebagai calon pemimpin Thailand darikubu Thaksin. Meski belakangan terungkapkabar bahwa Yingluck sepertinya telah diper-siapkan Thaksin sejak lama, yaitu sesaatsetelah Thaksin digulingkan pada 2006melalui kudeta militer.Adik bungsu Thaksin ini dikabarkan ter-bang ke Brunei Darussalam pada Mei 2011untuk menemui sang kakak. Saat itu pulalahdiputuskan Yingluck menjadi kandidat nomorsatu dari Puea Thai. Dia berhadapan denganPM Thailand saat ini, Abhisit Vejjajiva.Sejak pencalonan Yingluck, Thaksin punmenyatakan optimismenya bahwa sang adik
Sentuhan FemininYingluck ‘Jamila’ Shinawatra
Citra Listya Rini
TIMIKA — Lebih dari8.000 karyawan PT FreeportIndonesia di Timika, Papua,memenuhi ancaman merekamenggelar aksi unjuk rasauntuk menuntut perbaikankondisi kerja, Senin (4/7).Namun, ribuan pekerja per- usahaan tambang AmerikaSerikat itu masih tertahandi luar pagar Check Point 1Kota Kuala Kencana.Para karyawan Freeporttermasuk dari perusahaanprivatisasi dan kontraktoryang dikoordinasi PengurusUnit Kerja (PUK) Serikat Pe-kerja-Kimia Energi dan Per-tambangan (SP-KEP) SerikatPekerja Seluruh Indonesia(SPSI) PT Freeport itu beren-cana menuju Kantor FreeportI di Kuala Kencana.Mereka akan menyampai-kan aspirasi menuntut dige-larnya perundingan Per-janjian Kerja Bersama (PKB)XVII periode 2011-2013 ka-rena masa berlaku PKB sebe-lumnya sudah berakhir. Aksimogok kerja ini juga diaki-batkan tidak adanya kese-
Ribuan KaryawanFreeport Mogok
Belanja PNS tak Terkontrol
Bersambung ke hlm 11 kol 5-7
Penumpang KRL Commuter Line
BERKUMPUL
Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia berkumpul di pintu ma-suk Kota Kuala Kencana, di Timika, Papua, Senin (4/7).
Bersambung ke hlm 11 kol 1-7
MUSIRON/REPUBLIKASPEDY PAERENG/ANTARA
 
opini
REPUBLIKA
SELASA, 5 JULI 2011
2
Kita telah memperlebar jalan-jalan raya. Kita telah membangunjalan-jalan tol. Kita telah membentangkan jalan-jalan layang. Tapi,semua upaya itu tak pernah cukup; kemacetan kian meruyak di mana-mana, di semua kota-kota besar di negeri ini.Metropolitan seperti Jakarta telah tiba di titik nadir keruwetantransportasi. Kegagalan kebijakan angkutan umum telah mengundangwarga memutuskan hal terbaik bagi mereka sendiri-sendiri. Demiefisiensi waktu dan biaya, mereka membeli sepeda motor—cukupdengan uang muka Rp 350 ribu. Mereka pun bisa lebih laju di jalanraya. Panas dan pegal sedikit tak apa, asal lebih cepat tiba di tujuan.Sepeda motor adalah jenis kendaraan paling rawan. Dalam limabulan pertama tahun ini, misalnya, sebagian besar dari 487 korbanjiwa dalam kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta adalah pengendarasepeda motor. Mereka meninggal pada usia produktif. Kehilanganmereka gara-gara tak andalnya transportasi massal menjadi jalan bagipemiskinan sistematis. Di jalan-jalan tol, volume kendaraan yang kianbanyak juga memicu risiko kecelakaan lebih tinggi (
Republika
4/7).Lalu, jalan-jalan dibangun dan diperlebar untuk siapa?Alih-alih konsisten dengan rencana monorel, pemerintah kota lebihsuka mengembangkan jalan-jalan tol dalam kota. Padahal, di sejumlahnegara, jalan-jalan tol justru ditutup seiring dengan pengembangansistem angkutan massal yang memadai. Kita tak jua sadar bahwa dimanapun, kalau mau adu kuat, pertumbuhan jalan raya tak pernahmampu mengalahkan pertumbuhan jumlah kendaraan.Kita setengah hati mengembangkan sistem angkutan massal.Busway dikembangkan tanpa dukungan yang memadai. Polisimemaksakan hak diskresi dengan memasukkan kendaraan pribadi kejalur busway, kebijakan jangka pendek yang memicu pembangkanganbesar-besaran atas sistem ini saat polisi tak