Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Falsafah Induktif Dan Deduktif Dalam Kehidupan Manusia

Falsafah Induktif Dan Deduktif Dalam Kehidupan Manusia

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:

More info:

Published by: Rachmat Guntur Dwi Putra on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2011

pdf

text

original

 
18 Jul 2009
Oleh: Triyo Supriyatno
Penalaran Induktif dan Deduktif 
Matematika mempunyai bahasa dan aturan yang terdefinisi dengan baik, penalaran yang jelasdan sistematik, dan struktur yang sangat kuat. Dengan berbagai keunggulan ini, matematikadigunakan sebagai suatu cara pendekatan dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi,dan dalam menyelesaikan masalah yang rumit. Matematika juga merupakan suatu alat Bantuyang digunakan oleh para pakar dalam berbagai bidang disiplin ilmu. Dengan matematika, suatumasalah nyata dapat dilihat dalam suatu model yang strukturnya jelas, tepat, dan bentuknyakompak (singkat dan padat).Unsur utama dalam pekerjaan matematika adalah penaran deduktif, yang bekerja dengan berbagai asumsi, tidak dengan pengamatan. Selain itu, matematika juga bekerja berdasarkanfakta dan fenomena yang muncul untuk sampai pada suatu perkiraan tertentu, yang dikenalsebagai penalaran induktif. Tetapi perkiraan yang diperoleh tidak dapat diterima begitu saja,harus diyakinkan kebenarannya atau dibuktikan secara deduktif dengan argument yang konsistendan meyakinkan. Pekerjaan dalam matematika memerlukan kedua penalaran ini, baik induktif maupun deduktif.
Sistem Aksioma
Matematika dibangun berdasarkan suatu sistem yang memuat beberapa istilah dasar dan sifatyang kebenarannya diterima tanpa pembuktian. Suatu sistem matematika merupakan penerapan berbagai metode secara aksiomatik dari logika atas sekelompok unsur, relasi, dan operasi.Pemilihan beberapa sifat dasar yang dibuat konsisten akan menentukan suatu sistem secara utuh.Dalam proses penalaran matematika, suatu rumus (teorema) matematika terdiri dari beberapahipotesis dan kesimpulan. Penalaran dibalik sistem logika dapat dipahami berdasarkan sifatsostem dan operasi yang dirancang di dalamnya.Sistem aksioma terdiri dari empat bagian penting, yaitu istilah tak terdefinisi, istilah terdefinisi,aksioma, dan teorema.• I
stilah tak terdefinisi.
Istilah dasar (primitive) yang digunakan untuk membangun istilahlain,arti istilahna sendiri tidak terdefiniskan, tetapi deskripsinya ada. Pada suatu sistem matematikatertentu, kita mengenal istilah tak terdefinisi seperti himpunan, titik, garis, bidang, dansebagainya.
Istilah terdefinisi.
Istilah yang digunakan dalam sistem, bukan istilah dasar,dan dirumuskan dari istilah dasar sehingga mempunyai arti tertentu dan oerumusannya menjadisuatu pernyataan yang benar. Dalam suatu definisi, istilah ‘jika’ berarti ‘jika dan hanya jika’.Suatu definisi yang baik mempunyai ciri berikut.a. jelas, tepat, dan mempunyai satu makna; b. hanya menggunakan dasar atau yang telah ada sebelumnya;c. konsisten, dalam setiap kasus mempunyai arti yang sama;d. jangkauannya cukup luas untuk dapat memuat sebanyak mungkin objek dari sistem.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->