Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika media

Etika media

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 1,455|Likes:
Published by Rahmad Setiadi
media ethics
media ethics

More info:

Published by: Rahmad Setiadi on Sep 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

Bab I
Bab I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Sejarah Perkembangan Pers
Sejarah Perkembangan Pers
Sejak kemerdekaan hingga 9 tahun pasca reformasi, hukum pers tidak
Sejak kemerdekaan hingga 9 tahun pasca reformasi, hukum pers tidak
pernah benar-benar lepas dari kepentingan politik. Perkembangan pers
pernah benar-benar lepas dari kepentingan politik. Perkembangan pers
senantiasa terkait erat dengan keinginan setiap rezim untuk \u201cmerangkul\u201d
senantiasa terkait erat dengan keinginan setiap rezim untuk \u201cmerangkul\u201d
dan sekaligus \u201cmenguasai\u201d pers. Beberapa bukti bahwa pers tidak pernah
dan sekaligus \u201cmenguasai\u201d pers. Beberapa bukti bahwa pers tidak pernah
benar-benar independen:
benar-benar independen:
\ue000Pers pada masa Bung Karno
Pers pada masa Bung Karno
Pada awalnya pemerintahan Soekarno melalui Menpen Amir Sjarifoedin
Pada awalnya pemerintahan Soekarno melalui Menpen Amir Sjarifoedin
menyatakan bahwa: pikiran masyarakat umum = sendi dasar
menyatakan bahwa: pikiran masyarakat umum = sendi dasar
pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan pers Indonesia harus
pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan pers Indonesia harus
merdeka.
merdeka.
Pers semakin galak menjadi \u201canjing pengawas\u201d pemerintah. Pembredelan
Pers semakin galak menjadi \u201canjing pengawas\u201d pemerintah. Pembredelan
dan penangkapan terhadap pers atau wartawan tidak dapat terelakkan.
dan penangkapan terhadap pers atau wartawan tidak dapat terelakkan.
\ue000Pers pada masa Soeharto
Pers pada masa Soeharto
UU no 11 tahun 1966: memberikan kemerdekaan pers, namun terdapat
UU no 11 tahun 1966: memberikan kemerdekaan pers, namun terdapat
suatu pasal peralihan yang memungkinkan pemerintah yang berkuasa
suatu pasal peralihan yang memungkinkan pemerintah yang berkuasa
mengekang pers.
mengekang pers.
UU no 21 tahun 1982: memperkuat belenggu terhadap kemerdekaan pers.
UU no 21 tahun 1982: memperkuat belenggu terhadap kemerdekaan pers.
\ue000Pers pada masa reformasi
Pers pada masa reformasi
UU no 40 tahun 1999: jauh lebih demokratis, namun terdapat rumusan
UU no 40 tahun 1999: jauh lebih demokratis, namun terdapat rumusan
teknikal
teknikaldra fting
drafting yang tidak jelas.
yang tidak jelas.
Modal asing boleh masuk melalui pasar modal
Sama sekali tidak terdapat modal asing

Tidak terdapat kemungkinan adanya peraturan
pelaksana, kecuali untuk pengangkatan anggota
Dewan Pers dengan Keputusan Presiden

Terdapat banyak peraturan pelaksana yang
dapat dimanipulir oleh pemerintah
Menerapkan pertanggungjawaban pidana khusus
dan perdata umumnya
Menerapkan pertanggung-jawaban pidana
sistem air terjun dan waterfall system
Tidak ada wadah tunggal organisasi pers
Diterapkan wadah tunggal organisasi pers
Pers tidak boleh dibredel
Pemerintah dapat membredel pers
Pers cetak tidak memerlukan izin dari pihak
manapun
Pers cetak memerlukan izin dari pemerintah
Pengertian pers meli[uti pers cetak, elektronik, dan
segala macam saluran lainnya
Pengertian pers hanya media cetak
Dewan Pers bersifat independen
Dewan Pers cuma perpanjangan tangan dari
pemerintah
Pemerintah tidak ikut campur dalam masalah
kemerdekaan pers
Pemerintah bertindak sbg pembina pers
nasional
UU no 40 tahun 1999
UU no 21 tahun 1982

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->