bertugas. Kalau buswaytak dapat diandalkan, bagaimana kita bisa mengajak pengendaramobil pribadi beralih kepadanya?Kereta kita pun pada posisi marginal. Penerapan commuter line diJakarta Raya sulit mengundang pengguna baru karena rendahnyakualitas pelayanan. Penumpang berjejal. Waktu tempuh lebih lamadari biasa. Kebijakan ini juga tak mendapat dukungan infrastrukturyang memadai. Jika jumlah keberangkatan ditambah, kemacetan diperlintasan-perlintasan sebidang rel dengan jalan raya akan kianparah. Di sisi lain, penambahan pun musykil karena sistem ini takmendapatkan dukungan pasokan listrik yang memadai.Kita tak serius mengembangkan angkutan kereta yang efisien.Tahun lalu, PTKA menutup KA Parahyangan yang legendaris karenatergusur dalam persaingan dengan jalan tol. Melihat truk-trukkontainer berjejalan di jalan-jalan antarkota, kita pun layak bertanyatentang keseriusan pengembangan pelabuhan darat (
dryport
), sepertidi Bandung dan Cikarang.Jalan raya telah menjadi titik ketidakekonomisan pembangunannegeri ini. Di Jakarta saja, kemacetan jalan raya memicu kerugiansenilai Rp 48 triliun dalam setahun. Berapa pula dampak kemacetan dijalan-jalan di luar Jakarta, misalnya, akibat bertumpuknya truk-trukdi pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni?Mau sampai kapan jalan-jalan raya diperlebar? Mau sampai kapanjalan-jalan tol dibangun? Mau sampai kapan jalan-jalan layangdibentangkan?
I
Tajuk
Jalan Raya untuk Siapa
Ledia Hanifa Amaliah
Anggota Komisi IX FPKS DPR RI
M
enteri TenagaKerja danTransmigrasipada Senin (26juni 2011) lalumeresmikan Crisis Center TKIdi Kantor Badan Nasional Pe-nempatan dan PerlindunganTKI (BNP2TKI). Tujuannyaialah untuk mempercepatpengaduan persoalan calon TKIdan TKI bermasalah. CrisisCenter TKI ini dijalankan de- ngan membuka sistem
call cen-ter
bernomor 08001000 (bebaspulsa dalam negeri) atau (021)29244800 yang dapat diaksesbaik dari dalam negeri maupundari luar negeri.Sebagai upaya untuk me-nangani persoalan TKI yangtidak pernah terselesaikansecara tuntas oleh pemerintah,adanya
crisis center
ini meru-pakan langkah maju. Namun,hal ini bisa dikatakan sangatterlambat untuk dilakukan pe-merintah, terutama oleh Ke-me nakertrans dan BNP2TKI.Mengapa setelah terjadi kasuspemancungan Ruyati di ArabSaudi baru tergerak untukmendirikan
crisis center
?Meski baru berdiri, keber-adaan
crisis center
ini telahmenunjukkan tanda-tandaakan berjalan tidak efektif.Hal ini bisa dilihat dari prosesklarifikasi pengaduan yangbisa diterima oleh
crisis center
.Untuk klarifikasi dan penyele-saian masalah, seorang pelaporwajib melengkapi fotokopipaspor TKI, perjanjian penem-patan, perjanjian kerja, kartupeserta asuransi, KTLN, kartukeluarga, surat nikah, danidentitas pelapor. Padahal, pe-nyediaan dokumen-dokumentersebut menjadi sesuatu halyang mustahil untuk dileng-kapi, apalagi bagi TKI yang di-kirim sebelum tahun 2000-an.Proses klarifikasi yang me-nuntut cara seperti ini berartimemaksa para keluarga TKIuntuk bersifat aktif dan me-nyerahkan beban pelengkapandokumen ini hanya pada dirisang TKI, sementara aparat pe-merintah bersifat pasif danhanya menunggu. Maka dariitu, hal yang paling perlu untukdipertegas dari keberadaan
crisis center
ini adalah meka-nisme penyelesaian pengaduan.Seharusnya, cara-cara yangdisediakan dalam
crisis center
bukan cara konvensional, me-lainkan lebih revolusioner danmemangkas birokrasi. Kalautindak lanjut penyelesaian daripengaduan yang diterima oleh
crisis center
ini tidak jelas,yang terjadi hanyalah satuproses yang akan memperpan-jang birokrasi penyelesaianpengaduan persoalan TKI.
