Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 3 Instrumen Penunjuk Arus Searah

Bab 3 Instrumen Penunjuk Arus Searah

Ratings: (0)|Views: 3,357|Likes:

More info:

Published by: Rachmat Guntur Dwi Putra on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

 
 
B
ab
 
3
 
I
nstrumen
P
enunjuk
A
rus
S
earah
A.
 
PENDAHULUAN
Pokok Bahasan :
 
Galvanometer suspensi
 
Torsi dan defleksi di galvanometer 
 
Sentitivitas galvanometer 
 
Mekanisme kumparan maknik permanen
 
Amperemeter arus searah
 
Voltmeter arus searah
 
Sensitivitas voltmeter 
 
Efek Pembebanan
 
Metode Voltmeter- Amperemeter 
 
Ohmmeter 
Tujuan Belajar :
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
 
Menjelaskan tentang galvanometer suspensi
 
Menjelaskan tentang torsi dan defleksi di galvanometer 
 
Menjelaskan tentang sensitifitas galvanometer 
 
Menjelaskan tentang mekanisme kumparan maknit permanen
 
Menjelaskan tentang amperemeter arus searah
 
Menjelaskan tentang voltmeter arus searah
 
Menjelaskan tentang sensitifitas voltmeter 
 
Menjelaskan tentang sensitifitas Efek Pembebanan
 
Menjelaskan tentang metode volt-amperemeter 
 
Menjelaskan tentang ohmmeter 
B.
 
PEMBAHSAN MATERI AJAR4.1
 
Galvanometer suspensi
Pengukuran-pengukuran arus searah sebelumnya menggunakan galvanometer de-ngan sistem gantungan (suspension galvanometer). Instrumen ini merupakan pelopor instrumen kumparan putar, dasar bagi kebanyakan alat-alat penunjuk arussearah yang dipakai secara umum. Gambar 1 menunjukkan konstruksi sebuahgalvanometer 
 suspense
 
 
Bab3InstrumenPenunjukArusSearah
 27
Sebuah
kumparan (coil)
kawat halus digantung di dalam medan maknit yangdiha-silkan oleh sebuah
maknit permanen.
Menurut hukum dasar gaya elektromaknetik kumparan tersebut akan berputar di dalam medan maknit bila dialiri oleharus listrik. Gantungan kumparan yang terbuat dari serabut halus berfungsi sebagai pembawa arus dari dan ke kumparan, dan keelastisan serabut tersebut membangkitkansuatu torsi yang melawan perputaran kumparan. Kumparan akan terus berdefleksisampai gaya elektro-maknetiknya mengimbangi torsi mekanis lawan dari gantungan.Dengan demikian pe-nyimpangan kumparan merupakan ukuran bagi arus yang dibawaoleh kumparan tersebut. Sebuah
cermin
yang dipasang pada kumparanmenyimpangkan seberkas cahaya dan menyebabkan sebuah bintik cahaya yang telahdiperkuat bergerak di atas
 skala
 pada suatu jarak dari instrumen. Efek optiknya adalahsebuah jarum penunjuk yang panjang tetapi massanya nol.Dengan penyempurnaan baru galvanometer suspensi ini masih digunakan dalam pengukuran-pengukuran laboratorium sensitivitas tinggi tertentu bila keindahan instru-men bukan merupakan masalah dan bila portabilitas (sifat dapat dipindahkan) tidak di- pentingkan.Gambar 1. Galvanometer Suspensi
 4.2
 
Torsi dan defleksi di galvanometer
Sifat dinamik galvanometer dapat diamati dengan secara tiba-tibamemutuskan arus yang dimasukkan, sehingga kumparan berayun kembali dari posisi penyimpangan mnuju posisi nol. Akan terlihat bahwa sebagai akibat kelembaman(inersia) dari sistem yang berputar, jarum berayun melewati titik nol dalam arahyang berlawanan, dan kemudian berosilasi ke kiri ke kanan sekitar titik nol. Osilasiini perlahan-lahan mengecil sebagai akibat dari redaman elemen yang berputar danakhirnya jarum akan berhentiGerakan sebuah kumparan putar di dalam medan maknit dikenali dari tigakuantitas:(a)
 
Momen inersia (kelembaman) kumparan putar terhadap sumbu putarnya
 
Bab3InstrumenPenunjukArusSearah
 28
(b)
 
Torsi lawan yang dihasilkan oleh gantungan kumparan(c)
 
Konstanta redaman (D)Solusi persamaan differensial yang memperhubungkan ketiga faktor inimemberikan tiga kenungkinan yang masing-masing menjelaskan sifat dinamik kumparan dalam sudut defieksnya.
Q.
Ketiga jenis sifat tersebut ditunjukkan olehkurva-kurva pada Gambar 2 D
an
isebut teredam lebih
(overdamped), kurang teredam (underdamped)
dan
tere-dam kritis (criticaally damped).
 
 Kurva I 
menunjukkan keadaan teredam lebih di mana kumparan kembalisecara perlahan ke posisi diam tanpa lonjakan (overshoot) atau osilasi. Jarum cen-derung rnenuju ke keadaan mantap dengan lambat. Hal ini kurang menarik sebab yanglebih diinginkan dalam kebanyakan pemakaian adalah keadaan II dan III.
 Kurva II 
me-nunjukkan kurang teredam di mana gerakan kumparan dipengaruhi oleh osilasisinusoi-da teredam. Laju pada mana osilasi ini berhenti, ditentukan oleh konstantaredaman (D), momen inersia (/), dan torsi lawan
(S)
yang dihasilkan oleh gantungankumparan.
 Kurva III 
menunjukkan redaman kritis dalam mana jarum kembali dengancepat ke keadaan mantapnya tanpa osilasi.Secara ideal, tanggapan (respons) galvanometer adalah sedemikian sehingga jarum bergerak ke posisi akhir tanpa lonjakan; berarti gerakan tersebut hams teredamkritis. Di dalam praktek, biasanya galvanometer sedikit kurang teredam, yangmenyebabkan jarum sedikit melonjak sebelum berhenti. Cara ini mungkin lebihlambat dari redaman kritis, tetapi dia menjamin pemakai bahwa gerakan tidak rusak karena penanganan yang kasar, dan dia mengkompensir setiap gesekan tambahan yangdapat Htfiasilkan oleh debu atau keausan.Gambar 2. Sifat Dinamik sebuah galvanometer 

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Khayrunnisa BM liked this
Helmi Fauzan liked this
Tri Cardo Purba liked this
Ariesta Mulya liked this
Fachri Alda liked this
gusgif liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->