Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
gh

gh

Ratings: (0)|Views: 596|Likes:
Published by Dicky Eka Zah

More info:

Published by: Dicky Eka Zah on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/28/2012

pdf

text

original

 
1
Analisis kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja dalam perencananketenagakerjaan
kota Surakarta tahun 2001 –2003
Oleh :Andin Surya Sukma
F.1101003
BAB IPENDAHULUANA.
 
LATAR BELAKANG MASALAH
Negara berkembang seperti Indonesia dengan penduduk besar yangmenjadi salah satu masalah utama adalah pengangguran struktural yangsangat besar. Masalah ini disebabkan oleh karena struktur ekonomi yangada belum mampu menciptakan kesempatan kerja yang sesuai dan dalam jumlah yang cukup untuk menyerap angkatan kerja yang ada. Masalahpengangguran sepeti ini hanya mungkin dipecahkan dengan pembangunanregional yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan sosialmelalui penciptaan kesempatan kerja dan penggunaan tenaga keja secaratepat asas dan memadai. Pembangunan seperti itu harus direncanakansecara efektif, yang dengan sendirinya harus mencakup pula pemecahanmasalah ketenagakerjaan (Suroto,1992: 11 – 12)Tujuan utama dari proses pembangunan yang dilakukan selama iniadalah membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya. Apabila tujuan ini
 
2dihubungkan dengan masalah ketenagakerjaan, maka tujuan tersebut dapatdijabarkan lebih lanjut dengan suatu usaha untuk membina sumberdayamanusia Indonesia yang produktif, bersemangat dan penuh inisiatif sertasehat jasmani dan rohani.Untuk tujuan tersebut maka pemerintah melalui berbagai kebijakanterutama kebijakan ketenagakerjaan seperti ditetapkan dalam Garis-GarisBesar Haluan Negara 1998, kebijakan ketenagakerjaan tersebut diarahkanpada perluasan kesempatan kerja, perlindungan tenaga kerja danpemerataan pendapatan yang sifatnya menyeluruh di semua sektor. Dalamhubungan ini program-program pembangunan sektoral maupun regionalperlu ditingkatkan untuk mengusahakan terciptanya perluasan kesempatankerja sebanyak munkindengan imbalan jasa yang sepadan. Dengan jalandemikian maka disamping meningkatkan produksi sekaligus dapat dicapaipemerataan hasil pembangunan karena adanya perluasan partisipasimasyarakat secara aktif dalam pembangunan.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia diatur dalam UndangUndang Dasar 1945 pasal 27 ayat 2 yang menjelaskan bahwa tiap-tiapwarga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagikemanusiaan. Sebagai pelaksanaan pasal tersebut maka dalam kebijakanpembangunan lima tahun keenan di bidang tenaga kerja mengemukakanbahwa pembangunan ketenagakerjaan dalam rangka menciptakanlapangan usaha dan mengurang pengangguran serta mengembangkansumberdaya manusia diarahkan pada pembentukan tenaga kerja1
 
3professional yang mandiri dan beretos kerja tinggi dan produktif.Pembangunan ketenagakerjaan merupakan upaya menyeluruh danditujukan pada peningkatan, pembentukan, dan pengembangan tenagakerja yang berkualitas, produktif, efisien, dan memperluas lapangan kerjayang merupakan bagian dari perwujudan kebijaksanaan perencanaantenaga kerja nasional harus mendorong pemerataan kesempatan kerja antardaerah dengan memperhatikan potensi angkatan kerja setempat ( GBHN1993 ).Kebijakan perluasan kesempatan kerja merupakan suatu kebijakanpenting dalam pelaksanaan pembangunan, karena salah satu tolok ukuruntuk menilai keberhasilan ekonomi suatu negara atau bangsa menurutSuharno Sagir dalam makalahnya yang berjudul Rangka KebijakanPerluasan kesempatan kerja Dalam dasawarsa 1983 – 1993 adalahkesempatan kerja yang diciptakan oleh adanya pembangunan ekonomi.Pelaksanaan pembangunan di Indonesia adalah pembangunan yangberencana sehingga didalam proses pembangunan ada perencanaanpembangunan. Salah satu bidang sosial yang penting dalam perencanaanadalah masalah penduduk dan tenaga kerja. Kesempatan kerja itumerupakan aspek sosial ekonomi yang terpokok. Hal tersebutmempengaruhi produktifitas dan partisipasi. Pengangguran adalah salahsatu penyakit sosial terburuk. Kebijakan-kebijakan dan program-programpembangunan perlu diarahkan untuk perluasan kesempatan kerja (Tjokroamidjojo, 1994 :119-120 ).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->