Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sumberdaya Pesisir Dan Laut

Sumberdaya Pesisir Dan Laut

Ratings: (0)|Views: 1,691 |Likes:
Published by Thakur Sing

More info:

Published by: Thakur Sing on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT
Secara umum potensi sumberdaya dapat pulih pesisir Jawa Barat terdiri atas tujuh jenis, yaituhutan mangrove, terumbu karang, budidaya tambak, budidaya laut, wisata bahari, perikanan lautdan konservasi. Di kawasan pesisir utara Jawa Barat potensi ekosistem pesisir terbesar adalah (a)ekosistem mangrove dengan luas sekitar 7.600 ha yang menyebar di Kabupaten Bekasi, Subang,Karawang, Indramayu dan Cirebon; (b) potensi budidaya tambak yang mencapai luas sekitar 30.080 ha yang tersebar di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu; (c) potensi perikanan laut juga masih dapat dikembangkan di kawasan ini terutama untuk jenis-jenis ikantertentu.Panjang garis pantai propinsi Jawa Barat sepanjang 365,059 km yang terbentang dari KabupatenBekasi sampai Kabupaten Cirebon. Panjang pantai masing-masing Kabupaten/Kota adalahsebagai berikut: Kabupaten Bekasi 37,829 km, Karawang 84,230 km, Subang 68 km, Indramayu114 km, Cirebon 54 km dan Kota Cirebon 7 km. Pantai Jawa Barat bagian utara hampir seluruhnya didominasi oleh pantai berpasir.Secara ekologis, wilayah pesisir sangat kompleks dan memiliki nilai sumberdaya yang tinggi.Bila diperhatikan batasannya, wilayah pesisir pantai Jawa Barat bagian utara akan mencakup subsistem daratan pesisir 
(shore land)
dan perairan pesisir 
(coastal water).
Kedua sub sistem yang berbeda tetapi saling berinteraksi melalui media aliran massa air.
4.1
Mangrove
E
kosistem mangrove di
Kabupaten Bekasi
terdapat di tiga wilayah kecamatan yaitu KecamatanBabelan, Muara Gembong dan Tarumajaya, dengan luas lahan hutan bakau terluas terdapat diKecamatan Muara Gembong. Di beberapa lokasi hutan bakau tersebut berada pada kondisi yangkritis, baik disebabkan oleh abrasi pantai maupun adanya penebangan pohon bakau olehmasyarakat.Hasil peninjauan lapangan oleh PKSPL-IPB tahun 2000, dari 2.104,535 ha hutan mangrove,yang mengalami abrasi seluas 109,567 ha. Kerusakan hutan mangrove juga disebabkan oleh banyaknya penebangan hutan oleh masyarakat untuk dijadikan lahan empang dan pembuatanrumah musiman oleh nelayan khususnya sepanjang kali Muara Bendera dengan tidak memperhitungkan dampak yang akan muncul.
 
 
G
ambar
4.1.
 
Kondisi Mangrove di Kecamatan Babelan Kabupaten BekasiKabupaten Bekasi memiliki garis pantai 72 kilometer, berada di tiga kecamatan di wilayah utaradan membentang dari perbatasan Jakarta sampai perbatasan Karawang. Berdasarkan pengamatanlapangan dan penelusuran data sekunder, kondisi hutan mangrove yang dulu tebal, kini rusak akibat abrasi dan pengambilan manfaat langsung oleh manusia dan kebijakan yang tidak mendukung terhadap lingkungan. Spesies yang dilindungi seperti lutung jawa (
trachypitecusauratus
) dan burung Kuntul (Ardeidae) kini menghilang.Mangrove yang dimiliki Kabupaten Bekasi tersebar di Kecamatan Muaragembong, Babelan danTarumajaya. Dari analisis yang dilakukan, luas wilayah hutan bakau dalam kurun waktu 59tahun (1943-2006) telah mengalami penyusutan dan mengalami perubahan secara signifikan, danluasnya tinggal 16,01 persen dari semula 10.000 hektare menjadi 1.580,05 hektare. Adapunfauna yang sebelumnya berasosiasi dengan hutan bakau di pesisir Kabupaten Bekasi, terdapat 32 jenis, sebagian besar burung rawa seperti kuntul. Juga hewan langka dan dilindungi sepertilutung jawa serta berbagai hewan yang mempunyai potensi ekonomi untuk dibudidayakan,antara lain udang dan kepiting bakau.Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, dulu terdapat sekitar 15 ribuhektar hutan mangrove yang terdiri dari 10 ribu hektar lahan yang dimiliki PT Perhutani dansisanya milik masyarakat. Tetapi, sekarang hutan mangrove yang didominasi jenis bakau milik Perhutani tinggal sekitar 10 hektare. Sedangkan hutan mangrove yang dimiliki rakyat jugamengalami kerusakan. Luas keseluruhan hutan yang saat ini tersisa, tercatat hanya sekitar 600hektare.
 
