Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Pendekatan Kontekstual Di

Penerapan Pendekatan Kontekstual Di

Ratings: (0)|Views: 495|Likes:
Published by Lulu Supergirl

More info:

Published by: Lulu Supergirl on Jul 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/20/2011

pdf

text

original

 
PENERAPAN PENDEKATANKONTEKSTUAL DI KELAS
 November 20, 2010 olehProtect your Heart Tinggalkan sebuah Komentar   Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme
(Constructivism)
, menemukan (Inquiry), bertanya
(Questioning)
masyarakat belajar 
(Learning Community),
pemodelan
(Modeling), refleksi (Reflection)
dan penilaianyang sebenarnya
(Authentic Assessment).
Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Dan, untuk melaksanakan hal itu tidak sulit. CTL dapat diterapkandalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapunkeadaannya.Penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya adalah berikut ini.1.Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkostruksi sendiri pengetahuandan keterampilan barunya.2.Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.3.Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.4.Ciptakan ‘masyarakat belajar’ (belajar dalam kelompok-kelompok).5.Hadirkan ‘model’ sebagai contoh pembelajaran.6.Lakukan refleksi di akhir pertemuan.7.Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara !.
A. TUJUH KOMPONEN CTL1. KONSTRUKTIVISME
(CONSTRUKTIVISM)
Konstruktivisme (constructivisvism) merupakan landasan berfikir (filosofi) pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demisedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dantidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep,atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak akan mampumemberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Esensi dari teori konstruktivis adalah ide
 
 bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi komplekske situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik mereka sendiri.Dengan dasar, itu pembelajaran harus dikemas menjadi proses “menkonstruksi” bukan “menerimapengetahuan. dalam proses pembelajaran, siswa membangunsendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar danmengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan, bukan guru. Landasan berfikir konstruktivisme agak berbeda dengan pandangan kaum objektivis, yang lebihmenekankan pada hasil pembelajaran.
 Dalam pandangan konstruktivis, straegi“memperoleh” lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperolehdan mengingat pengetahuan.
Untuk itu, tugas guru adalah menfasilitasi prosestersebut dengan :(1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa,(2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri, dan(3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.Pengetahuan tumbuh berkembang melalui pengelaman. Pemahaman berkembangsemakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru.Menurut Piaget, manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya, sepertikotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda.Pengalaman sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda. setiap pengalaman barudihubungkan dengan kotak-kotak (struktur pengetahuan) dalam otak manusiatersebut. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak manusia melalui dua cara ,yaitu asimilasi atau akomodasi. asimilasi maksudnya struktur pengetahuan barudibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah ada. Akomodasimaksudnya struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung danmenyesuaikan dengan hadirnya pengalaman baru.Lalu bagaimanakah penerapannya di kelas? Bagaiamakah cara merealisasikannya pada kelas-kelas di sekolah kita?Pada umumnya kita juga sudah menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran sehari-hari,
 yaitu ketika kita merancang pembelajaran dalam bentuk siswa praktek mengerjakan sesuatu, berlatih secara fisik menulis karangan, mendemonstrasikan,menciptakan ide, dan sebagainya.
Mari kita kembangkan cara-cara tersebut lebih banyak dan lebih banyak lagi!
2. MENEMUKAN
(INQUIRY)
 
 
Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL.Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasilmengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harusselalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materiyang diajarkannya. Topik mengenai adanya dua jenis binatang melata, sudahseharusnya ditemukan sendiri oleh siswa, bukan “menurut buku”Siklus inkuiri :
Obsevasi (Observation)
Bertanya (questioning)
Mengajukan dugaan (Hyphotesis)
Pengumpulan data (Data gathering)
Penyimpulan (Conclussion)Apakah hanya pada pelajaran IPA inkuiry itu bisa bias diterapkan? Jawabanya, tentu“Tidak”. Inkuiri dapat diterapkan pada semua bidang studi; bahasa Indonesia(menemukan cara menulis pragraph deskripsi yang indah); IPS (membuat sendiri bagan silsilah raja-raja Majapahit); PPKN (menemukan perilaku baikdan perilaku buruk sebagai warga Negara). kata kunci dari strategi inkuiri adalah “siswamenemukan sendiri”Langkah-langkah kegiatan menemukan (inkuiri) :(1). Merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun)
Bagaimanakah silsilah raja-raja Majapahit (dalam mata pelajaran sejarah)
Bagaimanakah cara melukiskan suasana menikmati ikan bakar di tepi pantaiKendari (bahasa Indonesia)?
Ada berapa jenis tumbuham menurut bentuk bijinya (biologi)
Kota mana saja yang termasuk kota besar di Indonesia? (geografi)(2). Mengamati atau observasi
Membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi pendukung.
Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari sumber atauobjek yang diamati.(3). Menganalsis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel,dankarya lainnya
Siswa membuat peta kota-kota besar sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->