Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Budaya Terhadap Kesuksesan Komunikasi Organisasi

Pengaruh Budaya Terhadap Kesuksesan Komunikasi Organisasi

Ratings: (0)|Views: 644 |Likes:
Published by michanbell

More info:

Published by: michanbell on Jul 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
 
PENGARUH BUDAYA TERHADAP KESUKSESANKOMUNIKASI ORGANISASI
 
Makalah Untuk Memenuhi UTS Mata Kuliah Komunikasi Bisnis
 
Oleh :Eka Ayu Yuliantie09101089
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
 
2
KATA PENGANTAR 
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat serta hidayah- Nya sehingga dapat terselesaikanlah makalah ini yang berjudul PENGARUH BUDAYATERHADAP KESUKSESAN KOMUNIKASI ORGANISASI.Makalah ini penulis susun sebagai syarat memenuhi UTS mata kuliah KomunikasiBisnis. Isinya memuat beberapa hal tentang arti dan definisi budaya dan organisasi, hal apa sajayang berpengaruh dalam kesuksesan komunikasi organisasi, Budaya Organisasi, Peran pentingtiap individu dalam mencapai kesuksesan komunikasi dalam organisasi.Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembacakhususnya para mahasiswa yang dapat membantu memecahkan masalah dalam komunikasidalam organisasi agar mengalami keberhasilan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun darisemua pihak.
 
3
B
A
B
IPENDAHULUAN
Perubahan situasi dunia, organisasi menghadapi berbagai tantangan bisa mengadopsi budaya organisasi yang tidak hanya fleksibel tapi juga harus sensitif terhadap perebedaan budaya. Perkembangan jumlah, variasi, kedudukan dan peran organisasi dalam prosestransformasi masyarakat menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar, apakah budaya yangmenjadi landasan sosial tetap mampu berfungsi sebagai kerangka acuan dalam transformasimasyarakat dan membawa manfaat untuk perubahan yang diinginkan.Semua organisasi mempunyai satu budaya yang bergantung pada kekuatannya. Budaya dapatmempunyai pengaruh yang bermakna pada sikap dan perilaku anggota-anggota organisasi(Robbins : 1996). Orang mulai belajar untuk bergantung dan menaruh harapan pada budaya.Budaya dianggap mampu memberikan stabilitas dan jaminan bagi mereka, karena mereka dapatmemahami hal-hal yang sedang terjadi dalam masyarakat mereka dan mengetahui caramenanggapinya. Ada dua perubahan yang dapat dialami orang-orang. Pertama diantaranya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dengan budaya yang lain pula. Kedua adalah perubahan dalam lingkungan mereka sekarang dan belajar menyesuaikan diri dengan keduasituasi itu untuk menghindari kemungkinan timbulnya konsekuensi negatif (Davis & Newstron :1985).Manusia sebagai makhluk budaya mengandung pengertian bahwa kebudayaan merupakanukuran dalam hidup dan tingkah laku manusia terhadap dunianya, lingkungan sertamasyarakatnya. Kebudayaan merupakan seperangkat nilai-nilai yang menjadi landasan pokok untuk menentukan sikap terhadap dunia luarnya, bahkan mendasari setiap tingkah laku yanghendak dan harus dilaksanakan sehubungan dengan pola hidup dan susunan kemasyarakatannya.Demikian luasnya cakupan kebudayaan sehingga muncul wujud kebudayaan dalam kehidupanmasyarakat.Kebudayaan mengikat para anggota yang dilingkupi kebudayaan itu untuk berperilakusesuai dengan budaya yang ada. Apabila pengertian ini ditarik ke dalam organisasi, maka apabilaseperangkat norma sudah menjadi budaya dalam organisasi, maka para anggota organisasi akan bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan budaya itu tanpa merasa terpaksa. Apabila budayaitu adalah budaya yang bersifat mengarahkan kepada anggota organisasi untuk mempunyaikinerja yang baik, maka dapat dipastikan apabila memang semua anggota organisasi sudahmenganggap norma itu sebagai budaya, maka ia akan melaksanakannya dengan baik. Akhirnya pelaksanaan budaya itu akan menghasilkan
output 
kinerja yang baik.Model budaya organisasi yang ideal untuk suatu organisasi adalah yang memiliki palingsedikit dua sifat. Pertama, kuat
(strong)
, artinya budaya organisasi yang dikembangkanorganisasi harus mampu mengikat dan mempengaruhi perilaku
(behavior)
para individu pelakuorganisasi (pemilik, manajemen dan anggota organisasi) untuk menyelaraskan
(goalscongruence)
antara tujuan individu dan tujuan kelompok mereka dengan tujuan organisasi.Selain itu, budaya organisasi yang dibangun tersebut harus mampu mendorong para pelakuorganisasi dan organisasi itu sendiri untuk memiliki tujuan
(goals),
sasaran
(objectives),
 persepsi,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->