Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembelajaran Matematika Dengan Teori Belajar Konstruktivisme

Pembelajaran Matematika Dengan Teori Belajar Konstruktivisme

Ratings: (0)|Views: 1,075 |Likes:
Published by Endi Febrianto
fb : walau_habis_terang@rocketmail.com hp : 085332200073 ; 085386007677 jGn lupa comment yh.. :
fb : walau_habis_terang@rocketmail.com hp : 085332200073 ; 085386007677 jGn lupa comment yh.. :

More info:

Published by: Endi Febrianto on Jul 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
OlehEndi Febrianto
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA( STKIP - PGRI )PONTIANAK 2010
 
 
ABSTRAK Teori belajar konstruktivisme memandang anak sebagai mahluk yang aktif dalammengkonstruksi ilmu pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Guru, yangdipandang sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, seyogianya mengetahui tingkatkesiapan anak untuk menerima pelajaran, termasuk memilih metode yang tepat dan sesuaidengan tahap perkembangan anak. Dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika, guruseharusnya mengetahui hakikat matematika itu sendiri, hakikat anak, dan cara mengajarkanmatematika menurut teori yang diterapkan. Guru yang tidak mengetahui ketiga hal tersebut diatas bagaikan tidak mempunyai dasar dan tujuan yang jelas dalam mengajar. Akibatnya, anak dapat diarahkan ke mana arah tujuan pembelajaran matematika yang dikehendaki guru.
 
BAB IPENDAHULUANA.
 
LATAR BELAKANGApakah Matematika itu? Hingga saat ini belum ada kesepakatan yang bulat diantara para matematikawan tentang apa yang disebut matematika itu. Sedangkan sasaran penelaahan matematika itu sendiri sebagaimana kita tahu, tidaklah konkrit melainkanabstrak. Oleh karena itu, untuk menjawab apa matematika itu? Sejumlah tokoh memberidefinisi, komentar, atau pandangan.Romberg (dalam Jackson, 1992: 750) mengarahkan hasil penelaahannya tentangmatematika kepada tiga sasaran utama. Pertama, para sosiolog, psikolog, pelaksanaadministrasi sekolah dan penyusun kurikulum memandang bahwa matematika merupakanilmu yang statik dan disipilin ketat. Kedua, selama kurun waktu dua dekade terakhir ini,matematika dipandang sebagai suatu usaha atau kajian ulang terhadap matematika itusendiri. Kajian tersebut berkaitan dengan apa matematika itu? bagaimana cara kerja paramatematikawan? dan bagaimana mempopulerkan matematika?Selain itu, matematika juga dipandang sebagai suatu bahasa, struktur logika, batang tubuh dari bilangan dan ruang, rangkaian metode untuk menarik kesimpulan,esensi ilmu terhadap dunia fisik, dan sebagai aktivitas intelektual.Agak berbeda dengan pendapat di atas, Ernest (1991: 42) melihat matematikasebagai suatu konstruktivisme sosial yang memenuhi tiga premis sebagai berikut:(i)
 
The basis of mathematical knowledge is linguistic language, conventions and rules,and language is a social constructions;(ii)
 
Interpersonal social processes are required to turn an individual¶s subjectivemathematical knowledge, after publication, into accepted objective mathematicalknowledge; and(iii)
 
Objectivity itself will be understood to be social.Selain Ernest, terdapat sejumlah tokoh yang memandang matematika sebagai suatukonstruktivisme sosial. Misalnya, Dienes (dalam Ruseffendi, 1988: 160) mengatakan bahwa

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->