Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PMII

PMII

Ratings: (0)|Views: 702 |Likes:
Published by ERLIN SUWITO

More info:

Published by: ERLIN SUWITO on Jul 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
291
BAB IMASA EMBRIONAL KELAHIRAN PMII( 1955 - 1963 )
A.
CIKAL BAKAL PMII
Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatuwadah (organisasi) mahasiswa yang berediologi Ahlussunnah Waljama’ah (aswaja).Ide ini tak dapat dipisahkan dari eksistensi IPNU-IPPNU (ikatan pelajar nahadlatululama - ikatan pelajar nahdlatul ulama), secara historis, PMII mrupakan mata rantaidar departemen perguruan tinggi IPNU yang dibentuk dalam muktamar IIII PNU diCirebon Jawa Barat pada tanggal 27 - 31 Desember 1958. Di dalam wadah IPNU-IPPNU ini banyak terdapat mahasiswa yang menjadi anggotanya, bahkan mayoritasfungsionaris pengurus pusat IPNU-IPPNU berpredikat sebagai mahasiswa. Itulahsebabnya, keinginan dikalangan mereka untuk membentuk suatu wadah khusus yangmenghimpun para mahasiswa nahdliyin. Pemikiran ini sempat terlontar padamuktamar II IPNU tanggal 1 - 5 Januari di Pekalongan Jawa Tengah,
1
) tetapi para pucuk pimpinan IPNU sendiri tidak menanggapi secara serius. Hal ini mungkindikarenakan kondisi di dalam IPNU sendiri masih perlu pembenahan, yakni banyaknya fungsionaris IPNU yang telah berstatus mahasiswa, sehinggadikhawatirkan bila wadah khusus untuk mahasiswa ini berdiri akan mempengaruhi perjalanan IPNU yang baru saja terbentuk, Tetapi aspirasi kalangan mahasiswa yangtergabung dalam IPNU ini makin kuat, hal ini terbukti pada muktamar III IPNU diCirebon Jawa Barat, pucuk pimpinan IPNU didesak oleh para peserta muktamar membentuk suatu wadah khusus yang akan menampung para mahasiswa nahdliyin,namun secara fungsional dan struktur organisatoris masih tetap dalam naunganIPNU, yakni dalam wadah departemen perguruan tinggi IPNU 
2
). Namun langkah yang diambil oleh IPNU untuk menampung aspirasi paramahasiswa nahdliyin dengan membentuk departemen perguruan tinggi IPNU padakenyataannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Terbukti apda KonprensiBesar IPNU di Kaliurang Yogjakarta pada tanggal 14 - 16 Maret 1960, Forumkonprensi besar memutuskan terbentuknya suatu wadah/organisasi mahasiswanahdliyin yang terpisah secara struktural maupun fungsional dari IPNU-IPPNU.
B.
UPAYA DIBALIK KELAHIRAN PMII
 Usaha untuk mendirikan suatu wadah yang khusus menghimpun mahasiswanahdliyin sebenarnya sudah lama ada, hal ini dapat dilihat dengan adanya kegiatan1 Sejarah singkat IPNU-IPPNU,
Buku kenang-kenangan Makesta IPNU-IPPNU,Kodya Surakarta,
Tahun 1970, halaman 112 Ibid Halaman 12.
 
sekelompok mahasiswa NU yang di Jakarta. Patut dicatat disini:
Pertama
: misalnya berdirinya IMANU (ikatan mahasiswa NU)pada bulan Desember 1955 di Jakarta. Namun kehadirannya belum bisaditerima oleh banyak pihak, terutama oleh kalangan sespuh NU sendiri.Sebab disamping kelahiran IPNU itu sendiri masih baru (didirikan padatanggal 24 Februari 1954) yang notabene mayoritas pengurusnyamahasiswa, sehingga dikhawatirkan justru akan melumpuhkan IPNU.
Kedua
: Sekelompok mahasiswa nahdliyin yang berdomisili dikota Surakarta Jawa Tengah yang diprakarsai oleh H. Mustahal Ahmad, juga sempat mendirikan suatu organisasi yang diberi nama “KeluargaMahasiswa NU” (KMNU) Surakarta, juga pada tahun 1955. BahkanKMNU ini merupakan organisasi mahasiswa yang NU yang mampu bertahan sampai lahirnya PMII pada tahun 1960
3
).
Ketiga
: Di Bandung ada usaha serupa dengan nama PMNU(persatuan mahasiswa NU) dan masih banyak lagi di kota-kota lain dimana ada perguruan tinggi yangmempunyai gejala yang sama, tetapi ternyata pimpinan IPNU tetap membendung usaha-usaha tersebut dengan suatu pemikiran bahwa pimpinan pusat IPNU akan lebih mengintensifkan padausaha-usaha mengadakan penelitian pada dua permasalahan pokok :1.Seberapa besar potensi mahasiswa NU2.Sampai seberapa jauh kemampuan untuk berdirisebagai organisasi mahasiswa 
4
).Upaya yang dilakukan oleh IPNU dengan membnetuk departemen perguruantinggi untuk menampung aspirasi mahasiswa nahdliyin, tidak banyak berarti bagikemajuan dan perkembangan mahasiswa nahdliyin, haltersebut disebabkan beberapahal :A.Kondisi obyektif menunjukkan bahwa keinginan para pelajar sangat berbeda denga keinginan, dinamika dan perilaku mahasiawa.B.Kenyataan gerak dari departemen perguruan tinggi IPNU itu sangat terbatassekali. Terbukti untuk duduk sebagai anggota PPMI persatuan perhimpunanmahasiswa indonesia), suatu konfederasi organisasi mahasiswa ekstrauniversitas tidak mungkin bisa, sebab PPMI merupakan organisasi yanghanya menampung ormas-ormas mahasiswa. Apalagi dalam MMI (majlismahasiswa indonesia), suatu federasi dari dewan/senat mahasiswa, juga tak mungkin dilakukan 
5
)Kesimpulan dari perdebatan mengenai hasil pengamatan ketua IPNU waktuitu ternyata tidak berbeda jauh. Para anggota pimpinan pusat IPNU lebih condong3 Wawancara dengan sahabat Drs. H. Mustahal Ahmad pada tanggal 25 Agustus 1984 dirumah beliu Jl. Imam Bonjol 53 Surakarta Jawa Tengah.4 Op-cit, Halamah 25 Op-cit, Halaman 3
 
