Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hujan Salju

Hujan Salju

Ratings: (0)|Views: 104 |Likes:
Published by ieta_

More info:

Published by: ieta_ on Jul 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
Hujan Salju / Es
Proses Terbentuknya/Terjadinya Hujan Alami Dan Buatan- Ilmu Pengetahuan Fisika
Sun, 10/02/2008 - 4:07am — godam64Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dariair dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang,tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uaptersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dandiagonal.Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiranes dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau estersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udarasemakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunyasangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.Selain terbentuk dari awan hangat, hujan lebat juga dapat terbentuk dari awan dinginyang terbentuk dari kristal es dan partikel air yang berada jauh lebih tinggi dari pada awanhangat. Uap air atau partikel air akan menempel pada kristal es dan ikut membeku sehinggakristal es ini semakin membesar dan berat. Karena kristal es tersebut semakin besar karenatertempeli oleh uap air yang ikut membeku, maka ia akan semakin berat dan akhirnya jatuh ke permukaan bumi. Dalam perjalanan jatuh, udara yang hangat akan mencairkan kristal es tersebutsehingga yang jatuh ke permukaan bumi hanya berwujud tetesan air atau hujan yang lebat. Bila
 
udara yang dilewati kristal es ini ketika jatuh dingin (misalnya didaerah yang beriklim dingin)maka kristal es ini akan jatuh tetap pada wujud kristal, dan yang terjadi adalah hujan salju.Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es. yang berkembangmembesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water)langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es. Keberadaan kristal essangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin, sehingga pembentukan hujan dariawan dingin sering juga disebut proses kristal es.Hujan salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. Saljuterbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. Pada musim dingin, salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil.Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer, terbentuklah titik-titik air, dan terbentuklahawan. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku, titik air dalam awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil. Udara sekelilingnya yang tidak  begitu dingin membeku pada kristal tadi. Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. Bila menjadi terlalu berat, salju itu turun. Bila melalui udara lebih hangat, saljuitu mencair menjadi hujan. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair.
Hujan es
Hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga
hail 
. Salah satu proses pembentukannyaadalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas
 freezing level 
. Esyang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya itu, walaupun telahturun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Makaturunlah hujan dalam bentuk butiran es.Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah
riming 
, dimana uap air lewat dingintertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak makaterbentuklah es dengan ukuran yang besar Kemudian ada juga Hujan Es yang disertai Angin putting beliung : berasal dari jenisawan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal darimulti sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini
 
menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapisini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).Hujan es tidak hanya terjadi di negarasub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerahekuator . dan biasanya terjadi secara lokal.
Proses pembentukan salju
 Proses terjadinya salju, berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulanuap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukanawan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung diudara, persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air. Namun, setelahkumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murnitidak langsung membeku pada temperatur 0
0
C, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fasedari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada0
0
C. Ini juga terjadi saat kita menjerang air, air menguap kalau temperaturnya di atas 100
0
Ckarena pada 100
0
C adalah perubahan fase dari cair ke uap. Untuk mempercepat perubahan fasesebuah zat, biasanya ditambahkan zat-zat khusus, misalnya garam dipakai untuk mempercepatfase pencairan es ke air.Biasanya temperatur udara tepat di bawah awan adalah di bawah 0
0
C (temperatur udaratergantung pada ketinggiannya di atas permukaan air laut). Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhandengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikeltertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadikristal-kristal es.Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antaruap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk kristal lebih besar.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->