Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 374|Likes:
Published by tata_lela88

More info:

Published by: tata_lela88 on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2011

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar BelakangHakikat Sastra pada dasarnya adalah segala apa yang ditulis dalam peradabanatau kebudayaan suatu bangsa. Sastra tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusiadan bangsa. Sastra selalu merekam kehidupan manusia. Sastra merangsang hati dan perasaan kita terhadap kemanusiaan, kehidupan dan alam sekitar. Kehidupanmerupakan jantung sastra. Sastra menjadikan hati kita memahami dan menghayatikehidupan. Sastra bukan merumuskan dan mengabstrakan kehidupan tetapimenampilkan dan mengkongkritkanya. Interaksi budaya yang terjadi di suatu negeritidak terlepas kajian sastra.Apabila karya sastra dianggap tidak berguna, tidak bermanfaat lagi untuk menafsirkan dan memahami masalah-masalah dunia nyata, maka tentu saja pengajaran sastra tidak ada gunanya lagi diadakan. Namun jika dapat ditunjukan bahwa sastra itu mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia nyata, maka pengajaran sastra harus dipandang sebagai sesuatu yang penting yang patutmenduduki tempat selayaknya.Pengajaran sastra tidak hanya berisikan tentang pengertian sastra, contoh-contoh nama pengarang dan karyanya tetapi yang lebih penting adalah mengenal,memahami dan memanfaatkan karya sastra sebagai sarana penambahan pengalaman,wawasan dan kematangan berfikir.Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Rusnyana yang mengatakan:³Pengajaran sastra dalam pendidikan siswa dilibatkan kedalam pengalaman agar mereka mampu mengapreasikan nilai-nilai serta memahami dan mengapresiasihubungan sebagai makhluk hidup dengan kholiq-Nya´.Memperhatikan hal di atas, penyusun berpendapat bahwa, tujuan pengajaransastra yaitu agar siswa dapat melakukan penginderaan dan pengimajinasian. Dengandemikian siswa menjadi temotivasi untuk memahami, menikmati dan menghargai
 
2
 
karya sastra sebagai bagian dari dirinya, ³Kegiatan menggauli karya sastra secarasungguh-sungguh sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra´. Aminudin,Untuk mencapai hal tersebut, siswa perlu dibekali dengan pengetahuan yangmemadai sehingga dapat melakukan pengkajian terhadap unsur-unsur dalam karyasastra, baik itu puisi, Cerpen atau Roman.Terdapat beberapa teknik pembelajaran yang dikemukakan oleh Roestiyah1991 yaitua.
 
Teknik Diskusi b.
 
Teknik kerja kelompok c.
 
Teknik penemuan ( Discovery )d.
 
Teknik Simulasie.
 
Teknik Teacingf.
 
Teknik Mikro Teacingg.
 
Teknik Sumbang Saran / Brain Storningh.
 
Teknik Inquiryi.
 
Teknik Eksperimen j.
 
Teknik Demontrasik.
 
Teknik Karya Wisatal.
 
Teknik Penyajian karya lapanganm.
 
Teknik Sosio Drama / Bermain Peran / Role Playingn.
 
Teknik Penyajian Secara Kasuso.
 
Teknik Penyajian Secara sistem beregu / Team Teacing p.
 
Teknik Latihan / Drillq.
 
Teknik Penyajian Dengan Tanya Jawabr.
 
Teknik Pemberian Tugas dan Resitasis.
 
Ceramaht.
 
Teknik Penyajian dengan interaksi Masa
 
3
 
Salah satu teknik pembelajaran dalam upaya meningkatkan apresiasi pembelajaran sastra khususnya pembelajaran unsur intrinsik cerita pendek, yaituteknik resitasi. Teknik resitasi yaitu: teknik pembelajaran dengan cara penugasan danhapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan pendapatAhmadi yang menyatakan. Tugas itu dapat berubah perintah, kemudian siswamempelajari bersama temannya atau sendiri, kemudian menyusun laporan / resume.Esok harinya laporan itu dibacakan di depan kelas. Tugas semacam itu disebutresitasi, yaitu menyusun laporan sebagai hasil dari materi yang telah dipelajari.Penerapan teknik resitasi ini didasarkan pada banyak kegiatan pendidikan disekolah, apalagi sekarang dituntut kelulusan dari UAN (Ujian Akhir Sekolah Nasional), sehingga pembelajaran lebih ditekankan pada latihan soal-soal, sedangkan pembelajaran prosa yang mendalam sangat sulit diajarkan disekolah. Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas diluar jam pelajaransebagai selingan atau variasi teknik penyajian. Tugas-tugas semacam ini dapatdikerjakan di luar jam pelajaran, di rumah maupun sebelum pulang sehingga dapatdikerjakan bersama-sama secara kelompok. Menurut penyusun, teknik resitasi dapatditerapkan dalam pembelajaran unsur intrinsik sebuah cerita pendek. Pengkajianintrinsik sebuah cerpen rekaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses pengkajian memerlukan pemahaman yang mendalam, pengimajinasian dan kritisterhadap karya sastra.Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ahmadi yang mengatakan bahwa³Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai teknik penyajian siswa mengalami danmengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya, maka pengetahuan itu akan tinggallama dijiwanya. Roman pilihan dalam pembelajaran unsur-unsur intrinsik denganmenggunakan teknik resitasi dapat menggunakan Roman yang Berjudul Kemeluthidup Ramadhan K.H. Penyusun memilih cerpen tersebut karena unsur-unsur intrinsik dalam Roman tersebut sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh siswa.Bertolak dari uraian di atas penyusun tertarik untuk mengadakan penelitian tentangkajian unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->