Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Festival Pendidikan 2010

Proposal Festival Pendidikan 2010

Ratings: (0)|Views: 320|Likes:
Published by ainurfiqly

More info:

Published by: ainurfiqly on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/21/2011

pdf

text

original

 
 
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”
 
FESTIVAL PENDIDIKANBADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
 
FKIP-UMK
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”
 
A.
 
NAMA KEGIATAN
Adapun kegiatan yang akan kami laksanakan ini di beri nama:
“Festival Pendidikan Jawa Tengah 2010”
 B.
 
TEMA KEGIATAN
 Tema kegiatan yang akan kami laksanakan adalah:
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”
 C.
 
LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah kunci kesuksesan dan kemajuan suatu bangsa.Pasalnya, dari pendidikan itulah akan muncul berbagai inovasi yangbermanfaat bagi suatu bangsa. Hal ini bisa kita lihat di negara China,Amerika Serikat, bahkan Jepang. Bangsa jepang pasca pengeboman diNagasaki dan Hirosima pada 1945 telah meluluh lantahkan negerimatahari terbit tersebut, sehingga mengalami kekalahan perang yangmengakibatkan kejatuhan Jepang diberbagai bidang.Untuk membawa Jepang kembali dari keterpurukan, Kaisar Jepangsaat itu mengintruksikan kepada pejabatnya untuk mengumpulkan guru yang masih tersisa pasca pengeboman tersebut. Alhasil, dari guru yangtersisa tersebut mampu mengembalikan Jepang menuju kejayaanya danmembuat para analisis yang mempredeksi Jepang akan kembali pulihdalam kurun 75 tahun tercengang. Pasalnya, hanya dalam kurun 35 tahun Jepang sudah pulih dari keterpurukan. Tentunya Indonesia sebagai bangsa yang berkembang jugamenyadari hal tersebut. Kemajuan bangsa tergantung sejauh manapengelolaan pendidikan dilakukan. Beberapa upaya untuk meningkatkankualitas dan mutu pendidikan nasional sudah banyak di lakukan. Mulai
 
 
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”
 
dari Perubahan Kurikulum, Mengadakan satndart minimum kelulusanmelalui Ujian Akhir Nasional (UAN), peningkatan mutu dan kompetensiguru melalui sertifikasi, kebijakan sekolah gratis, Bantuan OperasionalSekolah (BOS) Badan Hukum Pendidikan (BHP) bahkan pengadaanRintisan Sekolah Berstandart Internasional (RSBI).Namun, kebijakan tersebut belum bisa banyak membantuperkembangan pendidikan di Indonesia. Bahkan, kebijakan tersebutmenimbulkan kontroversi di masyarakat. Misalnya RSBI dan BHP yangmenimbulkan kontroversi, karena masyarakat berfikir bahwa dengankebijakan tersebut, pendidikan nantinya hanya bagi mereka yangberpunya.Selain itu, UAN pun menjadi polemik dimasyarakat. Pasalnaya,kualitas pendidikan hanya diukur dari mata pelajaran yang diujikan saatUAN. Padahal, banyak siswa yang pintar dalam mata pelajaran lain.Sehingga, tak heran jika pemenang olimpiade fisika tan lolos UAN.Ini di perparah dengan kesadaran insan pendidikan yang masihsangat rendah mengenai pentingnya pendidikan. Ditambah institusipendidikan yang telah melenceng dari tujuan utamanya, yakni darimencerdaskan anak didik menjadi meluluskan anak didik. Yang berawaldari mendapatkan ilmu pengetahuan, menjadi mendapatkan nilai diatasstandar minimal yang ditetapkan pemerintah.Guru yang bertujuan menyelenggarakan proses belajar mengajarcenderung sibuk memikirkan kebijakan pemerintah agar bisamenyesuaikan. Sehingga, pemikirannya untuk mencerdaskan anakdidiknya tersuta untuk itu. Kebanyakan masyarakat yang seharusnyamenjadi kontrol pendidikan kenyataanya masih buta akan pendidikankarena minimnya informasi.Selain itu, budaya membaca masyarakat pun masih kalah dengannegara tetangga kita, Malaysia. Ini dapat dilihat dari buku yang dicetakoleh negara tetangga lebih besar dari Indonesia. Ini mengindikasikan
 
 
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”
 
bahwa minat baca masih rendah. Padahal, membaca adalah gerbang ilmupengetahuan.Oleh karena itu, perlu adanya gerakan secara serempak antar insanpendidikan, mulai dari pembuat kebijakan, sekolah, guru, siswa, orang tuaserta masyarakat umum untuk memajukan pendidikan nasional.Sehingga, perlu menumbuhkan kesadaran pada diri masing-masingtentang arti dan tujuan dari sebuah proses belajr mengaajar.Ditambah bagaimana cara untuk menyikapi dan mencernakebijakan pemerintah sesuai dengan tujuannya. Serta memberikanpendidikan menyeleruh tanpa melihat si kaya dan si miskin. Pasalnya,pendidikan adalah hak bagi seluruh warga negara. Oleh karena itu diperlukan sebuah semangat untuk menuju sebuah pendidikan yanghumanis.Semangat untuk membangun Pendidikan di Indonesia secaramerata disegala lapisan masyarakat, harus diawali dengan menjalankanbeberapa kegiatan yang bertujuan membangun pendidikan. Untuk itu,sebuah bentuk Pengabdian Kami selaku Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas MuriaKudus (UMK) berupaya untuk berperan menjadi bagian dari wujudkepedulian kami selaku mahasiswa untuk terus memajukan Pendidikan yang humanis, serta berkualitas.Maka dari itu, perlu kiranya kami menyelenggarakan sebuah acara yang di beri nama
Festival Pendidikan BEM FKIP UMK 2010
denganmengambil tema
“Psikopedagogik Berbingkai Budaya”.
Bentuk kegiatanini kami kemas kedalam beberapa jenis kegiatan lomba pendidikan, workshop pendidikan, serta pameran beberapa produk pendidikan.Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan meningkatkan motivasi serakonsentrasi para guru dalam proses belajar mengajar, menumbuhkansemangat belajar siswa. Di samping itu kegiatan ini juga di tujukan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->