Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
alergi makanan

alergi makanan

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 471 |Likes:
Published by Dimas Adi Nugroho
tinjauan pustaka mengenai alergi makanan, patogenesis, penyebab, penatalaksanaan
tinjauan pustaka mengenai alergi makanan, patogenesis, penyebab, penatalaksanaan

More info:

Published by: Dimas Adi Nugroho on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANG
Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dansistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan, merupakan suatu reaksiterhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I (
 IgE-mediated 
)
,namun juga dapat disebabkan oleh
cell-mediated 
, atau keduanya. Alergi makanan perludibedakan dengan reaksi simpang makanan (
adverse food reaction
)
yang lain, karena berbeda patofisiologinya. Reaksi alergi makanan melibatkan tiga komponen utama, yaitualergen makanan, imunoglobulin E (IgE
)
, dan sel mast dan basofil.
1,2,3
B
eberapa laporan ilmiah baik di dalam negeri atau luar negeri menunjukkan bahwaangka kejadian alergi terus meningkat tajam beberapa tahun terakhir. Survei di Amerikamenunjukkan bahwa sepertiga orang dewasa di sana percaya bahwa mereka memilikialergi makanan. Namun prevalensi penderita dengan alergi makanan yang telahdikonfirmasi sebanyak 3,5-4% pada seluruh populasi di Amerika Serikat, 8% pada anak-anak di bawah 3 tahun, 6-8% pada anak usia sekolah, dan 2,5% pada dewasa.Kecenderungan peningkatan prevalensi alergi makanan selama 5 tahun mencapai 55% per tahun.
1,3
Gejala dan tanda yang timbul pada alergi makanan bervariasi tergantung padaorgan yang terkena, misalnya pada sistem pencernaan, sistem respirasi, atau pada kulit.Tingkat keparahan gejala alergi juga berbeda-beda tiap pasien, mulai dari yang ringan,contohnya gatal di bibir atau mulut, sampai yang berat dan mengancam nyawa, contohnyaanafilaksis. Alergi makanan sering terjadi pada anak-anak dibandingkan dewasa, dan lebihsering menyebabkan gejala yang berat dan mengancam nyawa. Oleh karenanya, makagejala dan manajemen penatalaksanaan alergi makanan perlu diketahui.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk melengkapi tugas di bagianIlmu Kesehatan THT-KL. Sedangkan maksudnya untuk menambah pengetahuan bagirekan-rekan sejawat tentang alergi makanan, manifestasi klinik, dan manajemen penatalaksanaannya.
 
2
BAB IIISII.
 
DEFINISI ALERGI MAKANAN
Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksialergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergimakanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologisatau non imunologis. Reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan seringkali terjadidalam kehidupan sehari-hari. Reaksi tersebut dapat diperantarai oleh mekanisme yang bersifat imunologi, farmakologi, toksin, infeksi, idiosinkrasi, metabolisme sertaneuropsikologis terhadap makanan. Dari semua reaksi yang tidak diinginkan terhadapmakanan dan zat aditif makanan, sekitar 20% disebabkan karena alergi makanan.
B
atasanlebih jelas dibuat oleh
 A
merican
 A
cademy of 
 A
llergy and Immunology
dan
The National  Institute of 
 A
llergy and Infections Disease
, dapat dilihat pada bagan di bawah. (Gambar 1
)
1,3,4
Gambar 1. Klasifikasi reaksi simpang makanan menurut
 A
merican
 A
cademy of 
 A
llergy and  Immunology
 
 
3
Reaksi simpang makanan
(
adverse food reactions
)
adalah istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang dikonsumsi. Reaksi ini dapatmerupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan atau intoleransi makanan.
Alergimakanan
adalah reaksi imunologis (kekebalan tubuh
)
yang menyimpang karenamasuknya bahan penyebab alergi ke dalam tubuh, mekanisme reaksi ini dapat dimediasioleh IgE atau non-IgE.
Intoleransi makanan
adalah reaksi makanan non imunologik danmerupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Ada berbagai variasi tipe intoleransi makanan, seperti keracunan makanan (
 food poisoning 
)
,reaksi metabolik terhadap makanan dan beberapa penyebab yang tidak jelas dari reaksisimpang makanan, seperti reaksi idiosinkrasi.
Keracunan makanan
terjadi ketikamakanan yang mengandung toksin dikonsumsi. Pada beberapa situasi, keracunan makanandapat mirip dengan reaksi alergi. Contohnya pada keracunan ikan scromboid, tuna, atauikan lain yang mengandung banyak histamin yang diproduksi oleh bakteri yangmengkontaminasi. Ketika ikan scromboid dikonsumsi, gejala yang timbul sangat miripmenyerupai reaksi alergi terhadap makanan. Pada
reaksi metabolik 
terhadap makanan,tubuh tidak mampu mencerna secara adekuat zat yang terkandung pada makanan penyebab. Contohnya pada orang dengan intoleransi laktosa, memiliki defisiensi enzimlaktase di usus yang diperlukan untuk mencerna gula susu, laktosa. Ketika susu atau produk-produk susu lainnya dikonsumsi, pada individu ini akan timbul gejala mual, produksi gas berlebihan, dan, diare.
1,4,5
 Reaksi makanan tipe lain disebut
idiosinkrasi makanan
(
 food idiosyncrasy
)
.Idiosinkrasi makanan adalah respon abnormal terhadap makanan atau substansi makanan.Reaksinya dapat menyerupai atau berbeda dari gejala alergi makanan yang sebenarnya.Reaksi idiosinkrasi terhadap makanan merupakan respon abnormal kuantitatif terhadapsubstansi makanan atau zat tambahannya yang berbeda dalam efek fisiologik ataufarmakologiknya. Respon tipe ini menyerupai reaksi hipersensitif tapi tidak melibatkansistem imun seperti yang terlihat pada reaksi alergi makanan. Sensitifitas sulfit atau sulfityang menginduksi asma (
 sulfite-induced asthma
)
adalah contoh idiosinkrasi makanan yangmenyerang sejumlah kecil individu dalam populasi.
Sulfite-induced asthma
dapat berpotensi mengancam nyawa.
1,4,5
Reaksi makanan non alergi dapat juga terjadi akibat masalah kesehatan lainnya,seperti pada anak-anak dengan gastroenteritis viral kemudian berkembang menjadiintoleransi laktosa. Pada beberapa kejadian, mekanisme terjadinya reaksi ini tidak 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Resti Rusydi liked this
Berta Kyuhae liked this
Muhammad Nadzir liked this
muhammadrony liked this
Erica Fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->