Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal tentang Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Konsumen - Nin Yasmine Lisasih

Proposal tentang Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Konsumen - Nin Yasmine Lisasih

Ratings: (0)|Views: 635 |Likes:
Published by Nin Yasmine Lisasih
Sampel Proposal Skripsi
Disusun Oleh : NIN YASMINE LISASIH

A. Judul Penelitian PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN SURAKARTA). B. Latar Belakang Masalah Sejak zaman dahulu hingga sekarang, manusia selalu dihadapkan dengan berbagai kebutuhan. Sejalan dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia pun semakin beragam jenisnya. Salah satu kebutuhan yang sedang trend di masyarakat dewasa ini adalah kebutuhan akan sepeda motor, pada kenyataannya masyarakat Indonesia tidak terpeng
Sampel Proposal Skripsi
Disusun Oleh : NIN YASMINE LISASIH

A. Judul Penelitian PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN SURAKARTA). B. Latar Belakang Masalah Sejak zaman dahulu hingga sekarang, manusia selalu dihadapkan dengan berbagai kebutuhan. Sejalan dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia pun semakin beragam jenisnya. Salah satu kebutuhan yang sedang trend di masyarakat dewasa ini adalah kebutuhan akan sepeda motor, pada kenyataannya masyarakat Indonesia tidak terpeng

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Nin Yasmine Lisasih on Jul 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
Sampel Proposal Skripsi
Disusun Oleh :
 
NIN YASMINE LISASIH
 
A.Judul Penelitian
PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADAPEMBELIAN SEPEDA MOTOR (STUDI KASUS DI KOTASURAKARTA).
B.Latar Belakang Masalah
Sejak zaman dahulu hingga sekarang, manusia selalu dihadapkandengan berbagai kebutuhan. Sejalan dengan perkembangan zaman,kebutuhan manusia pun semakin beragam jenisnya.Salah satu kebutuhan yang sedang trend di masyarakat dewasa iniadalah kebutuhan akan sepeda motor, pada kenyataannya masyarakatIndonesia tidak terpengaruh dengan krisis moneter yang melanda diIndonesia hal tersebut terbukti berdasarkan data dari PT. AstraInternasional, Tbk bahwa penjualan tahun 1999 tercatat sebesar 587.402unit yang kemudian dalam satu tahun melonjak menjadi 979.422 unit.Tahun berikutnya 2001, angka penjualannya sudah masuk pada angka1.650.770 dan melonjak pesat pada angka dua juta di tahun 2002. padatahun itu jumlah motor yang terjual mencapai 2.317.991 unit. Tren kenaikanini tidak berubah pada tahun 2003 dengan angka jumlah penjulan bertahan pada 2.810.000 unit, kemudian tahun 2004 mencapai 3.200.000 unit, yangkemudian terjadi kenaikan secara signifikan pada produksi sepeda motor tahun 2005 yang mencapai 5.100.000 unit, sempat sedikit menurun padatahun 2006 yaitu 4.460.000 unit sebagai dapat kenaikan harga bahan baker minyak. Namun, tahun 2007 kembali meningkat dan mencapai 4.720.000 juta unit. Bahkan tahun 2008 meningkat pesat menjadi 6.000.000 unit. Hal1
 
