Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuransi Menurut Islam

Asuransi Menurut Islam

Ratings: (0)|Views: 125 |Likes:
Published by khaylila77

More info:

Published by: khaylila77 on Jul 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2012

pdf

text

original

 
TUGAS AGAMA ISLAM II
ASURANSI DALAM ISLAM
DI SUSUN OLEH:ROSITA DEWI2115061274
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIAFAKULTAS BAHASA DAN SENIUNIVERSITAS NEGERI JAKARTA2010
A. Pengertian Asuransi
Menurut pasal 246 Watboek zan Koophandel (kitab Undang-undang Perniagaan) bahwa yang dimaksuddengan asuransi adalah suatu persetuan di mana pihak yang
 
meminjam berjanji kepada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premisebagai peganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin karena akibatdari suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadi.Menurut Fuad Mohd. Fachruddin yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian-peruntungan. Sebelumnya beliau menjelaskan definisi asuransi menurut KitabUndang-Undang perniagaan pasal 246.
B. Macam-Macam Asuransi
Asuransi yang terdapat pada negara-negara di dunia ini bermacam-macam. Hal initerjadi karena bermacam-macam pula sesuatu yang diasuransikan. Untuk lebih jelasnya , berikut ini macam-macam asuransi itu.a. Asuransi timbal balik Maksud asuransi timbal balik adalah beberapa orang memberikan iuran tertentu yangdikumpulkan dengan maksud meringankan atau melepaskan beban seseorang dari merekasaat mendapat kecelakaan. Jika uang yang dikumpulkan tersebut telah habis, dipungut lagiiura yang baru untuk persiapan selanjutnya, demikian seterusnya. b. Asuransi DagangAsuransi dagang adalah beberapa manusia yang senasib bermufakat dala mengadakan pertanggungjawaban bersama untuk memikul kerugian yang menimpa salah seoranganggota mereka. Apababila timbul kecelakaan yang merugikan salah seorang anggotakelompok yang telah berjanji itu, seluruh orang yang tergabung dalam perjanjian tersdebutmemikul beban kerugian itu dengan cara memungut derma (iuran) yang telah ditetapkanatas dasar kerja sama untuk meringankan teman semasyarakat.c. Asuransi PemerintahAsuransi pemerintah adalah menjamin pembayaran harga kerugian kepada siapa sajayang menderita diwaktu terjadinya suatu kejadian yang merugiakan tanpamempertimbangkan keuntungannya, bahkan pemerintahan menaggung kekurangan yangada karena uang yang dipungut sebagai iuran dan asuransi lebih kecil daripada harga pembayaran kerugian yang harus diberikan kepada penderita diwatu kerugian itu terjadi.Asuransi pemerintah dilakukan secara oblligator atau paksaan dan dilakukan oleh badan- badan yang telah ditentukan untuk masing-masing keperluan.d. Asuransi jiwaMaksud asuransi jiwa adalah asuransi atas jiwa orang-orang yangmempertanggungkan atas jiwa oranglain, penanggung (asurador) berjanji akan membayar 
 
sejumlah uang kepada orang yang disebutkan namanya dalam polis apabila yangmempertanggungkan (yang ditanggung) meninggal dunia atau sesudah melewati masa-masa tertentu.e. Asuransi atas Bahaya Yang Menimpa BadanAsuransi atas bahaya yang menimpa badan adalah asuransi dengan keadaan-keadaantertentu pada asuransi jiwa atas kerusakan-kerusakan diri seseorang, seperti asuransi mata,asuransi telinga, asuransi tangan, atau asuransi atas penyakit-penyakit tertentu. Asuransiini banyak dilakukan oleh buruh-buruh industri yang menghadapi bermacam-macamkecelakaan dalam meninaikan tugasnya.f. Asuransi Terhadap Bahaya-bahaya Pertanggungjawaban sipilMaksud asuransi terhadap bahaya-bahaya pertanggungjawaban sipil adalah asuransi yangdiadakan terhadap benda-benda, seperti asuransi rumah, perusahaan, mobil, kapal udara,kapal laut motor, dan yang lainnya. Di RPA asuransi mengenai mobil dipaksaan.
C. Pendapat Ulama Tentang Asuransi
Masalah asuransi dalam pandangan ajaran Islam termasuk masalah ijtihadiyah,artinya hukumnya perlu dikaji sedalam mungkin karena tidak dijelaskan leh Alquran danAl-Sunnah secara eksplisit. Para imam mujtahid seperti Abu Hanifah, Imam Malik, ImamSyafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal dan para mujtahid yang semasa dengannya tidak memberikan fatwa mengenai asuransi karena pada masanya asuransi belum dikenal.Sistem asuransi baru dikenal di dunia Timur pada abad XIX Masehi. Dunia Barat sudahmengenal sistem asuransi ini sejak abad XIV Masehi, sedangkan para ulama mujtahid besar hidup pada sekitar abad II s.d IX Masehi. Di kalangan ulama atau cendekiawanMuslim terhadap empat pendapat tentang hukum asuransi, yaitu:mengharamkan asuransi dalam segala macam dan bentuknya seperti sekarang ini,termasuk asuransi jiwa, klmpok ini antara lain antara lain Sayyid Sabiq yangdiungkap dalam kitabnya Fiqh al-Sunnah, Abdullah al-Qalqili, Muhammad Yusuf al-Qardhawi, dan Muhammad Bakhit al-Muth’i, alasannya antara lain:• asuransi pada hakikatnya sama dengan judi;• mengandung nsur tidak jelas dan tidak pasti;• mengandung unsur riba/rente;mengandung unsur eksploitasi karena apabila pemegang polis tidak bisamelanjutkan pembayaran preminya yang telah dibayarkan;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->