Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 3 Bahan Bakar Dan Pelumas

Bab 3 Bahan Bakar Dan Pelumas

Ratings: (0)|Views: 407 |Likes:
Published by David Sigalingging
davidsigalingging
davidsigalingging

More info:

Published by: David Sigalingging on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2011

pdf

text

original

 
25
A. BENSIN
Bensin sering juga disebut “
Gasoline 
atau
Petrol 
”. Bensin untukkendaraan bermotor dapat dibedakan atas 4 tingkat, yaitu :1. Bensin Putih, yaitu Bensin yang mempunyai angka oktan yang sangatrendah, sehingga saat ini jarang digunakan.2. Bensin Reguler, yaitu Bensin yang mengandung sedikit
Tetraethylead 
,karena itu mempunyai angka oktan yang lebih baik dari Bensin putih.3. Bensin Premium, yaitu Bensin yang mempunyai sifat anti ketukan yang lebihbaik dari Bensin Reguler, sehingga sangat banyak dipakai pada mesindengan kompresi yang lebih tinggi untuk semua kondisi.4. Bensin Super Premik, yaitu Bensin yang mempunyai angka oktan lebih tinggilagi dan dapat digunakan untuk motor Bensin dengan kompresi tinggi.Bensin produksi Pertamina yang dijual di pompa-pompa Bensin diIndonesia umumya adalah jenis Bensin Premium dan Super Premik. Kedua jenis Bensin tersebut mempunyai angka oktan masing-masing untuk Premiumdengan angka oktan 86-88 dan untuk Bensin Premik dengan angka oktan 97-99. Bensin yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Bensin Premium.Sedangkan Bensin Premik mempunyai harga yang lebih mahal, sehinggapenggunaannya masih terbatas pada motor Bensin tertentu.Bensin adalah bahan bakar yang diperoleh dari hasil pemurnian minyakbumi. Di dalamnya terutama terkandung unsur-unsur
Carbon 
dan
Hidrogen 
.Sifat-sifat utama Bensin adalah (Toyota, 1982) :1. Mudah menguap pada suhu biasa.2. Tidak berwarna, jernih dan berbau merangsang.3. Titik nyala rendah.4. Berat jenis rendah5. Melarutkan minyak dan karet.6. Menghasilkan panas yang besar.7. Meninggalkan sedikit sisa karbon.Bensin untuk kendaraan terdiri dari campuran
hydrokarbon 
yangdidistalasi pada suhu 100
0
F, dan campuran ini terdiri dari :1.
Straight Run Nephta 
yaitu minyak bumi yang mendidih sampai pada suhu400
0
F.2.
Reformed Nephta 
yaitu hasil yang sama
volatilenya 
, diperoleh secara thermisatau
dehedrogenasi 
katalistis dari
Nephta 
yang berat.3.
Cracked Nephta 
produk yang sama
volatile 
nya, diperoleh dengan prosesthermis distalasi sedang seperti gas (gas oil).4.
Casing Head Gasoline 
, gasoline yang diperoleh sebagai hasil dari prosesdistilasi kering natural minyak.Angka oktan pada Bensin adalah suatu bilangan yang menunjukkankemampuan bertahan terhadap gejala
knocking 
. Makin besar angka oktannyamakin besar pula kemampuan bertahan Bensin terhadap gejala
knocking 
.Dengan kata lain, makin tinggi nilai angka oktan makin kurang kemungkinan
BAB III. BAHAN BAKAR DAN PELUMAS
 