diatas membuktikan bahwa masyarakat Indonesia walaupun sedangmengalami perekonomian yang tidak stabil masih tetap saja mampu dansemakin berminat dengan sepeda motor. Namun dari tingginya minatmasyarakat Indonesia dengan sepeda motor tersebut menimbulkan berbagaimasalah social karena sering kali masyarakat kita demi mengejar gensiuntuk memiliki motor walaupun memiliki uang yang cukup mereka memilihuntuk berspekulasi dengan cara mengambil sepeda motor dengan cara kreditterhadap leasing padahal jika mereka tidak mampu membayar angsuranmaka motor mereka akan di tarik kembali oleh dealer dengan jasa deptcollector dan jika itu terjadi seringkali terjadi konflik antara konsumendengan dept collector tersebut karena masyarakat akan merasa malu jikasepeda motornya di tarik sedang untuk membayar angsuran tidak memilikiuang. Untuk itu dapat di tarik kesimpulan bahwa semakin meningkatnyaminat masyarakat Indonesia dengan sepeda motor dari tahun ke tahun tidak lepas dari pengaruh Leasing yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, bahkan leasing-leasing tersebut bersaing menarik minat masyarakat untuk dapat membeli sepeda motor dengan cara kredit salah satu contohnya adalahiklan leasing yang menawarkan kredit salah satu sepeda motor adalah“dengan DP 300 ribu bawa pulang motornya” dari iklan tersebut berarti kitadapat membeli sepeda motor dengan cara kredit dengan uang muka sebesar 300 ribu coba bayangkan jika harga sepeda motor.Pada kenyataannya lembaga keuangan yang disebut bank ini tidak cukup ampuh untuk menanggulangi berbagai keperluan dana dalammasyarakat, mengingat keterbatasan jangkauan penyebaran kredit danketerbatasan sumber dana yang dimiliki oleh bank. Hal ini semakin nyataterlihat dari banyaknya bank-bank yang dilikuidasi. Kondisi demikan ini berdampak pada lesunya perekonomian negara yang berbuntut padasemakin sulitnya mendapatkan dana segar yang sangat dominan dandibutuhkan oleh dunia perekonomian.Menyikapi berbagai kelemahan yang terdapat pada lembagakeuangan bank dalam rangka menyalurkan kebutuhan dana yang diperlukan
 
masyarakat, maka muncul lembaga keuangan bukan bank yang merupakanlembaga penyandang dana yang lebih fleksibel dan moderat daripada bank yang dalam hal-hal tertentu tingkat risikonya bahkan lebih tinggi. Lembagainilah yang kemudian dikenal sebagai lembaga pembiayaan yangmenawarkan model-model formulasi baru dalam hal penyaluran danaterhadap pihak-pihak yang membutuhkannya seperti,
leasing 
(sewa gunausaha),
 factoring 
(anjak piutang), modal ventura, perdagangan surat berharga, usaha kartu kredit dan pembiayaan konsumen yang diatur  berdasarkan keppres No. 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan.Pengertian lembaga pembiayaan keuangan bukan bank dapat dilihatdalam pasal 1 angka (4) Keppres No. 61 tahun 1988 Tentang LembagaPembiayaan, yaitu:“Lembaga keuangan bukan bank adalah badan usaha yangmelakukan kegiatan dibidang keuangan yang secara langsung atautidak langsung menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan surat berharga dan menyalurkannya ke dalam masyarakat guna membiayaiinvestasi perusahaan-perusahaan”.Salah satu sistem pembiayaan alternatif yang cukup berperan aktif dalam menunjang dunia usaha akhir-akhir ini yaitu pembiayaan konsumenatau dikenal dengan istilah
consumer service
. Berdasarkan pasal 1 angka (6)Keppres No. 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, perusahaan pembiayaan konsumen adalah, “Badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistim pembayaran berkala”.Dewasa ini, jenis pembiayaan konsumen meskipun masih terbilangmuda usianya tetapi sudah cukup populer dalam dunia bisnis di Indonesia,mengingat sifat dari transaksi pembiayaan konsumen tersebut mampumenampung masalah-masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan jenis pembiayaan yang bisa a di bank-bank. Di samping itu besarnya biaya yangdiberikan per konsumen relatif kecil, mengingat barang yang dibidik untuk dibiayai secara pembiayaan konsumen adalah barang-barang keperluankonsumen yang akan dipakai oleh konsumen untuk keperluan hidupnya.3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
AKbar ELtoago liked this
w647bara liked this
Dahlia Tambajong liked this
Aura Net liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->