Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekonomi Politik Kaum Buruh 5

Ekonomi Politik Kaum Buruh 5

Ratings: (0)|Views: 23|Likes:
Published by Mike Latuwael

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Mike Latuwael on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2011

pdf

text

original

 
EKONOMI POLITIK KAUM BURUH 5
olehManusia Sunyipada 02 November 2010 jam 15:05Bab 5: Perjuangan BuruhMemang buruh diikat dalam hubungan kerja (produksi). Tenaga kerja mereka diperasuntuk memenuhi target produksi. Hubungan-hubungan ekonomi ini mengakibatkan buruhmengalami ketidakadilan.Mereka juga dikekang aktivitasnya dan diperlakukan sewenang-wenang. Perundang-undangan, intimidasi dan teror telah menekan aktivitas buruh, bahkan mengalami penindasan dari aparat bersenjata. Akibatnya, buruh terus mengalami perpecahan dansulit menyatukan kepentingannya secara terorganisasi.Buruh berusaha keluar dari ketidakadilan ekonomi dan penindasan politik tersebut.Mereka mengembangkan cara-cara untuk keluar dari situasi ini baik sendiri-sendirimaupun bersama-sama. Upaya buruh keluar dari situasi ini dapat dikatakan sebagai perjuangan buruh. Perjuangan ini terutama nampak dalam upaya meningkatkankesejahteraan.Perjuangan buruh itu merupakan suatu fakta yang tidak terbantahkan yang telah berlangsung sejak tumbuhnya lapisan buruh. Pada masa Orde Baru yang otoriter pun, buruh telah menunjukkan berbagai perjuangannya. Dan selama buruh merasa adamasalah, mereka akan terus melakukan perjuangan dalam berbagai kesempatan terutamadalam menuntut hak-hak mereka.5.1. Apakah perjuangan buruh itu?Perjuangan buruh adalah langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang dilakukan buruhdalam mencapai tujuan tertentu baik perjuangan meningkatkan kesejahteraan maupunmempengaruhi kebijakan pemerintah atau negara untuk lebih melindungi hak-hak dankepentingan buruh. Perjuangan buruh juga bisa meningkat secara politis.Dalam perjuangan itu selalu digunakan cara-cara dan taktik-taktik dalam mencapaitujuan. Sebuah perjuangan bisa saja berhasil dan bisa pula gagal. Pada suatu saat meraihkemenangan terbatas, tapi pada kesempatan lain justru menemui kekalahan.Kekalahan bisa digunakan sebagai pelajaran berharga agar perjuangan-perjuanganselanjutnya dapat diperbaiki untuk tidak menghasilkan kegagalan. Dan keberhasilan tidak  bisa hanya diukur melalui hasil langsung pada tuntutan seperti upah langsung naik,melainkan juga hasil-hasil tak langsung seperti semakin banyaknya buruh ikut berjuang.5.2. Bagaimana sifat politik perburuhan?
 
