Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TUGAS MAKALAH Etika Profesi Teknologi Informasi STT Mandala Bandung

TUGAS MAKALAH Etika Profesi Teknologi Informasi STT Mandala Bandung

Ratings: (0)|Views: 2,613|Likes:
Published by Roby Kien

More info:

Published by: Roby Kien on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2012

pdf

text

original

 
TUGAS MAKALAH Etika Profesi Teknologi Informasi STT mandala Bandung
KATA PENGANTAR 
 
Syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat karunia-Nya saya dapat menyusun tugas inidengan baik. Tugas ini dibuat berdasarkan referensi yang di dapatkan dan di susun secara sederhanadengan tujuan agar dapat mengetahui lebih dalam lagi mengenai Etika Profesi.Oleh karena itu betapa baiknya jika kita mengulas lebih dalam lagi mengenai Etika Profesi. Etika Profesimerupakan tata cara atau sopan santun dalm berprofesi, karena tidak hanya dalam kehidupan saja kitaharus bersopan santun. Dalam bekerja pun kita juga harus bersopan santun.Dan oleh sebab itu saya sangat berharap apa yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi yang membacakhususnya saya sendiri sebagai penyusun. Namun dibalik harapan ini saya sadar bahwa makalah inimasih jauh dari sempurna, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT dan ketidaksempurnaansudah barang tentu milik manusia (Saya).Dengan demikian apabila masih ada kekurangan dalam makalah ini harap maklum, karena sayamasih dalam pembelajaran dan masih perlu banyak Mendapatkan bimbingan.Akhirnya saya tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah
Etika Profesi
 yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar dan berlatih membuat tugas yang baik danmenarik untuk di baca serta di pelajari.
 
I. Pengertian Etika Profesi Teknologi Informasi
 
Pengertian Etika, Moral dan Profesi. Kata etika berasal dari bahasa Yunani, ethos atau ta etha yang berartitempat tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. Oleh filsuf Yunani, Aristoteles, etikadigunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan normamoral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati. Kata yang agak dekat dengan pengertian etika adalahmoral. Kata moral berasal dari bahasa Latin yaitu mos atau mores yang berarti adat istiadat, kebiasaan,kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup. Secara etimologi, kata etika (bahasa Yunani) sama denganarti kata moral (bahasa Latin), yaitu adat istiadat mengenai baik-buruk suatu perbuatan. Namun demikianmoral tidak sama dengan etika. Kata moral lebih mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia,menuntun manusia bagaimana seharusnya ia hidup atau apa yang boleh dan apa yang tidak bolehdilakukan. Sedangkan etika adalah ilmu, yakni pemikiran rasional, kritis dan sistematis tentang ajaran-ajaran moral. Etika menuntun seseorang untuk memahami mengapa atau atas dasar apa ia harusmengikuti ajaran moral tertentu. Dalam artian ini, etika dapat disebut filsafat moral. Yang dimaksud etika
 
 profesi adalah norma-norma, syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok orang yang disebut kalangan profesional. Lalu siapakah yang disebut profesional itu? Orang yangmenyandang suatu profesi tertentu disebut seorang profesional. Selanjutnya Oemar Seno Adjimengatakan bahwa peraturan-peraturan mengenai profesi pada umumnya mengatur hak-hak yangfundamental dan mempunyai peraturan-peraturan mengenai tingkah laku atau perbuatan dalammelaksanakan profesinya yang dalam banyak hal disalurkan melalui kode¶etik.Sedangkan yang dimaksud dengan profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yangmemiliki cita-cita dan nilai bersama. Mereka membentuk suatu profesi yang disatukan karena latar  belakang pendidikan yang sama dan bersama-sama memiliki keahlian yang tertutup bagi orang lain.
II. Masalah Etika Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
 