Banyak faktor yang menjadi penyebab kerusakan hutan mangrove, di antaranya karena faktor alam seperti banjir, juga karena penebangan pohon bakau. Masyarakat di pesisir pada saat awalkerusakan, umumnya memiliki kekhawatiran, jika mangrove tumbuh subur akan membuatmasyarakat kehilangan tanah tempat tinggal atau lahan garapan. Selain itu, perilaku masyarakatdi tiga wilayah pesisir mengindikasikan ada beberapa pihak yang beralasan, jika membiarkan di pesisir tumbuh hutan mangrove akan mengakibatkan pihak Perhutani mengakui lahan tersebutsehingga mereka tidak dapat lagi tinggal di sana .Pada tahun 2005 dan 2006, Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan)meremajakan pesisir dengan menanam 729 ribu pohon jenis bakau dan api-api pada lahan 200hektar di Kecamatan Babelan dan Tarumajaya. Pemerintah Bekasi sendiri, pada tahun yang sama juga melakukan penanaman mangrove dengan volume 75 ribu pohon pada lahan seluas 25hektare di Kecamatan Muaragembong. Kegiatan ini mengalami kegagalan, selain dari ulahmasyarakat, terjadi banjir awal Februari 2007. Tanaman yang termasuk kepada kelompok mangrove, umumnya memiliki karakter yaitu baru berakar kuat apabila telah berumur 3-5 tahunsejak penanaman sehingga ketika terjadi banjir, banyak tanaman mangrove yang tercabut lagi.Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang mendapat bantuan dari program Gerhan periode 2003-2008. Secara berturut-turut pada tahun 2003 sampai 2006, daerah ini telahmenerima bantuan bibit untuk rehabilitasi di Kecamatan Muaragembong, Babelan, danTarumajaya. Tetapi, mulai pada tahun 2006, Dinas Pertanian, Perkebunan dan KehutananKabupaten Bekasi tak lagi menerima program bantuan tersebut. Sebab, saat itu mangrove yang baru ditanam pada program tahun 2005 sudah mengalami kerusakan, sehingga dipertimbangkanuntuk tidak menerima bantuan dulu sampai ada pemecahan.Berdasarkan data Bappeda Kabupaten Bekasi, terdapat 35 kilometer panjang pesisir laut diwilayah ini yang meliputi Kecamatan Muaragembong 22 kilometer, Kecamatan Babelan tigakilometer, dan Tarumajaya enam kilometer dengan total luas hutan mangrove 15 ribu hektare.Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2003-2013, tiga kecamatan pesisir wilayah ini diarahkan untuk hutan lindung dengan ketebalan hutan minimal 500 meter dari bibir  pantai.Sementara, berdasarkan wawancara di lapangan, warga Desa Hurip Jaya, Babelan, KabupatenBekasi mengungkapkan, di jarak 500 meter desanya, dulu masih banyak ditumbuhi berbagai jenis mangrove, seperti tanaman bakau. Ketebalan hutan bakau pada 10-15 tahun lalu disebutkanantara 300-400 meter.Sedangkan di wilayah
Kabupaten Karawang
tersebar di tujuh kecamatan yang ada diKabupaten Karawang, dengan prosentase tegakan pohon bakau terbesar (>15%) terdapat di DesaSukakerta dan Sukajaya di Kecamatan Cilamaya, di Desa Sedari di Kecamatan Cibuaya. Jenis bakau yang ada antara lain
 R
hizophora apiculata
,
 R
hizophora mucronata, Avicennia marina
,
Sonneratia alba, Lumnitzera racemosa,
sedangkan vegetasi lainnya adalah
 Dolichandrone spatacea, Acrostichum aurecum, Acanthus ilicifoleus
.

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
surbakti_unsri liked this
Maya Masumi liked this
Valida Sihanaya liked this
Deli Deb Grey liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->