Tak ada kekuasaan ekonomi cuma dijalankan secara ekonomi belaka. Bukankah pengusaha telah menempuh cara-cara, mengorganisasikan kekuatan, membentuk fungsi-fungsi dan menyusun tujuan-tujuan yang sesuai dengan kepentingan mereka secarakeseluruhan.Atas dasar itu, pengusaha mewakilkan kepentingan-kepentingannya kepada "negara pengusaha" (capitalist state). Negara pengusaha inilah yang menjadi "wakil politik" yanglegal dari pengusaha. Bagi buruh, mengenali politik berarti juga mengenali karakter "negara pengusaha" tersebut.Pertama, pengusaha adalah golongan ekonomi minoritas yang berkuasa. Untuk dapatlanggeng, pengusaha butuh alat politiknya yang legal, yakni "negara pengusaha". Negaraini berfungsi untuk melayani kepentingan-kepentingan pengusaha secara keseluruhan:menciptakan kondisi-kondisi yang dibutuhkan untuk akumulasi modal dan menghasilkankembali sistem pengusaha. Termasuk pula fungsi menundukkan seluruh penduduk terutama buruh di bawah kepentingan pengusaha.Kedua, agar terkesan mengakomodasi kepentingan semua golongan, diberlakukan sistemmultipartai, parlemen dan perundang-undangan. Bisa saja dalam pemilihan umum, wakil-wakil buruh dapat suara dan masuk parlemen. Tapi semua ini dijalankan dalam kerangka"parlemen pengusaha" dan "perundang-undangan pengusaha". Karena itu, UU perburuhan yang dihasilkan tak pernah bersifat radikal terhadap pengusaha. Selalu sajamerugikan kepentingan buruh.Ketiga, berbagai propaganda yang sesuai dengan kekuasaan pengusaha terutamaditujukan untuk memecah-belah buruh sebagai golongan yang diupah atau digaji.Misalnya, profesional dan eksekutif terlalu bangga terhadap julukan-julukannya,sehingga mereka "merasa" berbeda dengan golongan buruh pabrik. Orde Baru memaksa buruh memakai konsep "karyawan" dan HIP (Hubungan Industrial Pancasila). Terpecah- belahnya kaum buruh melalui propaganda pemisahan buruh kerah putih (white collar)atau buruh berdasi dari buruh kerah biru (blue collar) telah membutakan mata pikiran buruh kerah putih untuk meletakkan dirinya sebagai golongan yang sama-sama diupahatau pemakan gaji.5.3. Apakah buruh punya kekuatan?Tapi politik seperti itu barulah sepihak belaka: orientasi pengusaha. Buruh tak diajak untuk mengenali kekuatannya sendiri. Buruh diseret-seret dalam perangkap yang ditataoleh golongan pengusaha dan "negara pengusaha". Sehingga buruh tak bisa keluar danmembebaskan diri dari pikiran yang menawan mereka untuk mengembangkankekuatannya sendiri. Buruh tak pernah bisa bersatu dan membangun solidaritas dengansesama golongannya.Padahal, politik perburuhan yang berkembang selama ini sesungguhnya adalah hasil-hasil politik yang ditata, diatur dan diberlakukan menurut cara-cara, kekuatan-kekuatan,fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan golongan pengusaha demi langgengnya sistem ekonomi
 
 pengusaha. Kaum buruh tak pernah meletakkan politiknya untuk menata, mengatur danmemberlakukan politik menurut cara-cara, kekuatan-kekuatan, fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan yang memajukan kepentingan buruh dalam jangka panjang.Sebaliknya, bila dilihat dari apa yang dihasilkan buruh berupa barang-barang dan jasa- jasa bagi kebutuhan masyarakat, segera bisa dirasakan betapa buruh memilikikekuatannya yang hebat. Dengan tenaga kerja yang dikeluarkannya, kaum buruh telahmenghasilkan prestasi ekonomi bahkan peradaban suatu masyarakat yang gemilang.Kesadaran buruh terhadap kekuatannya sendiri adalah sangat penting bagi proses peletakan dasar-dasar perjuangan buruh. Bagaimana mereka dapat memiliki dasar-dasar yang cerdas dalam membangun kekuatan bersama?5.4. Apakah buruh terus berjuang?Buruh berjuang? Fakta atas berjuangnya buruh sudah tak terbantahkan lagi. Buruh terus berjuang dengan berbagai tuntutan yang diajukan mereka baik kepada pengusaha maupun pemerintah. Di mana saja buruh-buruh berhimpun dan kapan saja mereka pandang perlumengambil prakarsa, pada setiap momen itu pulalah mereka melancarkan perjuangannya.Pertama, buruh menunjukkan perjuangannya dengan cara mengusulkan atau mengajukan petisi tuntuan kepada pengelola perusahaan atau tempat-tempat kerja seperti mendatangi pengelola baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.Kedua, buruh mengajukan tuntuan-tuntutan mereka dengan cara melakukan aksi pemogokan. Aksi bisa berjalan di dalam perusahaan atau tempat kerja dan bisa pula diluar tempat kerja mereka.Ketiga, buruh melakukan perjuangan dengan cara mendatangi kantor pemerintah sepertiDepnaker maupun parlemen DPR/DPRD agar aparat negara (state apparatus)memberikan tekanan terhadap perusahaan atau penguasa tempat kerja mereka.5.5. Mengapa buruh berjuang?Buruh dan pengusaha memang saling membutuhkan, karena keduanya terlibat di dalamhubungan kerja (produksi). Tapi, mengapa buruh harus berjuang menghadapi pengusaha?Pertama, buruh dan pengusaha berada dalam hubungan yang saling bertentangan. Buruhadalah golongan yang diupah dan pengusaha adalah golongan pengupah. Pengusaha punya motif mengejar laba dengan cara menekan upah, sedangkan buruh punya motif meningkatkan upah.Kedua, buruh merasakan ketidakadilan, karena hasil kerja yang sudah dipenuhinya telahmemajukan perusahaan dan memperkaya pengusaha. Sementara buruh tidak menikmatihasil kemajuan perusahaan dan kemakmuran pengusaha. Mereka menderita secaraekonomi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->