Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
case gail

case gail

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
Published by Ervina Manik
mediastinum
mediastinum

More info:

Published by: Ervina Manik on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2011

pdf

text

original

 
 1
Sindrom Vena Kava Superior 
Elisna SyahruddinDepartemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi.Fakultas Kedokteran universitas Indonesia– RS Persahabatan, Jakarta
PENDAHULUAN
Kegawatan napas dapat terjadi pada penyakit di saluran napas, pembuluhdarah toraks dan parenkim paru, salah satunya adalah sindrom vena kavasuperior (SVKS).
1
Sindrom vena kava superior muncul bila terjadi gangguanaliran darah dari kepala dan leher akibat berbagai sebab. SVKS merupakansalah satu gejala pada keganasan di paru yang mengganggu aliran darah venakava superior atau cabang-cabangnya. Identifikasi yang cepat dan terapi yangtepat dapat menghindari kegawatan akibat SVKS dan meningkatkan hasil terapiterhadap penyebabnya. Karakteristik SVKS adalah terdapat hubungan antaraberat ringan klinis dengan derajat obstruksi/kompresi terhadap vena kavasuperior. SVKS menjadi faktor prognostik penderita kanker paru.
2,3
ANATOMI, PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS
Vena kava superior (VKS) normal berukuran 6-8 cm dengan diameter 1-2cm. Vena ini terletak di mediastinum anterior, di depan trakea dan di sisi kananaorta. Vena kava superior membawa aliran darah dari kepala dan leher kembalike atrium kanan. Bagian VKS yang masuk ke rongga perikard sekitar 2-3 cm.
4
Pada bagian atas VKS bermuara vena brakiosefalik kanan dan kiri, brakiosefalikkanan menerima aliran darah dari vena subklavia dan jugular interna kanan,sedangkan vena brakiosefalik kiri menerima aliran darah dari vena subklaviadan jugular interna kiri.
4.5
Drainase daerah kepala dan leher mempunyai 8 sistemkolateral vena-vena, di antaranya vena paravertebra, azigos-hemiazigos,mammaria interna, torakal lateral, jugular anterior, tiroidal, timik danperikardiofrenik.
4
Pada gambar 1 dapat dilihat anatomi vena kava superior.
 
 2
Kompresi dari luar terhadap VKS dapat terjadi karena vena inimempunyai dinding tipis dan tekanan intravaskuler yang rendah. Vena kavasuperior dikelilingi oleh bagian/struktur kaku sehingga relatif mudah terjadikompresi. Tekanan intravaskuler yang rendah memudahkan pembentukantrombus, misalnya trombus yang terjadi akibat kateterisasi (catheter-inducedthrombus). Obstruksi dan aliran yang lambat menyebabkan tekanan venameningkat dan inilah yang menyebabkan timbulnya edema interstisial dan alirandarah kolateral membalik ( retrograde collateral flow).
6
 Obstruksi
 
pada
 
vena kava superior atau vena yang berhubungan denganaliran darah dari kepala dan leher menyebabkan terjadinya SVKS. Obstruksidapat disebabkan oleh proses dari luar yang menyebabkan terjadinyapenekanan (kompresi) terhadap vena tetapi dapat juga terjadi karena proses didalam vena, misalnya munculnya trombosis. Kasus SVKS akibat proses daridalam meningkat seiring dengan semakin sering dilakukan intervensi pada venasentral seperti tindakan kateterisasi.
Gambar 1. Anatomi vena kava superior dan vena-vena utama lainyang membawa aliran darah dari kepala dan leher.Dikutip dari (5)
 
 3
ETIOLOGI
Penyakit yang paling banyak menyebabkan terjadi SVKS adalahkeganasan, tetapi penyakit infeksi seperti sifilis dan tuberkulosis juga dapatmenjadi penyebab SVKS walaupun jarang.
2,6-9
Tabel 1. Etiologi sindrom vena kava superior 
Kanker paru
Limfoma ganas
Metastasis tumor pada kanker payudara, seminoma testis
Fibrosis, mediastinitis tuberkulosis, histoplasmosis, dll
Trombosis vena kava, sindrom Behcet’s, polisitemia vera, penggunaan kateter vena, dll
Tumor jinak mediastinum, aneurisma aorta, tumor dermoid, goiter, sarkoidosis.Dikutip dari (2,3,9)
Evaluasi terhadap 81 pasien SVKS yang dirawat dari tahun 1983 sampaitahun 1996, dari 77 kasus yang didiagnosis kanker 76% di antaranya adalahkanker paru.
8
Sebuah penelitian retrospektif mengevaluasi 99 spesimen dari 88pasien. Hasilnya yaitu 36 limfoma non-Hodgkin’s, 25 kanker paru karsinoma selkecil (KPKSK), 17 kanker paru karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK), 5Hodgkin’s disease, 3 timoma, 1 tumor sel germinal dan 1 lainnya sarkoma.
9
 DIAGNOSIS
Diagnosis SVKS didasarkan pada klinis dan gambaran radiologis yangmenunjukkan kondisi VKS dan vena-vena lain yang tergabung dalam kolateralaliran darah dari kepala dan leher. Rerata munculnya gejala SVKS adalah 48hari
7
dan 40% pasien hanya dapat bertahan kurang dari 8 hari tanpa terapi darimulai terjadi gejala akibat obstruksi itu.
10
Peneliti lain melaporkan bahwa
 
reratalama diagnostik dari mulai muncul gejala adalah 28 hari.
8
Sekali SVKSditemukan maka prosedur diagnosis untuk mencari penyakit penyebab harussegera dilakukan. Prosedur diagnosis lain setelah pemeriksaan klinis danradiologis adalah prosedur untuk keganasan di paru yaitu sputum sitologi, biopsitranstorakal (TTB), biopsi dan lain-lain.
11
Gejala klinis
Keluhan atau gejala klinis pada SVKS sangat individual, tergantung beratringan gangguan. Tanda khas untuk SVKS adalah peningkatan gejaladisebabkan oleh pertambahan ukuran massa yang bersifat invasif (khusus untukkeganasan). Sesak napas adalah keluhan yang paling sering, kemudian leher dan lengan bengkak. Pada keadaan berat selain gejala sesak napas yang hebatdapat dilihat pembengkakan leher dan lengan kanan disertai pelebaran vena-vena subkutan leher dan dada.
6,11,12
Keadaan ini kadang-kadang memerlukantindakan emergensi untuk mengatasi keluhan. Berat ringan gejala ini jugadipengaruhi oleh lokasi obstruksi yang terjadi, perluasan proses penyakitpenyebab, aliran cabang vena yang tersumbat dan kemampuan venaberadaptasi terhadap perubahan aliran darah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->