26
terjadi detonasi (
knocking 
). Angka oktan dari suatu Bensin tergantung daristruktur senyawa
hydrokarbon 
yang terdapat pada Bensin tersebut. Sedangkananti
knocking 
pada Bensin diukur dengan mesin
CFR (Cooperative Fuel Research Engine)
di mana harga perbandingan mesin dapat diubah-ubah sesuaidengan kebutuhan.Besar kecilnya angka oktan tergantung pada prosentase iso oktan dannormal heptan yang terkandung di dalam Bensin. Apabila di dalam suatu bahanbakar terkandung 80% iso oktan dan 20% normal heptan maka dapat dikatakanbahwa angka oktan bahan bakar tersebut adalah 80.Penambahan iso oktan pada bahan bakar akan menghemat pemakaianbahan bakar. Sebab dengan bertambahnya iso oktan, akan bertambah pulaangka oktannya. Angka oktan ini dapat pula ditambah dengan menambahkananti
Knock Agent 
yang berupa (C
2
H
5
)
4
Pb atau biasa di sebut
TEL (Tetra Ethyl Lead), TBA (Tertiary Butyl Alcohol).
 Selain bahan tambah anti
knocking 
, bahan bakar Bensin mempunyai bahantambah lainnya seperti :1.
Oxidation Inhibitor 
yaitu untuk membantu mencegah terbentuknya karatpada saat Bensin disimpan.2.
Metal Deactivators 
yaitu untuk melindunga Bensin dari efek yang merugikanterhadap metal tertentu selama proses penyulingan atau di dalam sistembahan bakar kendaraan.3. Bahan anti karat (
Anti Rust Agent 
) yaitu untuk melindungi sistem bahanbakar mobil dari kemungkinan berkarat.4.
Anti Acers 
yaitu untuk menghilangkan pembekuan dalam karburator dan pipabahan bakar.5.
Detergent 
untuk mempertahankan kebersihan karburator.Porses pembakaran dari bahan bakar
TEL
dan
TBA
yang berlangsungmengakibatkan dampak lingkungan, maka jenis bahan bakar tersebut mulai ditinggalkan dan di ganti dengan bahan tambah baru. Adapun jenis bahan bakaryang telah di sempurnakan dan menggunakan bahan tambah adalah Premik 92dan Premik 94. Ada pun bahan tambah yang di anjurkan antara lain :1.
Metanol 
, memiliki sifat fisik yang sesuai dengan bahan bakar terutama didaerah Tropis, dengan nilai Oktan 106–114 , selain sebagai bahan tambah juga dapat di pergunakan sebagai campuran Bensin dengan tambahanalkohol lain.2.
Ethanol 
, dapat di pergunakan sebagai pencampur Bensin dengan kadar 10%sampai 20% volume.3.
Iso-Propil-alcohol 
, dapat di pergunakan sebagai bahan pencampur Bensindengan kadar 5% sampai 10% volume.4.
Ethyl Tertyary Ether 
(ETBE), digunakan sebagai
Cosolven 
(senyawacampuran untuk alkohol agar campuran dalam Bensin stabil dan mempunyaitoleransi air cukup besar).Bensin dengan angka oktan tinggi dapat digunakan pada motor Bensinyang mempunyai perbandingan kompresi yang tinggi pula. Jadi Bensin denganangka oktan tinggi tidak menguntungkan jika di pakai pada motor Bensindengan berkompresi rendah. Oleh sebab itu, dari tahun ke tahun perbandingankompresi mesin bertambah besar, ini sejalan dengan meningkatnya nilai oktanbahan bakar yang dapat dibuat (Obert, 1973, Taylor, 1961). Perbandingan
 
27
kompresi yang sesuai untuk suatu bahan bakar sangat tergantung padakombinasi antara design dan faktor operasi mesin. Hal ini hanya dapatditentukan dengan suatu percobaan untuk tipe mesin tertentu dan tipepemakaian (Taylor, 1961). Berarti tidak mudah memastikan perbandingankompresi maksimum, kecuali untuk mesin tertentu dengan kondisi operasi yangtertentu pula. Jika perbandingan kompresi jauh di bawah keadaan yang dapatmenimbulkan detonasi, maka daya mesin dengan bahan bakar bernilai oktan 65dan nilai oktan 85 besarnya hampir sama (Obert, 1973).
B. SOLAR
Kebanyakan orang mengira bahwa semua motor diesel menggunakanbahan bakar diesel (diesel fuel oil) karena beberapa jenis motor dieselmenggunakan bahan bakar campuran (dual fuel). Motor ini menggunakan gasnatural dan minyak diesel dan ada yang menggunakan gas saja.Minyak diesel atau solar diproduksi dari minyak mentah (crude oil). Minyakmentah adalah senyawa hidrokarbon (senyawa kimia yang memiliki unsurhidrogen dan karbon) seperti:benzin, pentan, heksan, heptan, toluene, propandan butan. Untuk memisahkan hidrokarbon, minyak mentah dipanaskan danhidrokarbon yang berbeda akan diambil berupa uap yang memiliki titik didihterendah akan diambil uapnya dahulu.Setelah memisahkan gas natural dari minyak mentah, temperatur minyakmentah, temperatur minyak mentah dinaikkan suhunya sampai ketemperaturdidih tertinggi dari hidrokarbon berikutnya. Ini adalah gasoline dengan kadaroktan tinggi. Setelah memisahkan bensin kadar oktan tinggi selesai, selanjutnyatemperatur dinaikkan lagi untuk memperoleh hidrokarbon yang memiliki titik didihberikutnya, dan seterusnya sehingga diperoleh semua gasoline komersial,kerosin, solar, minyak pemanas domestik, minyak bakar industri, paraffin,danseterusnya, sampai sisa akhir yaitu coke dan aspal.
1. Karakteristik Solar
a. Nilai Pembakaran Atau Nilai Panas
(Heat Value) 
Nilai panas merupakan indikasi beberapa tenaga panas yang dihasikanapabila bahan bakar tersebut dibakar habis. Nilai panas suatu bahan bakardapat dihitung dengan alat yang disebut kalorimeter. Satuan nilai panas ataunilai pembakaran adalah Kkal/ltr atau per kg.
b. Berat jenis
Berat jenis dari suatu cairan seperti minyak diesel, adalah perbandinganberat minyak diesel terhadap berat air pada volume yang sama. Diukurmenggunakan alat yang disebut higrometer. Berat jenis dari minyak bahan bakardiesel mempengaruhi penetrasi semprotan ketika bahan bakar diinjeksikankedalam ruang bakar atau ruang silinder motor. Hal ini berpengaruh pula kepadanilai kandungan panas dari minyak bahan bakar. Minyak dengan berat jenis yangbesar mempunyai nilai panas yang lebih tinggi.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->