Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
7Activity
×
P. 1
Bila Kiyai Menjadi Tuhan

Bila Kiyai Menjadi Tuhan

Ratings: (0)|Views: 9,563|Likes:
Published by Khoirul Anam

More info:

Published by: Khoirul Anam on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/22/2012

pdf

text

original

 
Bila
 
Kiyai Menjadi Tuhan
 
-- Membedah Faham Keagamaan NU & Islam Tradisional 
.
Daftar Isi
Kata Pengantar 
1.
 Alhamdulillahi Rabbil ‘alamien.
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus NabiMuhammad saw sebagai pemberantas kesesatan dan aneka kepercayaan jahiliyahyang kental dengan
‘ashobiyah
(fanatisme kabilah), dan membawa agama Islamsebagai jalan hidup seluruh manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia danakherat.2. Shalawat dan Salam semoga ditetapkan atas Nabi Muhammd saw, para keluarga,sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampaiakhir zaman.3.
 Ammab ba’du.
Buku yang di hadapan Anda ini berjudul
 Bila Kiyai Menjadi Tuhan-- Membedah Faham Keagamaan NU & Islam Tradisional 
.
Isinya mengenai latar  belakang didirikannya NU (Nahdlatul Ulama) 1926, perkembangannya, peristiwa- peristiwa yang dilakonkan oleh orang-orang NU plus Muslim tradisional dari masa kemasa, dan aneka peristiwa yang melingkupi hingar-bingar dukungan terhadapPresiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selaku tokoh dari kalangan NU.4. Pembahasan buku ini tidak memfokuskan runtutan peristiwa sejarah jam’iyah NUyang didirikan atas prakarsa para ulama di antaranya KH Wahab Hasbullah dan KHHasyim Asy’ari, ulama kenamaan itu. Namun pembahasan lebih banyak menampilkan peristiwa-peristiwa penting yang pantas diulas dalam kaitannya dengandalil syar’i yang sebagian bahkan menyangkut i’tiqadi.
 
5. Manusia memang tempat salah dan lupa. Kesalahan dan kelupaan itu sendiriadalah satu mata rantai dari rangkaian sasaran diterapkannya agama di masyarakat.Makanya nasihat adalah satu hal penting di dalam Islam, bahkan ada hadits,
 Addiinunnashiihah,
agama itu adalah nasihat (HR Muslim). Sejalan dengan itu, maka dalil-dalil atau hujjah-hujjah yang dikemukakan di buku ini dan dihadapkan dengan polahtingkah orang NU, sepanjang polah tingkah itu memang faktanya ada, sedang dalilatau hujjah yang dihadapkan pun bisa dipertanggung jawabkan, maka kami upayakanuntuk ditampilkan. Barangkali akan ada anggapan bahwa upaya semacam ini tidak lain hanya untuk memburukkan pihak lain, atau bahkan membuka aib orang, dananggapan-anggapan lain semacamnya.6. Untuk menjawab kemungkinan itu, kami katakan, kami bukan membuka aib-aiblakon orang-orang NU. Apa yang kami kemukakan ini rata-rata adalah masalah-masalah yang sudah dibuka, baik itu oleh orang NU sendiri maupun pihak lain, ataukami sebagai bagian masyarakat menyaksikan pula. Sehingga, sebenarnya kamihanyalah memberikan atau menghadapkan hujjah-hujjah yang menurut kami perludisampaikan. Sebab, tanpa menampilkan dalil atau hujjah, kami merasa sebagai bagian dari orang Muslim terkena tanggung jawab, tidak boleh diam apabila ada hal-hal yang perlu dijelaskan kepada ummat, sedangkan si penyaksi punya penjelasannya,lantas diam saja, itu akan terkena tuntutan; “Kenapa kamu diam?”7. Hujjah yang benar berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah (Al-Hadist) itu telah ada. Namun terhadap masing-masing peristiwa, apabila di sana tidak dikemukakan hujjah-hujjah itu, maka manusia bisa lupa, atau bahkan terlena, dan menganggap peristiwa- peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan Al-Qur’an maupun As-Sunnah (Al-Hadits). Karena, menurut Syaikhul Islam, kecenderungan dan perasaan hati selalumerujuk kepada apa yang disukai oleh manusia yang dirasakannya sebagai yangmenyenangkan. Dan setiap orang yang mencintai sesuatu, ia pasti menyimpankecenderungan dan perasaan hati terhadap yang dicintainya.Oleh karena itu, seandainya dalam hal ini tak ada petunjuk dari Allah SWT berupa apayang telah diturunkan kepada Rasulullah saw, niscaya seseorang hanya akan menjadi pengikut hawa nafsunya dengan tanpa petunjuk. Allah SWT berfirman:
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengantidak mendapatkan petunjuk dari Allah.”
(Al-Qashash: 50).Dan firman-Nya:
“Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskankepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu
 
memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. SesungguhnyaTuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.”
(Al-An’aam: 119).Demikian pula orang yang mengikuti apa yang datang kepadanya berupa ilham atauapa yang dilihatnya berupa cahaya-cahaya atau pribadi-pribadi ghaib dan ia tidak mempertimbangkannya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ia tidak lainhanyalah mengikuti persangkaan yang tidak akan mendatangkan kebenaran sedikitpun.Tidak ada orang di kalangan
al-muhaddatsin al-mulhamin
(orang-orang yangmemperoleh ilham) yang lebih utama dibanding Umar. Sebagaimana hal ini disabdakanoleh Nabi Muhammad saw:
“Sungguh, di kalangan umat-umat terdahulu terdapat “muhaddatsun” (orang-orang yang secara langsung mendapat ilham dari Allah SWT). Kemudian jika muhaddats itu ada di kalangan umatku, maka Umar-lah yang termasuk diantara mereka itu.”
(Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).Dalam sejumlah perkara, sungguh Umar sesuai dengan Tuhannya. Namun demikian, iatetap berpegang teguh kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.Dalam pada itu, ketika nyata Umar mengalami perkara-perkara yang berbeda denganapa yang telah terjadi, maka Umar akan segera kembali kepada sunnah Nabi. Adalah AbuBakar sering memberikan penjelasan kepada Umar mengenai perkara-perkara yang telahmenyelimutinya, dan ia segera merujuk kepada penjelasan, petunjuk dan pengajaran AbuBakar. Sebagaimana hal ini terjadi pada saat terjadinya peristiwa Hudaibiyah; peristiwawafatnya Rasulullah saw, peristiwa pembangkangan wajib zakat dan lain-lain. Seorangwanita pernah membantah ucapan Umar dan mengingatkannya dengan hujjah Al-Qur’an,dan ia pun segera merujuk kepada wanita tersebut. Sebagaimana hal ini terjadi di dalammasalah maskawin bagi wanita.Dan hal-hal lain yang semacam itu cukup banyak jumlahnya.Tidak ada seorang pun di kalangan ahli ilham yang lebih utama daripada Umar. Olehkarenanya, ia harus mengikuti jejak Umar dalam keteguhan memegang Al-Qur’an danAs-Sunnah karena mengikuti apa yang telah dibawa oleh Rasulullah saw.Dalam masalah ilham ini, Syaikhul Islam setelah memperingatkan ahli ilham agar mengikuti Umar yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, lalu Syaikh inimenilai, di antara para ahli ilham adalah orang-orang yang telah melakukan kesalahan.Mereka tersesat, mereka telah meninggalkan apa yang seharusnya mereka lakukan.Mereka memohon pertolongan kepada apa yang telah datang kepadanya (berupasemacam ilham) dan mereka menyangka sungguh-sungguh bahwa hal itu dapatmenggantikan mereka dari mengikuti ilmu
manqul 
(Al-Qur’an dan As-Sunnah).Salah seorang dari mereka (ahli ilham) berkata: “Mereka (orang yang mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah) itu mendapatkan ilmu (Al-Qur’an dan hadits Nabi saw) dari

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mandala Wangi liked this
Muhammad Habibi liked this
Rozielah Azmi liked this
carvali7 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->