Langkah utama
Jumlah TKI yang ditem-patkan ke luar negeri dari 2005hingga 2009 mencapai 2,9 jutaorang (sumber Ditjen Binapen-ta, Kemenakertrans danBNP2TKI, Raker 4-9 Februari2010), dan dalam masa ini ter-catat terjadi 69.004 kasus TKIbermasalah (sumber Dit Per-lindungan WNI dan BHI Ke-menlu RI). Sedangkan untuktahun 2010, berdasarkan dataMigrant Care, jumlah TKI yangbermasalah selama Januari-Oktober 2010 saja telah menca-pai 25.064 orang. Jumlah TKIyang bermasalah ini baru be-rupa angka yang diketahui se-cara resmi, padahal bisa jadiangka masalah yang sesung- guhnya merupakan lipat duaatau lebih dari data yang ada.Untuk mengatasi TKI yangbermasalah, memang diper-lukan langkah-langkah yangberani dan penuh ketegasan,yaitu yang pertama sekali ha-rus dilakukan adalah menggan-ti duta besar di negara-negarayang dianggap gagal dalammemberi perlindungan bagiTKI, misalnya, duta besar kitadi Arab saudi. Hal ini pentingdilakukan agar ada proses pe-nyadaran bagi para duta besardi negara-negara yang meru-pakan tujuan TKI bahwa me-reka punya tanggung jawab be-sar untuk melindungi para TKI.Para duta besar ini tidakboleh menjadikan tugas perlin-dungan TKI sebagai pekerjaansampingan, tetapi harus dima-sukkan menjadi komponen tu-gas utama mereka. Karena itu,Kementerian Luar Negeri ha-rus benar-benar memilih dutabesar yang memiliki pemaham-an yang baik tentang persoalanTKI, terutama bagi negara-ne-gara yang merupakan negaratujuan penempatan TKI.Yang kedua adalah meng-ubah struktur Direktorat Per-lindungan WNI dan Badan Hu-kum Indonesia (BHI) yang ber-ada di bawah Direktorat Jen-deral Protokol dan KonsulerKemenlu. Struktur yang adaselama ini telah membuat posisidan ruang gerak Kemenlu da-lam memberi perlindungan ter-hadap TKI tidak maksimal.Sudah seharusnya bila badanyang menangani persoalan TKIdi Kemenlu ini berada seting-kat dengan Direktorat Jende-ral. Bahkan, kalau kita ban-dingkan dengan Filipina, lem-baga yang menangani TKI disana setingkat menteri muda.Ketiga, perlunya menetap-kan satu pintu anggaran untukmenangani TKI bermasalah.Saat ini, sumber dana dalammenangani TKI terpecah-pecahdi berbagai lembaga. Di Keme-nakertrans cq Binapenta jum-lah dana untuk penangananTKI mencapai Rp 36 miliar, diKemenlu Rp 15,9 miliar, Ke-menko Perekonomian Rp 1 mi-liar, dan di BNP2TKI Rp 264miliar. Dengan terpecah-pecahseperti ini, anggaran penangan-an TKI menjadi kecil. Penya-tuan anggaran penanganan TKIini bisa secara langsung beradadi bawah presiden sehingga ke-tika penanganan TKI berma- salah di luar negeri membutuh-kan dana yang besar, dapat di-cairkan dengan segera.Keempat, sudah saatnya di-upayakan keterlibatan peng-acara lokal dalam menanganiTKI bermasalah. Saat ini, da-lam struktur
citizen service
diKBRI, pengacara ditempatkanhanya sebagai penunjang. Pa-dahal, mengingat banyaknyajumlah TKI bermasalah itu ba-nyak dan letaknya berada dikota yang berbeda-beda, pihakKBRI akan sangat sulit untukmendampingi TKI yang berma-salah secara hukum sehinggakeberadaan pengacara lokalmutlak dibutuhkan. Pengacaralokal akan lebih mampu mem-beri perlindungan hukum bagiTKI kita daripada staf KBRI,apalagi atase di bidang hukum.
Keterbukaan pemerintah
Persoalan TKI di luar negerisebenarnya cukup jelas akarpenyebabnya. Para TKI tidaksecara tiba-tiba dijatuhi hu-kuman di luar negeri tanpaproses hukum terlebih dahulu.Namun, yang terjadi pemerin-tah justru tampak mengambillangkah pasif untuk para TKIbermasalah tersebut.
