Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mekanisme pertahanan diri

mekanisme pertahanan diri

Ratings: (0)|Views: 1,803 |Likes:
Published by pooh

More info:

Published by: pooh on Jul 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
1
DEFENSE MECHANISM( MEKANISME PERTAHANAN)
By Try merdeka Puri S.KedUli Martha Manurung, S.KedFiona Widyasari, S.kedILMU KEDOKTERAN JIWAFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SRIWIJAYA2011
 
2
 
BAB IPENDAHULUAN
Tiap makhluk dalam evolusinya akan mengembangkan dirinya dengan berbagai cara dan mekansime dalam upaya menyesuaikan diri terhadap kondisikehidupan yang mungkin akan mengancamnya. Penyesuaian diri atau adaptasi sangat penting bagi kehidupan manusia sebagai makhluk yang tertinggi tingkat perkembangannya. Manusia telah mengadakan evolusi dalam penyesuaian anatomisyang bermaksud untuk melindunginya secara structural dan fisiologis. Hal ini untuk membantu kebutuhan bagi afeksi, keamanan pribadi, makna pribadi dan pertahananterhadap afek yang mungkin akan mengganggu.Melalui periode proses perkembangan, seseorang memerlukan berbagai teknik  psikologis guna mempertahankan dirinya. Seseorang membangun rencana pertahananuntuk menangani baik anxietas, impuls, agresif, permusuhan, kebencian maupunfrustasi yang akan dihadapinya. Dengan demikian mekanisme atau dinamisme mental berfungsi untuk melindungi seseorang terhadap bahaya yang berasal dari impuls atauafeknya.Istilah mekanisme pertahanan umum digunakan dalam usaha penyisihan danditujukan terhadap dorongan naluri. Dorongan naluri disishkan karena sesungguhnyasetiap penyisihan merupakan defense terhadap afek.
 
3
 
BAB IIMEKANISME PERTAHANAN
A.
 
Sigmund Freud Dan Teorinya
 Sigmund Freud 
(1856 - 1939) yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Psikiatri/Psikologi adalah dokter Austria, lulusan Universitas Wina pada tahun 1881. Setelah bekerja di laboratorium Ilmu Faal di Institut Brucke dan mendalami histologi syaraf, beliau merasa tidak puas dalam menangani kasus-kasus neurotik yang dihadapinyadalam praktek. Selanjutnya ia memutuskan untuk menimba ilmu di Paris pada InstitutSaltpetiere yang sangat terkenal itu dibawah bimbingan Charcot. Ia mendalami tehnik hipnotis untuk penyembuhan dan kemudian kembali ke Wina untuk bergabung denganJoseph Breuer (penemu Hering-Breuer reflex).Untuk mempercepat dan menyempurnakan proses penyembuhan, khususnyadalam menangani kasus neurosis, Freud selalu mempergunakan keterangan/ ceritayang diperoleh di bawah pengaruh hipnosis dan membandingkannya dengan ceritayang diperoleh pada waktu melakukan wawancara bebas selama melakukan pemeriksaan anamnestik.Kenyataannya, Freud menemukan bahwa banyak keinginan yang terpendamdan rumit dalam diri masing-masing pasien tersebut yang berwujud suatu keinginanseksual alami, di mana kadang-kadang keinginan ini bertentangan dengan normamasyarakat. Freud juga menyadari bahwa dengan menganalisa seseorang lewatwawancara bebas; dapat dijumpai banyak cerita khayalan atau karangan dari pasiensendiri dan bukan merupakan kenyataan sebenarnya. Hal ini tentunya merupakankendala tersendiri.
Topografi Pikiran
Freud membagi pikiran menjadi 3 bagian, yaitu :a.
 
nconscious
(bawah sadar),
 
meliputi segala masalah yang terkena represi.Dengan kata lain, isi dan proses mental dari bawah sadar dijauhkan darikesadaran melalui kekuatan per¶sensor¶an

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fenny Irmayanti liked this
Rizky Rahim liked this
Fatkhi Яiizkya liked this
Rani Windayani liked this
Ieka Cadel liked this
Novi Tri Arianty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->