Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Pengujian Kualitas Semen Sapi Dan Domba Serta Pengaruh Penggunaan Beberapa Bahan Pengencer

Studi Pengujian Kualitas Semen Sapi Dan Domba Serta Pengaruh Penggunaan Beberapa Bahan Pengencer

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,768 |Likes:

More info:

Published by: Bakhtiar Hidayat Harahap on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2014

pdf

text

original

 
PENGARUH BAHAN PENGENCER TERHADAP PERSENTASEMOTILITAS SPERMATOZOA SEMEN CAIR SAPI DAN DOMBA,PENGARUH POSISI
 STRAW 
SEMEN CAIR DOMBA SERTAPENGARUH SUHU
THAWING 
TERHADAP MOTILITASSPERMATOZOA
Disusun oleh:Bakhtiar Hidayat H, S.KHB94104206
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWANBAGIAN REPRODUKSI DAN KEBIDANANFAKULTAS KEDOKTERAN HEWANINSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011PENDAHULUAN
 
Latar Belakang
Inseminasi Buatan (IB) adalah salah satu bentuk bioteknologi dalam bidang reproduksi yang memungkinkan manusia mengawinkan hewan betinatanpa perlu seekor pejantan utuh. Inseminasi buatan sebagai teknologi merupakansuatu rangkaian proses yang terencana dan terprogram karena akan menyangkutkualitas genetik hewan di masa yang akan datang (Kartasudjana 2001). Inseminasi buatan (IB) merupakan salah satu upaya pemanfaatan bibit pejantan unggul secaramaksimal dalam rangka perbaikan mutu genetik ternak. Prinsip dari pelaksanaaninseminasi buatan yaitu pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi hewan betina pada saat estrus dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan hewan betina dapat dibuahi oleh sperma sehingga hewan betina menjadi bunting danmelahirkan anak. Menurut Sugoro (2009), pada perkembangan lebih lanjut, program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluranreproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan(pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatandan penentuan hasil inseminasi pada hewan betina. Dengan demikian pengertianIB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan, sehinggaistilahnya menjadi
artificial breeding 
(perkawinan buatan).Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan IB ialah mutu semen beku.Faktor lain yang ikut mempengaruhi yaitu reproduksi ternak betina danketerampilan petugasnya. Ketepatan dan pelaporan deteksi berahi serta pemeliharaan ternak betina. Oleh sebab itu untuk terjaminnya mutu semen bekusapi yang beredar, perlu ditetapkan standar semen beku sapi. Mutu semen bekusapi yang memenuhi standar harus didukung oleh penanganan yang baik dan benar agar mutu semen beku sapi dapat dipertahankan hingga siap untudiinseminasikan. Kegiatan inseminasi buatan (IB) pada ternak dapat dikatakan berhasil dengan tidak hanya bergantung pada kualitas dan kuantitas semen yangdiejakulasikan oleh pejantan tetapi juga bergantung pada kesanggupan untuk memperbanyak volume semen dan mempertahankan kualitasnya untuk jangkawaktu tertentu setelah ejakulasi sehingga lebih banyak betina akseptor yang dapatdiinseminasi.
 
Usaha untuk memperbanyak hasil sebuah ejakulasi dari pejantan ungguldan mempertahankan kualitas semen tersebut adalah dengan melakukan pengenceran menggunakan beberapa bahan pengencer. Bahan- bahan pengencer ini harus mengandung sumber nutrisi,
buffer 
, bahan anti
cold shock 
, antibiotik,maupun krioprotektan yang dapat melindungi spermatozoa selama proses pembekuan dan
thawing 
(semen beku). Sumber nutrisi yang paling banyak digunakan adalah karbohidrat terutama fruktosa yang paling mudahdimetabolisasi oleh spermatozoa (Toelihere 1993).
 Buffer 
berfungsi sebagai pengatur tekanan osmotik dan juga menetralisir asam laktat yang dihasilkan darisisa metabolisme spermatozoa.
 Buffer 
yang paling umum digunakan adalah tris(
hydroxymethyl 
) aminomethan yang mempunyai kemampuan sebagai penyanggayang baik dengan toksisitas yang rendah dalam konsentrasi yang tinggi. Bahananti
cold shoc
yang ditambahkan adalah kuning telur atau kacang kedelai(Aboagla & Terada 2004) yang dapat melindungi spermatozoa pada saat perubahan suhu. Setiap bahan pengencer yang baik harus dapat memperlihatkankemampuannya dalam memperkecil tingkat penurunan nilai motilitas (gerak  progresif sperma) sehingga pada akhirnya memperpanjang lama waktu penyimpanan pasca pengenceran.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini antara lain:
1.
Melatih keterampilan mahasiswa program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) dalam melakukan prosedur koleksi semen sapi dan dombayang baik dan benar.
2.
Melatih keterampilan mahasiswa PPDH dalam pembuatan berbagai larutan pengencer semen cair dan semen beku.
3.
Mengetahui cara mengevaluasi kualitas semen segar sapi dan domba.
4.
Memperoleh data kualitas semen sapi dan domba yang sudah dilakukan pengenceran, serta mengetahui kualitas larutan pengencer.
5.
Mengetahui metode penyimpanan yang baik untuk semen cair sapi yangdisimpan di dalam
 poll 
dan
 straw
.
6.
Mempelajari cara penyimpanan
 straw
yang paling baik bagi semen cair serta pengaruh suhu dan lamanya thawing pada semen beku sapi..

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Icra Imuth liked this
Dian Andriyani liked this
Irfan Fadillah liked this
Putri Mayasarah liked this
Banda Ratrina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->