Crisis center
yang diresmi-kan oleh Kemenakertrans se-cara filosofi tidak akan mampumenyelesaikan persoalan TKI,terutama bagi TKI yang ber-masalah secara hukum di luarnegeri. Persoalan penangananTKI bermasalah secara hukumdi luar negeri menjadi lamban,bahkan tidak berjalan disebab-kan aparat pemerintah lebihsering saling menyalahkan da-ripada melakukan langkahkonkret penyelamatan. PihakKBRI menyalahkan BNP2TKI,pihak BNP2TKI menyalahkanpihak Kemenakertrans, se- dangkan Kemenakertrans me- nyalahkan pihak Kemenlu.Karenanya, pemerintah ha-rus secara kesatria mengakuibahwa ada kesalahan prosedurdalam menangani TKI yangbermasalah secara hukum. Tan-pa keterbukaan pemerintahuntuk mengakui adanya kesa-lahan sistem,
crisis center
men-jadi sesuatu yang sia-sia.
Crisiscenter
hanya akan menjadi
cen-ter of crisis
, lembaga pengum-pul persoalan yang dihadapiTKI tanpa mampu memberi so-lusi dari persoalan tersebut. Pa-dahal, jelas yang kita butuhkanbukan
crisis of center,
melain-kan penyelesaian pusat persoal-an (
center crisis
) persoalan TKI.Cukup sudah air mata me-nangisi nasib para TKI yang di- siksa, diperkosa, dianiaya, dandibunuh. Kita harus mampumenyelesaikan pusat persoalandari buruknya penanganan TKIbermasalah di luar negeri. Kitatidak boleh menjadikan upaya-upaya penyelesaian persoalanhanya sebagai proses pencitra-an, melainkan harus mendasarke pada pusat persoalan yangsebenarnya. Semoga!
I
Meluruskan Penanganan TKI
:: suarapublika ::
(surat pembaca:
suarapublika@rol.republika.co.id
dan
sekretariat@republika.co.id
)
S
elama 11 tahun pascakemerde- kaan India, AKA dipercaya men- jadi menteri pendidikan dalamkabinet Jawaharlal Nehru, yang juga adalah sahabatnya dalam masa per- juangan kemerdekaan, selain Gandhi danPatel. AKA adalah arsitek sistem pen-didikan modern India.Jika sekarang kita mengenal kemajuanpendidikan India yang luar biasa, semua-nya itu tidak bisa dipisahkan dari karya be-sar AKA. Saat kematiannya pada 24Februari 1958, Nehru dengan penuh harumemberikan sambutan: “Hari ini, kita ber-duka atas kematian seorang besar, se-orang dengan kecerdasan kemilau danseorang intelek yang dahsyat dengan ke-mampuan menerobos yang mencengang-kan untuk memecahkan sebuah masalah.”Pada 1992, mengingat kontribusinyayang luar biasa untuk bangsa, AKA di-anugerahi Bharat Ratna, bintang kehor-matan sipil tertinggi India, 34 tahunsesudah kepergiannya. Selain itu, banyaklagi lembaga penting di India sebagaihasil karyanya, seperti Indian Institute of Technology. Juga ada yang melestarikannamanya, seperti Maulana Azad Educa-tion Foundation. Hari kelahirannya pada11 November dijadikan Hari PendidikanNasional di India.Sebagai seorang alim, AKA tidak hanyabelajar ilmu-ilmu keislaman. Filsafat, se- jarah dunia, matematika, dan sains, jugadipelajarinya di bawah bimbingan paratutor yang didatangkan oleh keluarganya.Pada diri AKA, warisan Timur dan Barattelah menyatu. Demikian tinggi kepia-waiannya dalam ranah ilmu dan kemanu-siaan, Gandhi sampai-sampaimenempatkannya sekaliber Plato, Aris-toteles, dan Pythagoras.Sekarang, bagaimana wawasan keislam- an dan kemanusiaan AKA? Sebagaiseorang yang mendalami Alquran dan il mu-ilmu modern, AKA telah sampai kepa dakesimpulan-kesimpulan penting berikut:1. Kasatuan umat manusia merupakantujuan agama. Risalah yang disampaikanoleh setiap nabi adalah bahwa umatmanusia dalam realitas merupakan umatyang tunggal dalam komunitas tunggal.Tuhan mereka pun tunggal. Karena itu,mereka bersama wajib menyembah-Nyadan hidup sebagai anggota dari satu ke-luarga. Tetapi, dalam perjalanan sejarah,pengikut masing-masing agama meng-abaikan pesan ini. Mereka menciptakanentitas terpisah dan membangun penge-lompokan