Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alat Bukti Surat, Petunjuk Dan Keterangan Terdakwa (H. Acara Pidana)

Alat Bukti Surat, Petunjuk Dan Keterangan Terdakwa (H. Acara Pidana)

Ratings: (0)|Views: 1,078|Likes:
Published by Vivin Ryuk

More info:

Published by: Vivin Ryuk on Jul 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
TUGAS MATA KULIAHHUKUM ACARA PIDANA“ Alat Bukti Surat, Petunjuk dan Keterangan Terdakwa “
 Nama: Vivin RistawandariNIM : E1A009148Kelas : B
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONALUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS HUKUMPURWOKERTO2011
 
 
PENGERTIAN
Surat adalah segala sesuatu yang memuat tanda- tanda bacaan yangdimaksudkan untuk mencurahkan isi hati atau untuk menyampaikan buah pikiranseseorang dan dipergunakan sebagai pembuktian. Alat bukti surat dasahukumnya ada pada Pasal 187 KUHAP.Petunjuk adalah perbuatan, kejadian, atau keadaan yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan tindak pidana itu sendiri,menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya. Alat bukti petunjuk dasar hukumnya ada pada Pasal 188 (1) KUHAP.Keterangan terdakwa adalah apa yang terdakwa nyatakan di sidangtentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.Dasar hukumnya Pasal 189 ayat (1) KUHAP.
PENJELASANSurat
Alat bukti surat diatur dalam Pasal 187 KUHAP. Surat yang dapat dinilaisebagai alat bukti yang sah yakni surat yang dibuat atas sumpah jabatan atau suratyang dikuatkan dengan sumpah. Surat sebgaimana yang disebutkan dalam pasal184 ayat (1) KUHAP huruf c, dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengansumpah, adalah :
a.
Berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabatumum yang berwenang atau yang dibuat dihadapannya, yang memuatketerangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar, dilihat atau yangdialaminya sendiri, disertai dengan alas an yang jelas dan tegas tentangketerangan itu;
 
 b.Surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang- undangan atausurat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tatalaksana yang menjadi tanggung jawabnya dan yang diperuntukan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan.c.Surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkankeahliannya mengenai sesuatu hal atau suatu keadaan yang diminta secararesmi daripadanya;d.Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain (Pasal 187 KUHAP).Pasal 187 (a) dan (b) tersebut diatas disebut juga akte otentik, berupa beritaacara atau surat resmi yang dibuat oleh pejabat umum, seperti notaris, panitera pengadilan, juru sita, surat izin bangunan, surat izin ekspor, paspor, surat izinmengendarai (SIM), kartu tanda penduduk (KTP), akta lahir dan sebagainya.Pasal 187 (c), misalnya keterangan ahli yang berbentuk laporan atau
visum et repertum
, kematian seseorang karena diracun, dan sebgainya. Pasal 187 (d), inidisebut juga surat atau akte dibawah tangan.Secara formal, alat bukti surat sebagaimana disebut dalam pasal 187 huruf a, b, c adalah alat bukti sempurna, sebab dibuat secara resmi menurut formalitasyang ditentukan peraturan perundang- undangan, sedangkan surat yang disebuthuruf d bukan merupakan alat buti yang sempurna. Dari segi materil, semua bentuk alat bukti surat yang disebut dalam pasal 187 bukan alat bukti yangmempunyai kekuatan mengikat. Sama seperti keterangan saksi atau keteranganahli, surat juga mempunyai kekuatan pembuktian yang bersifat bebas. Alasanketidakterikatan hakim atas alat bukti surat didasarkan pada beberapa asa antaralain : asas proses pemeriksaan perkara pidana ialah untuk mencari kebenaranmateril atau kebenaran sejati, bukan mencari keteranghan formil. Lalu asaskeyakianan hakim sebagaimana tercantum dalam pasal 183, bahwa hakim baru boleh menjatuhkan pidana kepada seorang terdakwa telah terbukti dengansekurang- kurangnya 2 alat bukti yang sah dan keyakinan hakim bahwa

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Slamet Pujiono liked this
Cio Kerenz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->