Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RASIONALISME

RASIONALISME

Ratings: (0)|Views: 375 |Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Nawwaf Abdillah Alif on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

 
BAB IPendahuluan
1.1. Latar Belakang
Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan zamanakhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti: ”philosophic” dalam kebudayaan bangsaJerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasaLatin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab. Ilmu filsafat mempunyai pengertian yang beragam,diantaranya adalah:1.Plato (428-348 SM) menyatakan filsafat tidak lain dari pengetahuantentang segala yang ada.2.Aristoteles (384-322 SM) menyatakan bahwa kewajiban filsafat adalahmenyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmuumum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafatdengan ilmu.3.Cicero (106–43 SM) menyatakan filsafat adalah sebagai “ibu dari semuaseni (the mother of all the arts)” dan ia juga mendefinisikan filsafat sebagai
arsvitae
(seni kehidupan ).4.Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) menyatakan filsafat sebagai
Wissenschaftslehre
(ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segalailmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafatmemperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dariseluruh kenyataan).5.Paul Nartorp (1854–1924) menyatakan filsafat sebagai
Grunwissenschat 
(ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia denganmenunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya).6.Imanuel Kant (1724–1804) menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuanyang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnyatercakup empat persoalan, yaitu: Apakah yang dapat kita kerjakan?(Metafisika),
 
Apakah yang seharusnya kita kerjakan?(Etika), Sampai dimanakah harapan kita?(Agama), Apakah yang dinamakan manusia?(Antropologi).7.Prof. Mr.Mumahamd Yamin menyatakan filsafat ialah pemusatan pikiran,sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itudialaminya kesungguhan.Dari semua pengertian filsafat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meneliti dan memikirkan segala hal secara mendalam dan dilihat secara lurus,sehingga mendapatkan hasil pemikiran yang tetap dan pasti. Filsafat juga merupakan induk ilmu pengetahuan di dunia. Selanjutnya akan condong kepada logika filsafat dimana logika ini adalahilmu pendahuluan bagi filsafat. Logika filsafat merupakan pemikiran tentang salah dan benar.Banyak teori yang mendukung ilmu filsafat ini. Diantaranya adalah realisme, idealisme, positivisme, empirisme, pragmetisme, objektivisme, subjektivisme dll.Sebelum menuju pembahasan, pada latar belakang ini tim pesedikit membahas masalahsubjektivisme dan objektivisme. Sebelum beranjak kepada pembahasan mengenai subjektivisme,terlebih dahulu kami akan memberikan sedikit gambaran mengenai “subjektif”. Subjektif mengacu kepada apa yang berasal dari pikiran (kesadaran, ego, diri, persepi-persepi kita, putusan pribadi kita) dan bukan dari sumber-sumber objektif, hanya individual yang tahu.Subjektif sering dipakai untuk menunjukkan pencapaian putusan-putusan yang didasarkan padaalasan-alasan emosional atau prasangka
1
.Objektivisme menekankan pada identifikasi dan definisi dari setiap elemen yangmembentuk dunia sosial, serta bagaimana hubungan antara elemen diekspresikan. Secaraontologi, pendekatan subjektivis menganut realisme. Secara epistemologi, pendekatansubjektivis menganut positivisme. Secara perilaku manusia, pendekatan subjektivis menganutdeteriminisme. Secara metodologis, pendekatan subjektivis menganut nomotetik 
2
.
1.2.Tujuan Makalah
Berdasarkan latar belakang yang telah ada, tujuan dari makalah ini adalah membandingkanantara subjektivisme dengan objektivisme.
1 Poetraboemi@blogspot.com2 Gibson Burrell and Gareth Morgan
 
1.3.Manfaat Makalah
Adapun manfaat dari makalah ini antara lain:a.Bagi Tim PenyusunSebagai bahan informasi tambahan dan menambah wawasan mengenai subjektivismedan objektivisme dalam ilmu filsafat. b.Bagi PembacaMenjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah yang serupa dan menambah wawasan pembaca mengenai subjektivisme dan objektivisme.c.Bagi Ilmu PengetahuanMemberikan sumbangan pemikiran mengenai subjektivisme dan objektivisme sertamenambah khasanah ilmu pengetahuan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->