Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peak Oil - Kapan?

Peak Oil - Kapan?

Ratings:
(0)
|Views: 135|Likes:
Published by Benny Lubiantara

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Benny Lubiantara on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
1
Peak Oil - Kapan?
Oleh : Benny Lubiantara
Peak oil adalah topik lama yang selalu mengundang perdebatan. Sebagaimana diketahui, minyak termasuk golongan sumber daya yang tidak terbarukan. Kalau kemudian timbul teori dan konsepbahwa (nantinya) akan tercapai peak, tentu bukanlah suatu yang mengherankan. Teori
“peak oil”
sendiri dikaitkan dengan Hubbert's curve. Tahun 1960-an, Hubbert, ahli geologi Amerika,mencoba memprediksi kapan terjadinya produksi puncak (
 peak production
) minyak di US. Daridata yang berhasil dikumpulkan untuk beberapa lapangan disana, dia memperkirakan peak oil ituakan terjadi awal tahun 70-an yang mana pada saat peak tersebut dicapai, 50% cadangan yangdapat diangkat (
recoverable
) telah diproduksikan. Kontribusi Hubbert ini patut dihargai,walaupun metodologinya banyak kelemahan disana sini.Untuk produksi minyak di tingkat global, ada beberapa pengamat, antara lain: Colin Campbell,Kenneth Deffeyes serta pengikut Hubbert lainnya yang senang memprediksi kapan terjadinyapeak oil. Namun demikian, begitu sampai pada tahun yang mereka perkirakan terjadi peak tersebut, ternyata produksi global terus naik, maka mereka kemudian merevisi lagi kapanterjadinya peak, begitu seterusnya. Campbell semula memperkirakan peak oil akan terjadi tahun2004, kemudian di revisi menjadi tahun 2010.
Kritik terhadap para ”peakists” ini adalah tidak 
ada penjelasan begitu prediksi mereka meleset, selain membuat prediksi baru.
 
2
Kelemahan mendasar dari teori Hubbert ini adalah tidak memperhitungkan bahwa estimasicadangan berubah dengan berjalannya waktu, hal ini bisa terjadi sebagai akibat adanya teknologibaru serta faktor yang mempengaruhi komersialitas suatu sumber daya (
resources
). Disampingitu,
istilah “peak”
 juga dapat menimbulkan kesalahpahaman, karena seolah olah lapanganminyak begitu mencapai puncak produksi akan serta merta anjlok produksinya, padahalumumnya produksi suatu
lapangan minyak akan mencapai periode produksi yang “Plateau”
sebelum mengalami penurunan.Dalam banyak kasus, para
peakist
tidak memasukkan aktivitas eksplorasi, jadi melulu melihatpengembangan dari cadangan yang sudah ditemukan. Memang ada argumen, dari sisi volume,temuan cadangan belakangan ini relatif rendah. Namun hal itu tidak disebabkan karenakehabisan prospek untuk menemukan cadangan, tapi lebih disebabkan karena kurangnyainvestasi di sektor eksplorasi, pengembangan dan produksi. Anggaran untuk eksplorasicenderung turun. Bisa jadi dalam era harga minyak tinggi, perusahaan minyak internasional(IOC) akan lebih termotivasi untuk mengalokasikan anggaran lebih banyak ke pengembangandan produksi yang secara ekonomis lebih menarik namun bersifat jangka pendek. Alasan lain?Seperti kita ketahui, akses untuk memperoleh blok yang prospek bagi IOC di suatu negara jugasemakin terbatas.
Hal penting yang juga diabaikan oleh para pendukung “peak oil” adalah fakta bahwa kapasitas
produksi dipengaruhi oleh harga dan permintaan. Dengan dukungan investasi dan teknologi,suplai minyak dapat bertambah apabila ada permintaan dan harganya sesuai. Gambar dibawah
 
3
memberikan ilustrasi bagaimana potensi sumber daya dapat bertambah seiiring dengan semakinekonomisnya suatu proyek (EOR, ultra deepwater dan lain lain). Apalagi kalau
unconventionaloil
yang lain, seperti: extra heavy oils, oil sands, oil shales dan lain lain juga diperhitungkan.Mengingat potensi sumber dayanya sangat besar, tentu dapat membuat terjadinya peak oilmundur beberapa tahun lagi.Sumber: International Energy Agency (IEA), World Energy Outlook 2008.Kembali ke kapan terjadinya peak oil? Mungkin kita bisa balik bertanya, apa perlu menebak kapan terjadinya, mengingat tebak tebakan sebelumnya lebih banyak meleset tanpa bisamenjelaskan kenapa meleset.Seorang kolega, ketika ditanya kapan peak oil akan terjadi, menjawab dengan
santai: “p
eak oilitu ibarat kematian, suatu saat akan terjadi, tapi kapannya kita tidak tahu, apa perlu kitamem
 prediksi kapan terjadinya?”
 Namun demikian, bagi yang tetap tertarik dengan prediksi peak oil, Olivert Appert dari IFPEnergies mungkin bisa memberi pencerahan. Pada waktu penulis menghadiri seminar energi diOxford tahun 2006, Oliver memberikan presentasi yang cukup menarik terkait dengan cadanganminyak. Dia cukup rajin mengumpulkan tidak kurang dari 60 publikasi yang memprediksi kapanterjadinya peak oil yang diprediksi awal tahun 2000-an, seperti dapat dilihat ada gambar berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->