Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
58Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal ekologi

jurnal ekologi

Ratings: (0)|Views: 8,845|Likes:
Published by gperanginbrebi

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: gperanginbrebi on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
Green Biom
April 28, 2009
Kajian Fauna Dan Flora Dari kawasan EkowisataTangkahan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
Girang perangin-angin Program Studi Magister Pendidikan Biologi Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan Medan 2009
 
 Abstrak 
 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman fauna dan flora tanah yang terdapat di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat Provinsi SumateraUtara pada tanggal 4-5 April 2009. Pengambilan sampel fauna tanah dilakukan pada 5 stasiun dengan metode perangkap jebak untuk fauna permukaan tanah dan metode sortir tangan untuk fauna dalamtanah (cacing tanah), metode perangkap cahaya untuk hewan (insekta) nokturnal dan metodekuadrat untuk analisis vegetasi (pohon). Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa di kawasan ekowisata Tangkahanterdapat Pheretima sp dengan kelimpahan 355,55/m
3
 , 4 taksa untuk fauna permukaan tanahdengan kelimpahan menunjukkan Colembola memiliki prosentase tertinggi yakni 69,23 %dan frekwensi kehadirannya 100 % ,berikutnya Bothoponera rufipes 17,95 % kehadirannya juga 100 % .Untuk serangga nokturnal diperoleh 5 taksa, adapun jumlah taksa tertinggi padakawasan ini adalah dari Othoptera sebanyak 32 (30 %), sedangkan Lepidoptera sebanyak 21 (19%), Homoptera sebanyak 18 (17 %), Diptera 14 (13 %), Hymenpthera 23 (21 %).Untuk analisis vegetasi di jumpai 4 jenis pohon, Nilai Kerapatan Relatif tertinggiadalah Aleurites moluccana sebesar 45 %, Nilai Frekuensi Relatif (FR) semuanya jenis pohon sama yaitu 25 %, Nilai Dominansi Relatif tertinggi adalah Aleurites moluccana sebesar 77,664., dimana Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah Aleurites moluccana sebesar 147,664
. Dari hasil analisis data diperoleh Indeks Keanekaragaman sebesar 0.956.
 Kondisi fisiko kimia tanahnya sebagai habita fauna tanah, suhu rata-rata 26,4.,kelembaban rata-rata 87,2 %, pH rata-rata 6,52.
A.
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara disebut mega biodiversity setelahBrazil dan Madagaskar. Diperkirakan 25% aneka spesies dunia berada di Indonesia,
 Jurnal.Gp.Page 1
 
Green Biom
April 28, 2009
yang mana dari setiap jenis tersebut terdiri dari ribuan plasma nutfah dalam kombinasiyang cukup unik sehingga terdapat aneka gen dalam individu. Secara totalkeanekaragaman hayati di Indonesia adalah sebesar 325.350 jenis flora dan fauna.Keanekaragaman adalah variabilitas antar makhluk hidup dari semua sumber daya,termasuk di daratan, ekosistem-ekosistem perairan, dan komplek ekologis termasuk  juga keanekaragaman dalam spesies di antara spesies dan ekosistemnya. Sepuluh persen dari ekosistem alam berupa suaka alam, suaka margasatwa,taman nasional,hutan lindung, dan sebagian lagi bagi kepentingan pembudidayaan plasma nutfah,dialokasikan sebagai kawasan yang dapat memberi perlindungan bagikeanekaragaman hayati (Arief, 2001).Pada 1932, pemerintah Belanda mengeluarkan Ordonansi cagar-cagar alamdan suaka-suaka margasatwa
(Natuurmonumnten en Wildreservatenordonnantie
1932 ) Staatsblad 1932, no 17. Pada tahun 1934, berdasarkan ZB No. 317/35 tanggal 3Juli 1934 dibentuk Suaka Alam Gunung Leuser (
Wildreservaat Goenoeng Leoser 
)dengan luas 142.800 ha. Selanjutnya berturut-turut pada tahun 1936, berdasarkan ZB No. 122/AGR, tanggal 26 Oktober 1936 dibentuk Suaka margasatwa Kluet seluas20.000 ha yang merupakan penghubung Suaka Alam Gunung Leuser dengan PantaiBarat. Suaka Alam Langkat Barat, Suaka Alam Langkat Selatan dan Suaka AlamSekundur.Kawasan Tangkahan termasuk didalam Suka Alam Langkat Barat (
 Natur  Reservaat)
. Kawasan Tangkahan pada awal abad ke 20 (tahun 1900an) merupakankawasan hutan yang terdiri dari hutan lindung (
natur reservaat 
) dan hutan produksi,dimana model ladang berpindah-pindah maupun untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga, kayu bakar, berburu dan lainnya merupakan bahagian dari pemenuhankebutuhan sehari-hari dalam bingkai kearifan tradisional. Dan walaupun begitu, beberapa pengusaha dari luar memulai pengelolaan kayu pada era 1930an melibatkan penduduk lokal sebagai tenaga kerja ( generasi pertama). dan proses pengelolaan kayudengan menggunakan alat tradisional dan diangkut ketepi sungai oleh beberapa ekor kerbau, dan dialirkan melalui sungai ke tanjung pura. Era ini merupakan langkah permulaan penduduk tersebut mencari sumber penghasilan baru selain bercocok tanam tanaman berumur panjang dengan pola Persil. Dan pada pertengahan tahun1960 an dimulai gelombang pengelolaan kayu (generasi kedua ) yang lebih besar 
 Jurnal.Gp.Page 2
 