menggantikan posisi agama.Agama yang benar mengajarkan pengab-dian hanya kepada Allah dan melakukanhidup secara benar pula.2. Dalam kajiannya terhadap Alquran,AKA menemukan tiga prinsip sebagai tu- juan dari Kitab Suci ini:a. Alquran menempatkan iman danamal saleh sebagai satu-satunya carauntuk meraih keselamatan, bukan keter-kaitan terhadap kelompok tertentu.b. Aquran menekankan fakta bahwaagama yang diwahyukan Allah adalahtunggal buat seluruh umat manusia. Kare-nanya, penyimpangan dari itu adalahsuatu penyelewengan yang nyata.c. Alquran menegaskan bahwa agamayang benar adalah penyembahan lang-sung kepada Allah Yang Esa tanpa peran-tara apa pun. Inilah ajaran para nabi.Karena itu, kepercayaan dan praktik yangberlawanan dengan itu merupakan se-buah penyimpangan dari ketentuan itudan sungguh merupakan sebuahpenyangkalan terhadapnya.Selain itu, bagi AKA harus dibedakanantara
din
(agama) dan hukum (syariah).Pembagian iman ke dalam beragamagama bermula dengan identifikasi keduaaspek ini:
din
dan syariah. Pengikutberbagai agama cenderung melupakanrisalah yang benar dari agama wahyu danhukum dalam bentuk praktik yang terlaluditekankan. Tekanan itu diubah dari ‘tu- juan’ menjadi ‘alat.’ “Semua agama, se-bagaimana disampaikan secara orisinal,adalah benar,” dalam pandangan AKA.Dalam pergaulan antargolongan, AKAadalah seorang pluralis sejati. Maka, kitatidaklah perlu heran mengapa masyarakatHindu mencintainya, sedangkan keislam-an AKA sangat tidak diragukan. Keislam-an yang otentik tidak pernah bersifateksklusif. Akhirnya, dapat dikatakan bah-wa AKA adalah salah seorang Bapak IndiaModern. Saya sarankan agar pemikiran-nya yang cemerlang perlu juga dikenaloleh publik Indonesia sebagai rujukan per-bandingan.
I
>>
resonansi
<<
Oleh
Ahmad Syafi’i Maarif 
Warisan Abul Kalam Azad (3-Habis)
(11 November 1888-24 Februari 1958)
 Busway 
Koridor I
Halte Perlu Diperbaiki
Saya yang akan membahas tentang perubahan terbaru yang ada di transjakartakoridor I. Berikut surat saya. Berpikirlah dengan benar para pengelola transjakar-ta. Adanya tambahan sebuah TV/monitor di setiap haltenya memudahkan peng-guna untuk melihat kapan bus selanjutnya akan tiba.Hal ini merupakan upaya yang baik untuk meningkatkan pelayanan. Tapi, apa -kah benar akan menjadi lebih baik dan efektif? Setiap pengguna tetap saja harusantre untuk mendapatkan bus karena tidak disediakan tempat duduk yang cukupuntuk semua penggunanya. Alangkah lebih baiknya pengelola transjakarta memper-baiki halte
busway 
daripada membeli monitor LCD baru untuk halte-halte tersebut.
Yasmine Febrina Gazali
Jalan Karet Pasar Baru Barat VII No 7, Kelurahan Karet Tengsin,Jakarta Pusat
Ditjen Dikti dan UAI
Namanya Dicatut untuk Menipu
Pada Sabtu, 2 Juli 2011, saat santai siang saya menerima SMS: “Kemarinsaya terima undangan seminar dari Ditjen Dikti tgl 9-10 Juli di hotel Grand Pre-anger Bandung ....Untuk penerimaan dana transportasi & akomodasi untuk pe-serta hubungi koordinator Kopertis wil III DKI Jakarta; Ibu Prof Dr Ilza MayuniMA…! Salam, Muhsin Lubis, M.S.c, Purek II Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).”Karena tertarik dan penasaran, saya langsung kontak ibu prof Dr tersebut. Ibuprof Dr itu menanyakan kartu ATM apa yang saya miliki. Saya menjawab ATMBSM. “Lalu saya harus bagaimana Bu Prof?” “Sekarang secepatnya Bapak pergike ATM terdekat, lalu setelah sampai segera hubungi saya, nanti akan saya tun- jukan caranya.”Bergegaslah saya ke ATM dengan sebuah tanda tanya. Setelah komunikasisaat berada di ATM, terungkaplah ini penipuan modus baru dengan mengatasna-makan Ditjen Dikti Kopertis Wil III DKI Jakarta dan lembaga pendidikan tinggi Uni-versitas Al Azhar Indonesia (UAI).