291
untuk merintis pembentukan wadah khusus bagi mahasiswa nahdliyin. Pertimbanganyang menyertai kwsimpulan ini juga lebih kompleks. Sebab di penghujung dasawarsa 1950 itu situasi politik dan keamanan di tanah sir kita sedang bergolak.Dengan demikian, pertimbangan-pertimbangan yang diperdebatkan dalamrapat piminan pusat IPNU itu :
Pertama
: Wadah departemen perguruan tinggi IPNU dianggap tidak lagi memadai,tidak cukup kuat untuk mewadahi gerakan kemahasiswaan.
Kedua
: Perkembangan poltik dan keamanan di dalam negeri menuntut pengamatanyang ekstra hati-hati, khususnya bagi para mahasiswa Islam.
Ketiga
: Satu-satunya wadah kemahasiswaan Islam yang ada pada waktu itu ialahHMI (himpunan mahasiswa Islam), yang tokoh-tokohnya dinilai terlaludekat dengan partai Masyumi, sedangkan tokoh masyumi telahmelibatkan diri dalam pemberontakan PRRI.Sementara itu, dikalangan intern NU sendiri, waktu itu masih belum terungkapsuatu rasa percaya diri. Maksudnya para tokoh pimpinan NU masih seolah-olahdalam lingkungan jam’iyah nahdliyin tidak ada anggota yang berkualitas intelektual.Sehingga untuk mengisi jabatan menteri dan anggota DPR saja, pimpinan NUterpaksa meng-NU-kan sarjana-sarjana dari luar lingkungan nahdliyin. Padahal NUwaktu itu adalah sebuah partai besar, pemenang nomor tiga dalam pemili 1955.Kewibawaan partai NU tidak selayaknya dihambur-hamburkan untuk memberihadiah jabatan dan kedudukan kepada orang diluar jema’ah.Inilah cry yang selalu diteriakkan para mahasiswa nahdliyin pada waktu itu.Dan merekapun merasa perlu segera melakukan langkah-langkah tertentu untuk meyakinkan semua pihak yang berkepentingan, bahwa dalam lingkungan nahdliyinsudah muncul banyak generasi muda yang berpendidikan perguruan tinggi. 
6
)Menyadari keterbatasan dan berkat dorongan-dorongan berbagai kenyataanobyektif serta adanya usaha mengambil langkah-langkah pertimbangan, antara lain :1.Didirikannya perguruan tinggi NU di berbagai tempat, misalnya PTINUdi Surakarta (sekarang Universitas NU), Fakultas Ekonomi dan Tata Niaga serta fakultas Hukum dan Tata Praja di Bandung (sekarangUniversitas Islam Nusantara - Uninus) dan Akademi ilmu pendidikandan Agama Islam di Malang (sekarang Universitas Islam Malang -Unisma).2.Adanya keinginan dari individu-individu mahasiswa nahdliyin yangmenuntut ilmu di perguruan tinggi NU maupun pergutuan tingg negeridan lainnya untuk segera mengkonkritkan suatu wadah khusus bagi6 HA. Cholid Mawardi,
PMII dan Cita-cita NU, Dalam Pemikiran PMII, Dalamberbagai visi dan Persepsi,
Oleh A. Effendy Choirie dan Choirul Anam, Aula,Surabaya 1991, Halamanan 72-74.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ridwan Rachid liked this
Agus Mulyana liked this
Mudhakir Dakir liked this
Ifa Bie liked this
Wong Merdeka liked this
Dian Permana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->