yang ditunjukkan Drona, para pangeran muda Hastinapura itu kemudian membawa
Drona ke kota dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bisma, kakek mereka.
B
isma
menawarkan agar Drona mau menjadi guru para pangeran Kuru dan mengajarimereka seni peperangan. Drona kemudian mendirikan sekolah di dekat kota, di sana
para pangeran dari berbagai kerajaan di sekitar negeri datang untuk belajar di bawah
bimbingannya.
Namun Drona tidak mau menerima murid yang bukan dari golongan ksatriya, salah satupangeran yang ditolaknya adalah
Ekalawya
d
ari suku
N
i
s
h
a
dh
a
. Karena ditolak,Ekalawya kemudian memasuki hutan dan mualai belajar dan berlatih sendirian dengan
sebuah patung yang menyerupai Drona dan ia sembah. Ekawlaya meskipun berlatih
sendiri memiliki kesaktian yang luar biasa, setara dengan
Arjuna
, murid kesayanganDrona.
S
uatu hari, ada seekor anjing yang menggonggong saat ia serius latihan , dan tanpa
melihat, Ekalawya menembakkan panah dan menancap di mulut anjing tersebut. ParaPandawa heran dengan kemampuan Ekalawya. Mereka menghampiri Ekalawya dan ia
mengaku kepada para Pandawa bahwa ia adalah murid Drona. Drona kaget karena ia
tidak merasa memiliki murid seperti Ekalawya. Ekalawya kemudian menjelaskan bahwa
ia belajar setiap hari dengan patung yang menyerupai Drona yang ia anggap sebagaiguru.
Drona kemudian meminta agar Ekalawya mempersembahkan
d
a
k
s
in
a
kepada sang
guru sebagai tanda bahwa pelajarannya telah selesai, karena ia merasa prestasi Arjunaakan tersaingi. Daksina yang diminta Drona adalah ibu jari Ekalawya. Tanpa rasa
curiga sedikitpun, dan karena hormatnya Ekalawya dengan Drona , ia pun memotong
jarinya sendiri dan ia tidak bisa menggunakan senjata panah lagi.
S
elain Ekalawya, Drona juga menolak untuk menjadi guru dari
Karna (
B
asukarna)
,karena Karna tidak berasal dari kasta ksatria. Namun, Karna kemudian belajar ilmuperang secara diam-diam, dan keahliannya dalam ilmu memanah pun hampir setara
dengan Arjuna
S
aat pendidikan para pangeran Kuru selesai, Drona menyuruh mereka untuk
menangkap raja Drupada di Kerajaan Panchala dalam keadaan hidup-hidup.
Doryudana, Dursasana, Wikarna
dan
Y
uyutsu
mengerahkan tentara
Hastinapura untuk menggempur kerajaan Panchala, sementara para pandhawa pergitanpa angkatan perang. Arjuna berhasil menangkap Drupada dan membawanya ke
hadapan gurunya, Drona. Drona kemudian mengambil separuh dari wilayah kekuasaan
Drupada. Drupada tidak terima dengan apa yang dilakukan Drona, dengan dendam
yang membra, ia mengdadakan upacara untuk memohon anugerah seorang puterayang akan membunuh Drona dan seorang puteri yang akan menikah dengan Arjuna.
Dari upacara itu, lahirlah
Dr
e
stadyumna
dan
Dro
p
adi
yang menjadi istri Arjuna danPandawa yang lain.