Erwien Chalid Ryadhie
Dosen FISIP UAI
PLN
Pelanggan Berterima Kasih
Saya ingin mengucapkan terima kasih atas respons yang dilakukan oleh PLNdalam menanggapi surat pembaca saya pada 30 Juni lalu di surat kabar
Republika 
.Tepat sehari setelah surat pembaca saya dimuat, pada 1 Juli 2011 sekitar pukul15.30 pihak PLN mendatangi tempat tinggal saya dan bertemu dengan saya. PihakPLN pun telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah saya alami.
Gloria Mariawaty
Grogol, Jakarta Barat
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA
Pemimpin Redaksi:
Nasihin Masha.
Wakil Pemimpin Redaksi:
Arys Hilman Nugraha.
Redaktur Pelaksana:
Elba Damhuri.
Kepala Newsroom:
M Irwan Ariefyanto.
Kepala Republika Online:
Agung Pragitya Vazza.
Redaktur Senior:
Anif Punto Utomo.
Wakil Redaktur Pelaksana:
Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari.
AsistenRedaktur Pelaksana:
Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto.
Reporter Senior:
Andi Nur Aminah, Budi Utomo, HarunHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan.
Staf Redaksi:
Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiShahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, CitraListya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahRatna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, FernanRahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, IndahWulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, Mansyur Faqih, Mohammad Akbar,Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, NidiaZuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat BudiHarto, Ratna Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, WulanTunjung Palupi, Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky AlHamzah.
Kepala Quality Control dan Bahasa:
Rakhmat Hadi Sucipto.
Kepala Desain:
Sarjono.
Kepala Perwakilan Jawa Barat:
MamanSudiaman.
Pjs
.
Kepala Perwakilan DIY - Jateng & Jatim :
Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), AhmadBaraas (Bali).
Sekretaris Redaksi:
Fachrul Ratzi.
Penerbit:
PT Republika Media Mandiri.
Alamat Redaksi:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,
Alamat Surat:
POBox 1006/JKS-Jakarta 12010.
Tel:
021-780.3747 (Hunting),
Fax:
021-780.0649 (Seluruh Bagian).
Fax Redaksi:
021-798.3623,
E-mail:
sekretariat@republika.co.id.
Bagian Iklan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510.
Tel:
021-794.4693,
Fax:
021-798.1169.
Sirkulasi dan Langganan:Tel:
021-791.98441,
Fax:
021-791.98442.
Online:
http://www.republika.co.id.
Alamat Perwakilan: Bandung:
Jl. LL RE Martadinata No. 126
Tel:
022-420.7671, 420.7672,420.7675,
Fax:
022-426.2898,
Yogyakarta:
Jl. Perahu No. 4,
Kota Baru, Tel:
0274-544.972, 566028,
Fax:
0274-541.582,
Surabaya:
Jl. Barata Jaya No. 51,
Tel:
031-501.7409,
Fax:
031-504.5072.
Direktur Utama:
Erick Thohir.
Wakil Direktur Utama:
Daniel Wewengkang.
Direktur Pemberitaan:
Ikhwanul Kiram Mashuri,
Direktur Operasional:
Tommy Tamtomo.
GM Keuangan:
Didik Irianto.
GM Marketing dan Sales:
 Yulianingsih.
Manajer Iklan:
Indra WisnuWardhana.
Manajer Produksi:
Nurrokhim.
Manajer Sirkulasi:
Darkiman Ruminta.
Manajer Keuangan:
Hery Setiawan.
Harga Langganan:
Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900.
Harga Eceran Luar Jawa:
Rp. 4.000 pereksemplar (tambah ongkos kirim).
Rekening Bank a.n PT Republika Media Mandiri:
Bank BSM, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit,No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8.
Surat Izin Usaha Penerbitan Pers:
SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992,
Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar:
Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadimilik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekalitanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan darisiapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnyatanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisanyang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab KepalaPerwakilan Daerah bersangkutan.
HARIAN
 
3
nasional
REPUBLIKA
SELASA, 5 JULI 2011
Mereka memintarekomendasi MKuntuk ke PanjaMafia Pemilu.
