Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinamika Budaya Islam Di Maluku

Dinamika Budaya Islam Di Maluku

Ratings: (0)|Views: 2,707|Likes:
Published by Wuri Handoko

More info:

Published by: Wuri Handoko on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/09/2013

pdf

text

original

 
DINAMIKA BUDAYA ISLAMDI WILAYAH KEPULAUAN MALUKU BAGIAN SELATANWuri Handoko
(Balai Arkeologi Ambon
)
 Abstrak 
 Budaya Islam di wilayah Kepulauan Maluku berkembang pada pungkasan abad 14 Masehi, yang dibarengi berdirinya kerajaan-kerajaan besar terutama di wilayah Maluku Utara yakni yang disebut dengan Moluko Kie Raha, empat kerajaan besar Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo yang menghegemoniwilayah sekitarnya dengan basis keislaman yang kuat. Masa berikutnya Kerajaan Islam Ternate danTidore tampil sebagai dua kerajaan yang paling dominan dan paling intensif melakukan ekspansi,bahkan hingga wilayah seberang terutama di wilayah Kepulauan Maluku bagian selatan. Sejarahdisertai fakta-fakta arkeologis membuktikan bahwa penyebaran Islam di wilayah kepulauan Malukubagian selatan seperti di Pulau Ambon, Haruku, Saparua, bahkan hingga Seram Timur dan Kepuluan Raja Empat, Papua berasal dari dua kerajaan Islam di Maluku Utara tersebut. Sejarah juga menjelaskanbahwa andil penyebaran Islam kedua kerajaan sangat besar, meskipun pengaruh Islam juga berasal dariluar seperti Jawa dan bangsa Arab dan Persia. Tampak pula adanya rivalitas kedua kerajaan Ternate-Tidore untuk melebarkan sayap-sayap kekuasaan. Dimana suatu daerah berhasil dikuasai, disitu pula Islam disebarkan. Dengan kata lain agenda penyebaran Islam dibarengi pula oleh semangat rivalitaskekuasaan. Bagaimana sesungguhnya budaya Islam berlangsung, bagaimana karakteristik budaya Islam yang menonjol adalah fokus bahasan dari kajian ini. Kajian ini merupakan hasil penelitian situs-situs Islam baik melalui observasi langsung maupun kajian pustaka. Kajian ini juga tidak hanyamenginterpretasi data arkeologi yang ada, tetapi menguraikan pula sejarah dan laku budaya hidupberkarakter Islami yang memperlihatkan corak keislaman yang berbeda dengan daerah lainnya. Bukti-bukti arkeologis, meskipun tidak secara eksplisit dapat menjelaskan rivalitas kekuasaan namunberdasarkan karakteristik budaya Islam yang berlangsung memperlihatkan adanya dinamika unsur-unsur non Islami. Kajian sejarah, menguraikan tentang persaingan kekuasaan dalam agenda Islamisasi yang diduga sebagai salah satu faktor kuat mempengaruhi proses agenda Islamisasi dan corak penerimaan Islam di daerah kekuasaan. Juga menguraikan bagaimana pengaruh hegemoni Kolonial dalam perkembangan budaya Islam. Kajian antropologis mencoba mengelaborasi berbagai laku budaya hidup yang memperlihatkan laku budaya Islam yang unik. Kenyataanya, budaya Islam berkembang mengikuticorak budaya lokal wilayah setempat 
.
 Keywo
rd :
 Dinamika, Kekuasaan, Tradisi, Arkeologi, Sejarah Islam
 
