Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori ekonomi klasik

Teori ekonomi klasik

Ratings: (0)|Views: 113 |Likes:
Published by Muhammad Basri

More info:

Published by: Muhammad Basri on Jul 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2012

pdf

text

original

 
1
Teori ekonomi klasik
Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam bidangekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik telah mempeloporipemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasikbahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabilaperekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepadamasalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunaninfrastruktur.Pemikiran kaum klasik ini telah menginspirasi Washington Consensus.Berdasarkan Washington Consensus peran pemerintah di dalampembangunan lebih dititikberatkan kepada penertiban APBN, danpemanfaatan/penggunaan kekuatan pasar.Menurut Washington Consensus (terdiri dari 10 paket kebijakan ekonomimakro), peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi danberorientasi kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan danpendidikan. Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalamperencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan Government Failure, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN, dan lain sebagainya.Membatasi APBN dapat mengurangi defisit, karena akan menimbulkanketidakstabilan di dalam ekonomi. Pemanfaatan kekuatan pasar yaitumengembangkan pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, daneksternal disekonomis. Oleh karna itu kebijakan pemerintah harus bersifat  Market Friendly.Suku bunga dan Nilai tukar asing harus ditentukan oleh pasar. Harga yangdibentuk pasar dianggap sebagai harga yang sebenarnya. Pasar dianggaplebih efisien daripada pemerintah yang menggarap sektor perekonomian,sehingga perekonomian akan lebih optimal. Perdagangan luar negeri akanmenghasilkan gains from trade, aliran FDI yang lebih bebas akanmerangsang investor luar negeri untuk menginvestasikan dananya,privatisasi dari BUMN dianggap akan mengefisiensikan perekonomian. Olehkarena itu peran dari pemerintah adalah melakukan deregulasi. Di sini
 
2
 
pemerintah ditekankan untuk melindungi property rights.IMF (International Monetary Funds) dan Bank Dunia yang menganut paham liberal mencoba mengimplementasikan Washington Consensusdengan cara menggunakan bargaining power mereka kepadapemerintahan Indonesia. Pemerintah Indonesia pada tanggal 12 Okt 2006secara efektif telah melunasi seluruh pinjaman kepada IMF di bawah skimExtended Fund Facility. Pelunasan sebesar SDR 2.153.915.825, atauekuivalen dengan US$ 3,181,742,918 (USD/SDR = 1,47719) merupakansisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010. Denganlunasnya pinjaman kepada IMF ini berakibat pada hilangnya kekuatan IMFuntuk memaksakan Washington Consensus kepada Indonesia. Denganpelunasan hutang kepada IMF Indonesia sudah tidak berkewajiban lagimengikuti post program monitoring (PPM) dan Indonesia sama dengananggota IMF lainnya, yang kondisi ekonomi makronya dalam keadaan baikPemikiran perekonomian liberal didasarkan pada pemikiran bahwa pasarsendirilah yang lebih tahu kebutuhannya sehingga pemerintah tidak perlucampur tangan di pasar.Jean Baptiste Say (1767-1832) berpendapat bahwa supply creates its owndemand sehingga tidak akan ada kelebihan produksi. Adam Smith (1723-1790) juga berpendapat bahwa ada invisible hands yang akanmembimbing individu untuk mempromosikan kepentingan masyarakat.Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi semakin terdorong oleh karenabuah pemikiran kaum klasik. Perdagangan bebas yang telahdiperjuangakan oleh para tokoh klasik mencoba mendobrak tembokproteksionisme ala merkantilisme. Globalisasi membuat batas negaramenjadi semakin semu dan pasar menjadi semakin luas. Negara yangmemiliki keunggulan kompetitif semakin dapat memperkaya negaranya. Dilain pihak negara yang tidak siap dalam menghadapi persaingan di pasarglobal akan semakin terpuruk. Terlepas dari sisi positif dan negatif dariglobalisasi, di sini mau tidak mau setiap negara harus mempersiapkan diriuntuk memiliki keunggulan bersaing.Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790), ThomasRobert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo(1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William
 
3
 
Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill (1806-1873)dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari KarlMarx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalanekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda dengan kaumMerkantilis dan Physiokrat, kaum klasik memusatkan analisis ekonominyapada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan ekonomidengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yangmenentukan harga.John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa pandangan klasikyang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga, makaperlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalamhubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomiyang tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yangtidak dikehendaki (involuntary unemployment).Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi duniadalam era globalisasi adalah pemikiran mengenai perdaganganinternasional. Pemikiran kaum klasik menentang pemikiran kaummerkantilis yang hanya mementingkan masuknya logam mulia danberorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar negeri.Kaum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. Kaumphysiokrat memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran. Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik menyatakanpendapatnya dalam bukunya yang berjudul Inquiry into the Nature andCauses of the Wealth of Nations yaitu: Pekerjaan yang dilakukan suatubangsa adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asalmulanya, dan dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya dari luar negeri. Kapasitas produktif daripada kerjaselalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makinmendasar dan rapi. Adam Smith (1723-1790) menjelaskan keuntungan adanya pembagiankerja dengan memberikan contoh sebuah pabrik jarum. Di dalam pabrik jarum tersebut seorang buruh secara pasti dapat membuat 20 buah jarum

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->