JAKARTA — Sejumlahmantan calon legislatif(caleg) DPR mengadukandugaan konspirasi atas per-olehan kursi DPR pada pu-taran ketiga di Pemilu Le-gislatif (Pileg) 2009. Merekamenyebut ada 18 kursi ha-ram atau kursi yang semes-tinya bukan hak anggotaDPR saat ini. Hal itu diung-kapkan oleh 16 orang ca leg2009.Juru bicara paguyubankorban mafia pemilu, Soe-priyadi Azhary, dari PartaiHanura, menuding mantananggota KPU Andi Nurpatidan mantan wakil ketuaMahkamah Konstitusi (MK)Abdul Mukti Fadjar terlibatdalam konspirasi surat pu-tusan MK itu. Akibatnya, iadan 15 caleg lain gagal loloske Senayan. “Saya yakin dia(Mukti Fadjar) terlibat kare-na dia yang mengeluarkansuratnya,” jelasnya saatmengadu ke Ketua MK, Mah-fud MD, di MK, Senin (4/7).Ia lebih yakin lagi setelahsempat berbincang denganMahfud MD yang menya-takan surat yang dipegang-nya adalah asli. Ia membe-berkan bukti, di antaranyasurat MK tertanggal 21Agustus 2009. Mukti Fadjarmengumumkan dalam pu-tusan itu bahwa KPU harusmelaksanakan delapanAmar Keputusan MK No- mor 74-94-80-59-67/PHPU.-CVIII/2009 tertanggal 10Juni 2009.Saat melakukan penge-cekan ke KPU, Soepriyadimengatakan, namanya dan15 rekannya tercantum lolos.Ia mengaku, pendapatnyadikuatkan anggota KPU Pu-tu Artha. Namun, sepekankemudian, katanya, keenambelas nama itu hilang. Iamenduga, Mukti Fadjar me-manipulasi keputusan MKitu (MK No 74-94-80-59-67/PHPU.CVIII/2009), me- lalui surat yang hanya mem-butuhkan waktu sehari.“Ternyata penetapan calegterpilih putaran ketiga initidak sesuai dengan amarputusan MK.”Menurut dia, konsekuen-si putusan KPU itu beraki-bat pada 18 kursi haram diDPR. Perinciannya, seba-nyak 14 kursi dari Jawa Ba-rat (Jabar), Jawa Tengah (Ja-teng), dan Jawa Timur (Ja-tim) serta empat caleg dariSulawesi. Ia menyimpulkanadanya konspirasi penem-patan caleg putaran ketigayang dilakukan oknum KPUdan MK. “Nama kami hi-lang sebab jadi korban darimafia putaran ketiga DPRyang seharusnya masuk.”Mereka meminta surat re-komendasi MK agar keenambelas caleg itu bisa membe-rikan keterangan di depanPanja Mafia Pemilu DPR.Mereka berharap, panja diKomisi II DPR mampumembongkar mafia pemilu.Menanggapi kasus itu,Kabareskrim Polri KomjenIto Sumardi, di Mabes Polri,Jakarta, mengatakan, akanmengeceknya. Saat ini, Polritengah menangani penyidik- an kasus pemalsuan suratMK yang diduga menyeretnama Ketua Divisi Komu-nikasi Politik Partai Demo-krat, Andi Nurpati. “Ada 16kasus. Nanti kita akan cek.Kita akan menjemput bola(ke MK).”Ia juga mengungkapkan,ada kasus pemalsuan suratMK lain yang melibatkanpolitikus PPP, Ahmad Yani.Namun, kasus itu telah di-hentikan atau diterbitkanSurat Perintah PenghentianPenyidikan (SP3) atas dasarketerangan MK.Di DPR, anggota KomisiII DPR dari Fraksi PDI Per-juangan (PDIP) Arif Wibowomenegaskan, pihaknya te-ngah menginventarisasi se-luruh laporan kecuranganpemilu. Laporan itu berasaldari pihak yang merasa di-rugikan dalam proses reka-pitulasi, juga dari para calegyang mengadu ke MK itu.“Masalah ini yang sedangdidalami.”Anggota panja lainnyadari Fraksi Partai Golkar,Nurul Arifin, berbeda pen-dapat. Katanya, saat iniPanja Mafia Pemilu terfokuspada kasus Andi Nurpati. Iamelihat, sampai saat ini,sudah ada kejelasan dari in-formasi yang dikulik panja,yakni adanya kebohongandan kerja kolektif.Nurul berpendapat, ada-nya sejumlah pihak yangmengaku memiliki hak diparlemen dikhawatirkanmembuat panja melebarkanperhatiannya. Namun, jikatidak ada data dan fakta,katanya, akan sulit meng-ungkap kebenaran itu.