Pendahuluan
 Dunia Keislaman di Wilayah Kepualuan Maluku, mula-mula berkembang di wilayahutara yang ditandai dengan berdiri dan berkembangnya kerajaan ±kerajaan besar bercorak Islam.Di wilayah ini berkembang empat kerajaan Islam yang disebut sebagai Moluko Kie Raha, yakniTernate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Dalam historiografi Islam di wilayah Kepualuan Maluku,eksistensi Islam yang paling mapan dianggap berpusat di wilayah-wilayah empat kerajaan besar di wilayah Maluku Utara itu, sementara di daerah lainnya di bagian selatan Kepulauan Malukuatau yang saat ini termasuk dalam wilayah administratif Propinsi Maluku, merupakan daerah-daerah perluasan kekuasaan dan penyebaran Islam yang informasinya kurang terangkat.Mungkin Kerajaan Hitu di Pulau Ambon, satu-satunya pengecualian, mengingat sejarahmencatat kerajaan ini sezaman dan setaraf dengan kerajaan Ternate, meski demikian pengaruhkerajaan ini tidak sebesar wilayah pusat peradaban Islam lainnya di wilayah Maluku Utara.Dapat dipahami, kurang berkembangnya daerah-daeraah penyebaran Islam di wilayah bagianselatan Kepulauan Maluku, disebabkan pula oleh kuatnya pengaruh kolonial yangmenghegemoni wilayah itu baik secara politis maupun kultural.Menyebut wilayah Kepulauan Maluku bagian selatan dalam tulisan ini adalahmenyangkut wilayah pulau-pulau yang secara admistratif berada di wilayah Propinsi Maluku. Diwilayah ini pada masa lalu terkenal dengan beberapa kerajaan bercorak Islam seperti KerajaanHitu di Pulau Ambon, Kerajaan Hoamoal di Pulau Seram, Kerajaan Iha dan Honimoa di PulauSaparua, dan beberapa wilayah lainnya yang saat ini merupakan daerah pedesaan yang bercorak Islam, seperti di desa Rohomoni, Pelaw, Kailolo di Pulau Haruku. Dalam tulisan ini akandiangkat perihal dunia keislaman di wilayah Jazirah Leihitu yang merupakan wilayah KerajaanHitu pada masa lampau, selain itu juga akan digambarkan keislaman di wilayah desa Siri SoriIslam atau yang pada masa lampau dikenal sebagai Kerajaan Honimoa di Pulau Saparua,kemudian juga di desa Rohomoni yang mewakili Islam di Pulau Haruku serta wilayah lainnya.Sehingga lokus kajian ini pada dasarnya didominasi yang secara adminsitratif berada di wilayahMaluku Tengah, yang sering dianggap, sebagai wilayah yang mewakili pembentukan kerajaan-kerajaan Islam selain di wilayah Maluku Utara. Meskipun kerajaan-kerajaan Islam di wilayahMaluku bagian selatan, budaya masyarakat dengan corak Islam cukup berkembang, namun perkembangannya menjadi daerah Kesultanan seperti halnya di wilayah Maluku Utara tidak terwujud dan ketika pada masa hegemoni kolonial kerajaan-kerajaan ini mengalami kemunduran
 
dan kalah dalam peperangan dan politik (Putuhena, 2001:58).Daerah ± daerah yang disebutkan di atas sebagai lokasi desa-desa saat ini yang bercorak Islam, pada masa kini merupakan desa-desa yang sangat dekat berdampingan dengan desa-desaKristen, kecuali bekas wilayah Kerjaaan Hitu yang saat ini merupakan desa-desa di wilayahKecamatan Leihitu yang seluruhnya merupakan desa Islam. Berbeda dengan wilayah KerajaanHitu yang cukup luas pada masa lampau, desa-desa lainnya merupakan kerajaan berskala kecilatau yang diistilahkan sebagai negeri atau saat ini setingkat desa. Kerajaan Hitu sendiri saat inimerupakan wilayah-wilayah desa yang secara administratif merupakan wilayah dari kecamatanLeihitu, merupakan desa-desa yang secara keseluruhan merupakan desa bercorak keagamaanIslam.Makalah ini mencoba menguraikan bagaimana budaya dan keagamaan Islam berlangsungdan berkembang di wilayah Maluku bagian selatan, yang sebagaimana tercatat dalam sejarahmerupakan wilayah atau daerah persebaran Islam sekaligus daerah pelebaran sayap kekuasaandari Kerajaan Islam di Maluku Utara, terutama Ternate dan Tidore. Apakah terdapat perbedaandalam perkembangan Islam antara wilayah kekuasaan dibanding dengan wilayah pusatkekuasaan Islam, adalah juga bagian penjelasan yang coba didiskusikan dalam makalah ini.Selanjutnya juga akan diuraikan bagaimana pengaruh kekuasaan dan terutama persaingan antarakerajaan-kerajaan Islam, dipertajam lagi oleh hadirnya hegemoni kolonial terhadapkeberlangsungan budaya Islam. Disamping itu juga akan disodorkan bukti-bukti arkeologis yangdapat mengambarkan bagaimana budaya Islam menjadi simbol ikatan integrasi yang menyatukankekuatan-keuatan pemerintahan otonom dalam satu kesatuan politik dan kultural diantara beberapa kerajaan kecil atau negeri Islam.
Islamisasi, Ekspansi Kekuasaan dan Rivalitas
Sejarah mencatat di wilayah Maluku-Maluku Utara, agenda perluasan agama Islam dariwilayah-wilayah pusat kekuasaan Islam ke wilayah-wilayah lainnya baik dalam lingkup geografidaratan yang sama maupun ke wilayah lain di seberang lautan, berjalan seiring agenda ekspansikekuasaan. Artinya, Islam disebarluaskan oleh kerajaan-kerajaan pusat seiring berjalannyaagenda perluasan kekuasaan. Dengan demikian, setiap kali ekspansi kekuasaan dilakukan, padasaat itu pula Islam diperkenalkan di daerah-daerah kekuasaan yang didudukinya. Di Maluku

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->