Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ketergantungan benzodiazepin DM Afri

ketergantungan benzodiazepin DM Afri

Ratings: (0)|Views: 263 |Likes:
Published by Afri Rylai

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Afri Rylai on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Dalam penggunaannya, efek benzodiazepine yang diinginkan adalah efek hipnotik-sedatif. Sifat yang diinginkan dari penggunaan hipnotik-sedatif antaralain adalah perbaikan anxietas, euphoria, dan kemudahan tidur. Saat efek initercapai, maka akan timbul perasaan psikologis untuk terus menggunakannya jikaterjadi anxietas dan kesulitan tidur. Jika keadaan ini terjadi terus-menerus, maka pola penggunaannya akan menjadi kompulsif. Sehingga terjadi ketergantunganfisik. Komponen psikologi dari ketergantungan ini dapat disejajarkan dengan efek ketergantungan kopi dan rokok pada mereka yang telah kecanduan.Hampir setiap obat hipnotik-sedatif dapat menyebabkan ketergantungan.Efek ketergantungan ini tergantung pada besar dosis yang digunakan tepatsebelum penghentian penggunaan dan waktu paruh dan golongan obat yangdigunakan. Obat-obatan hipnotik-sedatif dengan waktu paruh lama akandieliminasi lama untuk mencapai penghentian obat bertahap sedikit-demi sedikit.Sedangkan pada obat dengan waktu paruh singkat akan dieliminasi dengan cepatsehingga sisa metabolitnya tidak cukup adekuat untuk memberikan efek hipnotik yang lama. Oleh karena itu, penggunaan obat dengan waktu paruh singkat sangat bergantung dari dosis obat yang digunakan tepat sebelum penghentian penggunaan.Gejala-gejala abstinensi dapat terjadi pada penggunaan berbagai golonganobat hipnotik-sedatif. Gejala-gejala ini dapat berupa lebih sukar tidur dibandingsebelum penggunaan obat-obatan hipnotik-sedatif. Gejala abstinensi pada panggunaan obat short acting lebih mudah terjadi daripada penggunaan obat longacting. Jika gejala ini terjadi, ada kecenderungan untuk menggunakannya lagi.Karena mungkin dari sisi psikologis, si pemakai akan merasakan rasa nyamankarena sifat obat tersebut. Seperti yang telah dikatakan di atas, maka penggunaan menahun untuk mengatasi gejala-gejala abstinensia ini akanmenjadi kompulsif. Sehingga terjadilah ketergantungan fisik. Si pemakai merasa1
 
seolah-olah tidak bisa merasakan nyaman jika tidak menggunakan obat-obatangtersebut.Efek ini diperparah dengan tingginya dosis letal pada penggunaan benzodiazepine. Sehingga pemakai merasa tidak akan bermasalah (karena bagiorang awam, masalah penggunaan obat yang paling menakutkan adalah dapatmenyebabkan kematian dalam penggunaan dosis tinggi) jika menggunakan obat-obatan ini dalam dosis besar.Di beberapa negara maju dan berkembang, seperti di Belanda danIndonesia, Benzodiazepin digolongkan ke dalam golongan psikotropika. Sehingga penggunaannya dibatasi. Masuknya semua obat golongan benzodiazepine inikarena pada penyalahgunaannya dalam jangka waktu lama dapat menyebabkanketergantungan fisik dan psikis.2
 
BAB IIISI
A.
Definisi
Benzodiasepin adalah sekelompoobat golongan psikotropika yangmempunyai efek antiansietas atau dikenalsebagai minor tranquilizer, dan psikoleptika.Dalam penggunaannya, efek benzodiazepineyang diinginkan adalah efek hipnotik-sedatif. Sifat yang diinginkan dari penggunaan hipnotik-sedatif antara lain adalah perbaikan anxietas, euphoria, dankemudahan tidur. Saat efek ini tercapai, maka akan timbul perasaan psikologisuntuk terus menggunakannya jika terjadi anxietas dan kesulitan tidur. Jikakeadaan ini terjadi terus-menerus, maka pola penggunaannya akan menjadikompulsif. Sehingga terjadi ketergantungan fisik. Komponen psikologi dariketergantungan ini dapat disejajarkan dengan efek ketergantungan kopi dan rokok  pada mereka yang telah kecanduan.
B.Struktur Kimia
Benzodiazepin adalah obat hipnotik-sedatif terpenting. Semua struktur yang ada pada benzodiazepine menunjukkan 1,4-benzodiazepin. Kebanyakanmengandung gugusan karboksamid dalam dalam struktur cincin heterosiklik  beranggota 7. Substituen pada posisi 7 ini sangat penting dalam aktivitas hipnotik-sedatif.Pada umumnya, semua senyawa benzodiazepine memiliki empat dayakerja seperti efek anxiolitas, hipnotik-sedatif, antikonvulsan, dan relaksan otot.Setiap efek berbeda-beda tergantung pada derivatnya dan berdasarkan pengaruhGABA pada SSP. Benzodiazepine menimbulkan efek hasrat tidur bila diberidalam dosis tinggi pada malam hari. Dan memberikan efek sedasi jika diberikandalam dosis rendah pada siang hari.3

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ronald Gagola liked this
Rully Marsiani liked this
Endang Yunita liked this
Gilang Kukuh liked this
Cahayanti Alika liked this
boyzeric liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->