Diplomasi ISLAM DR. Afzal Iqbal
http://www.akhirzaman.info/
Hal. | 2
Buat Diplomat-diplomat Muda di Dunia IslamYang membutuhkan keimanan dan Keberanianuntuk Menegakkan Perdamaian Antar Umat Manusia
KATA PEMBUKA
Dalam konteks hubungan antarnegara kata diplomasi telah lama digambarkandengan konotasi yang buruk.Hal ini telah lama terproyeksikan dalam semantik melalui proses danperjalanan sejarah. Tradisi Machiavelli - pengarang buku The Prince, pent - telahmemisahkan secara tajam antara seni negosiasi dengan moralitas dalam tata aturannasional maupun internasional. Walaupun tradisi ini mengandung sesuatu yangsangat Nemesik, - Nemesis adalah nama klasik perempuan Yunani yang suka marahmelihat pelanggaran hukum, pent - tetapi ia telah meninggalkan jejak yang pahit dangetir, kecurigaan, dan salah pengertian yang terus berlanjut sehingga menimbulkankebingungan dalam hubungan antarmanusia.Beberapa di antaranya mungkinkah kita mampu melahirkan sebuah cleandiplomacy, yaitu diplomasi yang bersih dari pola-pola hipokratik (kemunafikan),kebohongan dan kata-kata yang tak bersumber dari nurani yang selama ini telahditempelkan secara lekat pada para diplomat? Dan apakah sejarah telah memberikanbukti yang nyata bahwa diplomasi yang bersih itu telah melahirkan buah yangnikmat? Dr. Afzal Iqbal mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam buku inidan sekaligus memberikan jawaban yang memuaskan.Dia telah mendapatkan contoh sempurna dalam hal ini pada sosok Nabi kaumMuslimin, Muhammad
Shallallahu Alahi wa Sallam
. Studi yang dilakukan penulis bukuini sangat menarik dan mengandung banyak pelajaran, karena membidik salah satukarir Rasulullah yang sering kali tidak mendapat perhatian serius dari para penulissirah kehidupan Rasulullah. Dia dengan tajam dan jenial menganalisa beragam situasiyang dihadapi Rasulullah pada masa hidupnya, yaitu pada saat-saat beliaumengadakan pendekatan dan strategi dalam berbagai persoalan, baik dalam masadamai maupun dalam situasi perang. Yang pada akhirnya akan menghasilkankesejahteraan manusia secara umum. Dan pada saat yang sama Rasulullah tidakmenyimpang dari misi kerasulan dan pengemban moral yang sangat tinggi yang Allahbebankan kepadanya. Tujuan yang hendak diraih dan cara yang beliau tempuh samasekali sulit untuk dikritik.Dr. Iqbal adalah salah seorang korp diplomatik di lingkungan kami. Dan jikabuku yang dia tulis ini sukses menyinarkan kesadaran kepada para diplomat danberhasil mengkondisikan kesadaran mereka untuk melahirkan nilai-nilai kemanusiaan,maka buku ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan penulisnya.S. A Rahman, 65, Gulberg Lahore