Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ragam Bahasa

Ragam Bahasa

Ratings: (0)|Views: 328|Likes:

More info:

Published by: Cici Cweety Chaniago on Jul 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/13/2013

pdf

text

original

 
Ragam BahasaApril 24th, 2008
A.
 
RAGAM BAHASA BERDASARKAN MEDIA/SARANA
 1.
 
Ragam bahasa Lisan
 
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagaiunsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
 2.
 
Ragam bahasa tulis
 
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagaiunsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapanunsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
 
Contoh
 
Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis
 
1. Putri bilang kita harus pulang 1. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang
 
2. Ayah lagi baca koran 2. Ayah sedang membaca koran
 
3. Saya tinggal di Bogor 3. Saya bertempat tinggal di Bogor 
 
B.
 
RAGAM BAHASA BERDASARKAN PENUTUR 
 1.
 
Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek).
L
uasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orangyang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali,Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasaIndonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-namakota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll.
L
ogat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
 2.
 
Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur.
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok  penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan katayang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yangtidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas.Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyariseharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yangseharusnya dipakai.contoh:
 
1) Ira mau nulis surat
Ira mau menulis surat
 
2) Saya akan ceritakan tentang Kancil
Saya akan menceritakan tentang Kancil.
 3.
 
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur.
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap ituantara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahanatau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau
 
 penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak  penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yangdigunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
 
Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang dipakai dalam situasi resmi/formal, baik lisan maupun tulisan.
 
Bahasa baku dipakai dalam :
 
a.
 
 pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikankuliah/pelajaran;
 
 b.
 
 pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat;
 
c.
 
komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang;
 
d.
 
wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
 
Segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya meliputi
 
a.
 
tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat, pedomannya adalah buku Tata BahasaBaku Indonesia;
 
 b.
 
kosa kata berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);
 
c.
 
istilah kata berpedoman pada Pedoman Pembentukan Istilah;
 
d.
 
ejaan berpedoman pada Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD);
 
e.
 
lafal baku kriterianya adalah tidak menampakan kedaerahan.
 
C
.
 
RAGAM BAHASA MENURUT POKOK PERSOALAN ATAU BIDANG PEMAKAIAN
 
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasayang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungakedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasayang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasayang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah lara bahasa.
 
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yangkhusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakandalam bidang agama; koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran; improvisasi,maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni; pengacara, duplik, terdakwa, digunakandalam lingkungan hukum; pemanasan, peregangan, wasit digunakan dalam lingkungan olah raga. Kalimatyang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimatdalam koran/majalah, dll. Contoh kalimat yang digunakan dalam undang-undang.
 
Sanksi Pelanggaran Pasal 44:
 
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas
 
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->