Green Biom
April 28, 2009
dengan melibatkan beberapa pemodal luar. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk , pasokan kayu tetap didistribusikan ke kota Tanjung Pura yang merupakanhilir sungai Batang Serangan. Sisa eksploitasi kayu tersebut menjadi areal perladanganmasyarakat melalui SIM ( surat Izin Menggarap ), dan komoditi Nilam adalah salahsatu komoditi unggulannya, disamping itu getah mayang dan jelutung sudah mulaidipungut oleh penduduk dengan agen dari luar serta beberapa tanaman lainnya.Pada saat ini, informasi mengenai keanekaragaman fauna tanah khususnyamesofauna tanah yang terdapat di kawasan Tangkahan masih belum memadai. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan inventarisasi, sehingga dapat membantu dalam penyediaan data yang diperlukan untuk referensi bagi pihak pengelola. Mesofaunatanah adalah hewan tanah yang memiliki ukuran tubuh 0,16-10,4 mm. MenurutSetiadi (1989), peranan terpenting dari organisme tanah di dalam ekosistemnya adalahsebagai perombak bahan anorganik yang tersedia bagi tumbuhan hijau. Nutrisitanaman yang berasal dari berbagai residu tanaman akan mengalami prosesdekomposisi sehingga terbentuk humus sebagai sumber nutrisi bagi tanah. Dapatdikatakan bahwa peranan ini sangat penting dalam mempertahankan dinamikaekosistem alam. Selain itu Suharjono (1997), menyebutkan beberapa jenis fauna permukaan tanah dapat digunakan sebagai petunjuk (indikator) terhadap kesuburantanah atau keadaan tanah. Keberadaan mesofauna tanah sangat dipengaruhi olehfaktor lingkungan, seperti suhu udara, suhu tanah dan pH tanah, sehingga perludiketahui seberapa besar faktor lingkungan mempengaruhi keberadaan mesofaunatanah di kawasan ekowisata Tangkahan.Sebagai kawasan ekowisata dan konservasi kawasan Tangkahan diharapkandapat menjadi kawasan untuk berwisata sambil mempelajari ekologinya baik turismancanegara, lokal bahkan para mahasiswa atau pelajar juga yang seringmenempatkan Tangkahan sebagai lokasi penelitian dan pengamatan ekologi. Selain ituTangkahan juga diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat pengawetan, pemeliharaandan perlindungan bagi keanekaragaman hayati. Secara tidak langsung berarti dapatmelestarikan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat di dalamnya,termasuk mesofauna tanah.Untuk mendukung fungsi di atas perlu dilakukan penelitian atau kajian lebih banyak tentang kawasan Tangkajan terutama analisis flora dan fauna tanah yang
 Jurnal.Gp.Page 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->