Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jenis, Tanggungjawab Dan Opini Auditor

Jenis, Tanggungjawab Dan Opini Auditor

Ratings: (0)|Views: 522|Likes:
Published by Resty Pm

More info:

Published by: Resty Pm on Jul 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/19/2012

pdf

text

original

 
 
Dalam nyatanya ada beberapa Jenis Auditor dimana:
1.
 
Auditor Pemerintah
adalah auditor yang bertugas melakukan audit ataskeuangan pada instansi-instansi pemerintah. Di Indonesia, auditor pemerintahdapat dibagi menjadi dua yaitu:
 
 Auditor Eksternal Pemerintah
 Dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai perwujudandari Pasal 23 ayat 5 Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatuBadan Pemeriksa Keuangan yang pengaturannya ditetapkan denganundang-undang. Hasil Pemeriksaan itu diberitahukan kepada DewanPerwakilan Rakyat. Badan Pemeriksa Keuangan merupakan badan yangtidak tunduk kepada pemerintah, sehingga diharapkan dapat bersikapindependen.
 
 Auditor Internal Pemerintah
 Lebih dikenal sebagai Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP)yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP), Inspektorat Jenderal Departemen/LPND, dan Badan PengawasanDaerah.2.
 
Auditor Internal
merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaanberstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas utamanya ditujukanuntuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja.3.
 
Auditor Independen atau Akuntan Publik
adalah melakukan fungsipengauditan atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Pengauditanini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang go public,perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan publik harusdilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).
4.
 
Auditor Pajak.
 
 Arens & Loebbecke dalam bukunya Auditing PendekatanTerpadu yang diadaptasi oleh Amir Abadi Jusuf, menambahkan satu lagi jenisauditor, yaitu Auditor Pajak.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada dibawah Departemen KeuanganRepublik Indonesia, bertanggungjawab atas penerimaan negara dari sektorperpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan ketentuan perpajakan.Aparat pelaksanaan DJP dilapangan adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) danKantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa). Karikpa mempunyaiauditor-auditor khusus. Tanggungjawab Karikpa adalah melakukan audit terhadappara wajib pajak tertentu untuk menilai apakah telah memenuhi ketentuanperundangan perpajakan.
 
 
Tanggung Jawab Auditor
Berdasarkan The Auditing Practice Committee, yang merupakan cikal bakal dariAuditing Practices Board, ditahun 1980, memberikan ringkasan tanggung jawabauditor:1.
 
Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan,mengendalikan dan mencatat pekerjannya.2.
 
Sistem Akuntansi. Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan danpemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunanlaporan keuangan.3.
 
Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliableuntuk memberikan kesimpulan rasional.4.
 
Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaanpada pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasipengendalian itu dan melakukan compliance test.5.
 
Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjauulang laporan keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengankesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.
Opini Auditor
Munawir -
1995
memberikan beberapa pendapat auditor, antara lain:1.
 
Pendapat Wajar Tanpa Bersyarat
.Pendapat ini hanya dapat diberikan bila auditor berpendapat bahwa berdasarkanaudit yang sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan keuangan adalahsesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), tidak terjadiperubahan dalam penerapan prinsip akuntansi (konsisten) dan mengandungpenjelasan atau pengungkapan yang memadai sehingga tidak menyesatkanpemakainya, serta tidak terdapat ketidakpastian yang luar biasa (material).
2.
 
Pendapat Wajar Dengan Pengecualian.
Pendapat ini diberikan apabila auditor menaruh keberatan atau pengecualianbersangkutan dengan kewajaran penyajian laporan keuangan, atau dalam keadaanbahwa laporan keuangan tersebut secara keseluruhan adalah wajar tanpa kecualiuntuk hal-hal tertentu akibat faktor tertentu yuang menyebabkan kualifikasipendapat (satu atau lebih rekening yang tidak wajar).
3.
 
Pendapat Tidak Setuju.
Adalah suatu pendapat bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajarkeadaan keuangan dan hasil operasi seperti yang disyaratkan dalam PrinsipAkuntansi Berterima Umum (PABU). Hal ini diberikan auditor karenapengecualian atau kualifikasi terhadap kewajaran penyajian bersifat materialnya(terdapat banyak rekening yang tidak wajar).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->