Selama ini kalau kita berbicara tentang muamalah, terutama ekonomi, kita akan berbicara tentang apayang boleh dan apa yang tidak boleh. Hal ini memang merupakan prinsip dasar dari muamalah itu sendiri,yang menyatakan, Perhatikan apa yang dilarang, diluar itu maka boleh dikerjakan. Tetapi pertanyaankemudian mengemuka, seperti apakah ekonomi dalam sudut pandang Islam itu sendiri? Bagaimanafilosofi dan kerangkanya? Dan bagaimanakah ekonomi Islam yang ideal itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka sebenarnya kita perlu melihat bagaimanakah metodologi dariekonomi Islam itu sendiri. Muhammad Anas Zarqa, menjelaskan bahwa ekonomi Islam itu terdiri dari 3kerangka metodologi.Pertama adalah presumptions and ideas, atau yang disebut dengan ide dan prinsip dasar dari ekonomiIslam. Ide ini bersumber dari Al Qur?an, Sunnah, dan Fiqih Al Maqasid. Ide ini nantinya harus dapatditurunkan menjadi pendekatan yang ilmiah dalam membangun kerangka berpikir dari ekonomi Islam itusendiri.Kedua adalah nature of value judgement, atau pendekatan nilai dalam Islam terhadap kondisi ekonomiyang terjadi. Pendekatan ini berkaitan dengan konsep utilitas dalam Islam.Terakhir, yang disebut dengan positive part of economics science. Bagian ini menjelaskan tentang realitaekonomi dan bagaimana konsep Islam bisa diturunkan dalam kondisi nyata dan riil. Melalui tiga pendekatan metodologi tersebut, maka ekonomi Islam dibangun.Ahli ekonomi Islam lainnya, Masudul Alam Choudhury, menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Islamitu perlu menggunakan shuratic process, atau pendekatan syura. Syura itu bukan demokrasi. Shuratic process adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalammenciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar. Individualisme yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat,sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Pertanyaan kemudian
 
muncul, apakah konsep Islam dalam ekonomi bisa diterapkan di suatu negara, misalnya di negara kita?Memang baru-baru ini muncul ide untuk menciptakan dual economic system di negara kita, dimanaekonomi konvensional diterapkan bersamaan dengan ekonomi Islam. Tapi mungkinkah Islam bisaditerapkan dalam kondisi ekonomi yang nyata? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Umar Chapramenjelaskan bahwa terdapat dua aliran dalam ekonomi, yaitu aliran normatif dan positif. Aliran normatif itu selalu memandang sesuatu permasalahan dari yang seharusnya terjadi, sehingga terkesan idealis dan perfeksionis. Sedangkan aliran positif memandang permasalahan dari realita dan fakta yang terjadi. Aliran positif ini pun kemudian menghasilkan perilaku manusia yang rasional. Perilaku yang selalu melihatmasalah ekonomi dari sudut pandang rasio dan nalarnya. Kedua aliran ini merupakan ekstrim diantara duakutub yang berbeda.Lalu apa hubungannya kedua aliran tersebut dengan pelaksanaan ekonomi Islam? Ternyata hubungannyaadalah akan selalu ada orang-orang yang mempunyai pikiran dan ide yang bersumber dari dua alirantersebut. Jadi atau tidak jadi ekonomi Islam akan diterapkan, akan ada yang menentang danmendukungnya. Oleh karena itu sebagai orang yang optimis, maka penulis akan menyatakan ?Ya?, Islamdapat diterapkan dalam sebuah sistem ekonomi. Tetapi optimisme ini akan dapat terwujud manakala etikadan perilaku pasar sudah berubah. Dalam Islam etika berperan penting dalam menciptakan utilitas ataukepuasan. Konsep Islam menyatakan bahwa kepuasan optimal akan tercipta manakala pihak lain sudahmencapai kepuasan atau hasil optimal yang diinginkan, yang juga diikuti dengan kepuasan yang dialamioleh kita. Islam sebenarnya memandang penting adanya distribusi, kemudian lahirlah zakat sebagai bentuk dari distribusi itu sendiri.Maka, sesungguhnya kerangka dasar dari ekonomi Islam didasari oleh tiga metodolodi dari MuhammadAnas Zarqa, yang kemudian dikombinasikan dengan efektivitas distribusi zakat serta penerapan konsepshuratic process (konsensus bersama) dalam setiap pelaksanaannya. Dari kerangka tersebut, insyaAllah ekonomiIslam dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.Dan semua itu harus dibungkus oleh etika dari para pelakunya serta peningkatan kualitas sumber dayamanusianya. Utilitas yang optimal akan lahir manakala distribusi dan adanya etika yang menjadi acuandalam berperilaku ekonomi. Oleh karena itu semangat untuk memiliki etika dan perilaku yang ihsan kiniharus dikampanyekan kepada seluruh sumber daya insani dari ekonomi Islam. Agar ekonomi Islam dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata, yang akan menciptakan keadilan sosial, kemandirian, dankesejahteraan masyarakatnya.
 
III. Pelaksanaan Etika Profesi Teknologi Informasi di IndonesiaPenghinaan untuk wartawan
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rabial Kanada liked this
mmachnin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->