esthi maharani/bilal ramad-han/c13
ed:
dewi mardiani
Diduga Ada 18Kursi Haram di DPR
JAKARTA — Setelahmuncul ‘Mr A’ yang didugaterkait dengan kasus yangmenjerat mantan bendaharaPartai Demokrat (PD), MNazaruddin, sekarang mun-cul ‘Mr L’. Menurut KetuaDPP PD, I Gede Pasek Suar-dika, kedua tokoh ini meru-pakan otak di balik kasusNazar. Keduanya, tambahPasek, memiliki tujuan samawalaupun latar belakangberbeda, yakni ingin meng-hancurkan PD.“Selain ‘Mr A’, ada oranglain, yaitu ‘Mr L’, yang adadi balik kasus Nazaruddin.Dua tokoh inilah yang men-jadi
master mind
,” katanya.Selain ingin menghancurkanPD, keduanya bertujuan me-nyurutkan popularitas Pre- siden SBY yang berasal dariPD dan melengserkan AnasUrbaningrum sebagai ketuaumum PD.Karena itulah, katanya,kedua orang ini tak meng-inginkan Nazar pulang keIndonesia. Padahal, kaderPD ingin Nazar pulang. Pa-sek mengatakan, yang dila-kukan Nazar itu untuk ke-pentingan pihak lain, bukanuntuk PD.Pasek tak mau berko-mentar soal identitas ‘Mr Litu apakah Luhut Panjaitanatau bukan. Luhut dikabar-kan menjadi ketua tim kam-panye Ketua Umum Golkar,Aburizal Bakrie. Ia hanyamengatakan, pihaknya te-ngah mengumpulkan bukti-buktinya. Ia juga menyaran-kan agar Nazar membukaaib partai lain yang selamaini justru menjadi pemainbesar anggaran. “Ia tidakmembongkar pemain besarlainnya, ada apa ini?”Sebelumnya, Nazar me-ngirim pesan ke sejumlahwartawan melalui Black-berry Messenger (BBM) kua-sa hukumnya pada Ahad(3/7) malam. Disebutkan be-berapa nama elite PD terkaitkasus proyek pembangunanWisma Atlet SEA Games, diPalembang, Sumatra Sela-tan.Menanggapi pesan itu,Anas menuding Nazar telahmenyebarkan fitnah. “Apa
Republika
percaya dengancerita karangan alias fitnah?”Sementara itu, Wakil Ke-tua KPK M Jasin mengata-kan, “Tentu, semua upaya ki-ta lakukan (memulangkanNazar), termasuk blokiraset.” KPK juga belum meng- ajukan surat pencarian orangdalam
red notice
kepadaPolri. Menurut Jasin, KPKmasih merahasiakan upayapencarian tersangka ini.Terkait dugaan keterli-batan mantan kabareskrimKomjen (Purn) Ito Sumardidalam kasus Wisma AtletSEA Games, KPK belum me-nanganinya. Selain belumada laporan, faktanya punbelum ada. Namun, kata Ju- ru Bicara KPK, Johan Budi,“Kalau ada bukti, ya akandiperiksa.” Dugaan itu ter-kait adanya dokumen saatpenggeledahan kantor Nazar,PT Anak Negeri (21/4). Adakuitansi atas nama Ito.Menanggapi tudingan ter-sebut, Ito bersedia rekening-nya diperiksa Pusat Pelapor-an dan Analisis TransaksiKeuangan (PPATK), tapidengat syarat tidak dikaitkandengan kasus lain. Ia mem-bantah menerima dana dariNazar sebesar 50 ribu dolarAS. Ia mengatakan, “DemiAllah, saya tidak pernah jualbeli kasus, saya punya hargadiri.”
esthi maharani/m hafil/bilalramadhan/c13
ed:
dewi mardiani
Demokrat Munculkan Nama Baru ‘Mr L’
UNJUK RASA BPJS
Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jaminan Sosial berunjuk rasa menuju gedung DPR, Jakarta, Senin(4/7). Mereka meminta negara menanggung jaminan sosial bagi seluruh rakyat, tanpa memungut iuran yang rentan tindakpidana korupsi.
TAHTA AIDILLA

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Shofwan liked this
fjuliyanto liked this
Cikgu Fizik liked this
feri123456 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->