Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1. Konsep Dasar Profesi Kependidikan

1. Konsep Dasar Profesi Kependidikan

Ratings: (0)|Views: 111 |Likes:
Published by David Sigalingging

More info:

Published by: David Sigalingging on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
BAB IKONSEP DASAR PROFESI KEPENDIDIKAN
A.
Pendahuluan
Derasnya arus infomasi di era globalisasi ini menuntut semua lapisan kehidupanuntuk mengembangkan segala diensinya baik itu dibidang pengetahuan, nilai dan sikap,maupun keterampilan. Perkembangan dimensi manuasia dapat dilakukan melalui pendidikan seperti kemampuan intelektual, kecerdasan mengendalikan emosi, danmemiliki kreatifitas yang tinggi. Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategisuntuk memperiapan generasi muda yang memiliki kebudayaan, kecerdasan emosionalyang tinggi dan meguasai mega skill yang mantap.Menurut Michael J. Marquard, 1996 (dalam buku Mohd. Surya 1997) menjelangabad 21 ada beberapa perubahan yang akan membawa pengaruh terhadap dunia pendidikan, antara lain ini telah dirasakan adanya perubahan dalam:1.Lingkungan ekonomi dan social,2.Lingkungan kerja,
3.
Harapan konsumen dan pelanggan, dan4.harapan pekerja.Menurut Mekagiansar (1996) memsuki abad 21 pendidikan akan mengalami perubahan paradigma:1.Belajar terminal ke belajar sepanjang hayat2.Dari belajar yang berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistic3.Dari ciri hubungan guru dan murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungankemitraan4.Dari pengajaran yang menekan pengetahuan skolastik ke kesimpangan focus pendidikan nilai5.Dari kampanye buta aksara ke kampenye melawan buta teknologi, budaya dancomputer.6.Dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan tim kerja’7.Dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama
B.Penyajian1.Hakekat Profesi Kependidikan
David Sigalingging, SPdrbl_david@yahoo.comhttp://davidsigalingging.wordpress.com
 
Tenaga kependidikan secara umum adalah orang-orang yang peduli denganmasalah-masalah kependidikan dan memiliki tugas dan wewenang tertentu di bidangkependidikan. Peraturan pemerintah No. 38/1992 pasal 1 dijelaskan bahwa yangdimaksud dengan tenaga kependidikan adalah :Ayat 1: Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdi dirisecara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan.Ayat 2 : Tenaga pendidik adalah tenaga kependidikan yang bertugasmembimbing, mengajar dan atau melatih peserta didik.Ayat 3: Tenaga pembimbing adalah yenaga pendidik yang bertugasmembimbing peserta didik.Ayat 4: Tenaga pengajar adalah pendidik yang bertugas utama mengaja peserta didik Ayat 5: Tenaga pengajar adalah tenaga pendidik yang bertugas utamamelatih peserta didik  Pasal 3Peraturan pemerintah No. 38/1992 menjelaskan tentang jenis tenaga kependidikan,terdiri atas :Ayat 1: Tenaga kependidikan terdiri atas tenaga pendidik,pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti dan pengembnagan di bidang pendidikan, pustakawan, laboran, teknisi sumber belaja penguji.Ayat 2: Tenaga pendidik terdiri atas pembimbing, pengajar, dan pelatih.Ayat 3: Pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah direktur,rector.
2.
Harapan dan Tantangan Profesi Tenaga Kependidikan
Salah satu ciri profesi adalah kontrol yang ketat atas para anggotanya. Suatu profesi ada dan diakui masyarakat karena ada usaha dari orang-orangnya untuk menghimpun diri. Lewat organisasi itu, profesi dilindungi dan kemungkinan penyalahgunaan yang bisa membahayakan keutuhan dan wibawa profesi itu. Kodeetik pun disusun dan disepakati oleh para anggotanya.
David Sigalingging, SPdrbl_david@yahoo.comhttp://davidsigalingging.wordpress.com
 
Bagaimana dengan profesi mengajar atau keguruan? Profesi ini termasuk yang bernasib kurang baik. Ada yang ngotot menyebutnya profesi. Ada juga yangmenganggapnya bukan. Ada yang mengambil jalan tengah dengan menyebutmengajar/keguruan sebagai “semi profesional”. Kriteria profesi boleh saja diurutkansatu persatu, tetapi percuma. Keguruan tetap saja begini, dianggap profesi antara adadan tiada. Disebut ada, memang ada, terbukti dari adanya kegiatan belajar mengajar dan ada jutaan guru. Dikatakan tiada, bisa juga, karena profesi ini tidak jelasdefenisinya.Profesi dalam dirinya mengandung pengertian penyerahan, pengabdian penuh pada suatu jenis pekerjaan yang mengimplikasikan tanggung jawab pada diri sendiri,orang lain dan profesi. Seorang profesional bukan hannya berkerja, melainkan ia tahumengapa dan untuk apa ia berkerja serta tanggung jawab apa yang melekat dalam pekerjaannya. Jadi ia tidak boleh semaunya dalam berkerja.Guru pada jenjang kebawahlah sering menjadi sorotan. Pada mereka,mengajar sebagai suatu kegiatan profesional masih dipertanyakan kebenarannya. Kinisituasinya memang sudah lebih baik sehubungan dilakukannya secara ketat sertifikatmengajar yang hanya membolehkan orang-orang berwenang untuk berdiri di mukakelas.Ada beberapa hal yang menyebabkan profesi mengajar / keguruan /kependidikan suit mengapai posisi tangguh dan terhormat.a.Sulit sekali didefinisikan apa sesungguhnya profesi mengajar itu dan apa bidanggarapannya yang khas, serta tingkat keahian yang bagaimana yang dituntut. b.Sejarah mengajar dan guru memang kabur. Dulu siapa saja boleh mengajar dengan tingkat pendidikan apa pun asal bias tulis baca, dan sekarang sudah ada pembatasannya.c.Penambahan guru secara besar-besaran membuat sulitnya standar mutu gurudikontrol dan dijagad.PGRI cenderung bergerak di “pertengahan” antara pemerintah dan guru-guru.e.Tuntutan masyarakat terus meningkat dan berubah membuat guru makintertantang.
C.
Pengertian Profesia.Profesi
David Sigalingging, SPdrbl_david@yahoo.comhttp://davidsigalingging.wordpress.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->